CINTA SEHITAM ARANG

CINTA SEHITAM ARANG
Vila


__ADS_3

Aku tidak peduli lagi apa yang ia fikirkan tentangku, sudah cukup semuanya sekarang aku tidak akan berpura-pura baik kepada siapapun.


Aku berlari mengejarnya mencoba nendinginkan suasana.


''Zaky, tunggu!''


''Sudah pergi sana !'' ucapnya sambil berjalan dengan cepat.


''Ayah...'' ia berhenti mendengar ucapanku.


''Kenapa dengan ayah?'' Ia berlari kekamar ayah.


Melihatnya sangat panik aku juga ikutan berlari di belakangnya.


''Ayah...ayah!'' Tiba-tiba ia berhenti setelah membuka pintu kamar ayah, jantungku berdegub kencang, bagaimana jika sesuatu terjadi kepadanya sekarang?


''Ada apa? kenapa ayah?''


''Hey! ada apa? apa kalian fikir aku sudah mati, sehingga berteriak seperti kesetan.''


Untunglah kakek tua ini baik-baik saja, meski kebencianku padanya sudah di ujung tanduk tapi, aku tidak ingin ia mati disini.


''Ayah baik-baik saja?'' Ucap Zaky.


''Ayah, tidak akan mati semudah itu.''


''Maksud ayah?''


''Tidak, ayah hanya heran saja melihat kalian berdua berlari kesini seperti ada sesuatu yang tidak beres saja,''


''Apa maksudmu berkata seperti itu tentang ayah, apa yang kamu lakukan?'' Zaky membentakku dan menyeretku keluar dari kamar ayah.


''Aku hanya cemas karna sedari tadi tidak melihat ayah disini,''


''Jika sesuatu terjadi kepadanya kau tidak akan selamat.''


Aku hanya diam melihat ia marah, ia dorong tubuhku dan hampir saja aku jatuh lalu pergi meninggalkanku.

__ADS_1


''Andri, kakek tua itu belum mengatakan apapun kepada,Zaky aku sangat takut. Bagaimana jika nanti ia membuka mulut.''


''Ia tidak akan berani mengatakan apapun, karna jika itu terjadi maka Zaky akan menghabisinya.''


''Tapi...!''


''Tenanglah perhatikan saja gerak-gerik mereka, kita akan mencari waktu yang tepat untuk segera menamatkan cerita ini.''


...****************...


Sudah 3 hari semenjak kejadian itu ayah maupun Zaky tetap berada dirumah bersamaku.


Semuanya tampak normal ayah tidak mengatakan apapun, dan aku memilih diam saja. Jika sewaktu-waktu ada yang terjadi maka tidak akan ada lagi yang meyalahkanku.


Kulihat Zaky berjalan menuju ke arahku, kali ini apa lagi yang dia inginkan.


''Qia, aku akan keluar siang ini jadi, jangan lupa mengantarkan makanan ke kamar ayah sepertinya ia sedang tidak enak badan.''


''Aku mau ikut bersamamu! berada dirumah terus menurus membuatku membuatku stres.''


''Aku akan siapkan semuanya sekarang di meja, jadi jika ayah lapar tinggal ngambil, beres kan?''


''Sebaikanya kamu dirumah saja!''


''Tidak Zaky bagaimanapun juga aku ikut.'' Ia meninggalkanku tanpa mengatakan apapun.


Bagaimanapun caranya aku tidak akan pernah tinggal disini bersama ayahnya.


''Qia...''


''Ya!'' Zaky memanggilku lagi.


''Bersiap-siaplah jam 12.15 wib kita akan pergi bersama-sama.''


Aku menganggukan kepalaku dan kembali kemar sembari bersiap-siap, aku tidak akan membiarkannya berubah fikiran.


Aku mandi, berpakaian yang rapi juga memakai sedikit make up.

__ADS_1


''Qia, cepatlah! aku tidak akan menunggumu!''


Mendengar teriakan itu aku berlari secepat mungkin kehadapnnya.


''Ayo, aku sudah siap.''


''Taruh tas itu dibagasi.''


''Untuk apa membawa tas kita akan pulang nanti kan?'' aku sangat bingung melihat tas yang lumayan besar.


''Itu milik ayah semua keperluanya ada disitu.''


''Kenapa...''


''Aku tidak akan meninggalkan sendirian dalam keadaan seperti ini, dengan begini aku bisa menjaganya. Tanpa memerlukanmu!''


Aku diam mendengar semua ocehannya.


Setelah cukup lama diperjalanan akhirnya kami sampai juga di sebuah rumah yang sangat besar.


''Rumah siap ini?'' Ucapku.


''Ini namanya vila mawar, aku ada pekerjaan disini, masuk dan istirahat saja di dalam kamar jangan tanyakan apapun.''


Vilanya sangat indah bak istana aku baru petama kali melihat rumah seindah ini, tamannya sangat luas, bunga-bunga yang indah semuanya tertata rapi.


''Ini kamarmu diam! jangan lakukan apapun tanpa izin ku, mengerti!''


Untung saja kamarku dan ayah terpisah jadi aku bisa bernapas lega.


''Mr.x, sekarang kami semua berada di vila mawar .''


''ok!''


Aku sangat bosan berada disini, ingin rasanya aku duduk dihalaman depan sambil menikmati suasana taman yang indah.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2