
Aku sudah tidak sabar menunggu berita selanjutnya dari kepolisian, wajah Zaky akan berubah seketika.
Reaksi apa yang akan terjadi, sedikitpun aku tidak bisa membayangkannya, Ayah yang sangat ia cintai ternyata tak ubahnya seorang banjingan.
Ku siapkan sarapan dengan senang hati dan melayaninya tanpa bertanya sedikitpun. melihat wajahnya yang kesal membuatku semakin penasaran.
Kring...kring...kring...
''Aku akan segera datang,'' gumamnya setelah mengangkat telpon.
Aku tidak tau ia akan pergi kemana tapi semoga semuanya sesuai dengan yang ku bayangkan.
''Siapa?'' Ujarku
''Bukan urusanmu! masuk kedalam kamarmu bawa semua yang kau butuhkan,''
''Untuk apa? kenapa aku harus membawa semua itu?''
''Sudah cukup!'' Ia menyeretku kedalam kamar dan mengunciku.
Semuanya kembali ke awal lagi seperti tahanan. Tapi yang paling penting satu demi satu balas dendamku telah terbalaskan, sekarang tinggal Zaky tapi kematiannya tidak akan semudah yang lainnya.
''Mr.x apa sudah sesuai dengan rencana?'' Ku telpon dia memastikannya.
''Tenang saja, semuanya sesuai dengan yang kamu katakan.''
''Zaky baru saja menerima telpon tapi aku tidak tau siapa dan akan kemana.''
''Mungkin saja itu dari kepolisian memintanya datang kesana.''
__ADS_1
''Qia...Qia...Qia...''
Aku terkejut mendengar teriakan yang sangat keras memenggil namaku. ku letakkan telponnya dan bergegas menyimpannya.
''Ya... aku disini, tolong buka pintunya!''
''Kenapa tidak menjawabku?'' Ujar Zaky ternyata ia yang meneriakiku seperti kesetanan.
''Kau sudah tidak waras, setelah mengurungku di kamar lalu sekarang kau menyalahkan ku.''
''Aku tidak tau apa permaianan apa yang sedang kau lakukan, tapi kenapa ayahku terlibat dengan semua ini?''
''Aku tidak menyentuhnya sama sekali, seharian aku berada dikamar dan tak ada jalan keluar disana, lalu...''
''Selalu itu jawabanmu tapi sampai kapan pun aku tidak akan mempercayaimu, semua kebaikan yang telah ayah berikan, tak pernah kau anggap sedikit pun, aku tidak tau hatimu terbuat dari apa.''
''Suatu saat kau pasti akan percaya dengan kata-kata ku, setelah mengetahui semuanya maka kau akan menyesal telah mengenalnya.''
''Tak lama lagi kau pasti akan percaya dengan semua perkataanku, selama ini kau yang tidak mengenal ayahmu tapi aku mengenalnya lebih dari mu.''
''Kenapa kau tidak membunuhku saja, setidaknya aku banyak berbuat salah kepadamu,'' gumam Zaky.
''Ia selanjutnya memang giliranmu tinggal menunggu waktu yang tepat saja,''
''Karena tidak punya keberanian makanya kau menghabisi ayahku!''
''Ayah mati karna kesalahannya sendiri bukan karena siapapun termasuk aku dan kau.''
Tok...tok...tok...
__ADS_1
Zaky meninggalkan ku mendengar suara ketukan pintu.
''Qia, cepat ke sini.'' Aku berlari menghampirinya ternyata ada empat orang petugas kepolisian.
Hatiku dag...dig...dug... penuh dengan pertanyaan.
''Duduk...'' Gumam Zaky.
''Maaf mengganggu kami datang kesini karena ingin menyampaikan kabar tidak enak. Penjahat yang selama ini kami cari telah ditemukan.''
Wajahku berubah seketika mendengar kata-kata yang keluar.
''Maksudnya apa ya pak?'' Ujar Zaky wajahnya begitu senang.
''Penjahat yang melakukan banyak pembunuhan kini telah kami temukan dari petunjuk ini.'' Polisi menyerahkan sebuah kantong kepada Zaky.
''Ini apa pak?''
''Silahkan saudara buka saja, biar lebih jelas.''
''Ini buku lama...'' Perlahan ia membuka buku itu selembar demi selembar dihalaman pertama jelas tertera nama pemiliknya Zulham.'' Wajah Zaky perlahan-lahan berubah.
''Dari buku itu kami menyimpulkan ayah anda benar mati bunuh diri, juga telah menjadi pelaku pembunuhan banyak wanita.''
''Pasti buku ini ini salah pak! ini tidak benar aku sama sekali tidak pernah melihatnya sekalipun, pasti ada seseorang yang sengaja memfitnah ayahku.''
''Kami sudah memeriksa keasliannya dan ini benar milik pak Zulham.''
''Tidak...''
__ADS_1
Bersambung...