
Hari ini aku bangun lebih awal biar nanti waktuku lebih banyak, semoga saja Andri cepat pergi bekerja hari ini.
Setelah selesai semua aku siapkan kulihat jam sudah pukul 07.15 Wib, tapi Andri belum keluar kamar, aku sangat gugup bagaimana jika ia tidak bekerja.
''Pagi!''Lamunanku buyar seketika ternyata ia sudah rapi.
"Pagi! sudah rapi mau pergi kemana? '' Aku menanyakan kepastiannya.
''Ia, pagi ini aku ada pekerjaan yang sangat penting jadi secepatnya aku harus berangkat, ada yang kamu perlukan?''
''Ngga ada! cuman kaget aja pagi-pagi udah rapi.''
''Maaf waktuku sangat mepet aku sarapan diluar aja tidak apa-apa kan?'' ia menggelengkan kepalanya.
''Tidak Andri! hati-hati,'' ia pun langsung pergi.
Untung saja semua sesuai dengan rencanaku aku pun bergegas pergi.
Aku menelusuri kembali jalan setapak menuju hotel tak lupa juga aku tetap memakai baju lusuhku.
Sesampainya dihotel aku langsung menuju meja recepcionis.
''Pagi mbak!'' Ujarku.
''Pagi juga bu, ada yang bisa saya bantu? ''mbaknya sangat ramah aku jadi lebih santai.
''Mbak saya mau nanya Cleaning servis (CS) atas nama Yoga, ada?''
''Saya cek dulu ya bu,'' dalam hati aku berdo'a semoga aku bisa menemukannya.
''Mf bu Cs atas nama Yoga sudah tidak bekerja disini lagi''
''Udah berapa lama mbak?''
''2 hari yang lalu bu.'' Huh! bagaimana ini yoga adalah satu-satunya orang yang bisa membantuku.
''Oh ya mbak saya boleh minta alamat rumahnya Yoga?''
''Mf ya bu! Ibu siapanya yoga ya?''
''Saya temannya mbak,''
''Mf ya bu, kami tidak bisa memberikan data pribadi kesembarang orang.''
''Tolong saya mbak ini antara hidup dan mati, kalau mbak tidak membantu saya tidak tau lagi harus bagaimana? saya tidak ada niat menyakiti ataupun merugikan Yoga''
''Mf ya bu saya tidak bisa membantu ini sudah kebijakan dari hotel kami.''
''Tolong saya mbak saya?'' belum selesai saya berbicara mbaknya sudah menolak.
''Mf ya bu, sekali lagi saya tidak bisa membantu silahkan pergi.''
__ADS_1
Aku pergi dengan hati yang gundah gulana kini jalan satu-satunya menuju bajingan itu telah hilang, Apa yang harus kuperbuat.
Aku berjalan dengan sangat kecewa aku mulai putus asa hampir saja aku menyerah, aku tidak tau lagi harus kemana mencarinya aku pun berjalan untuk kembali pulang tiba-tiba ditengah jalan ada laki-laki yang menghampiriku.
''Hai!'' dia menghentikan mobilnya dan menghampiriku yang sedang berjalan.
''Maaf mas ini siapa ya? tolong jangan ganggu saya.'' Aku pura-pura buta lagi.
''Tidak aku hanya ingin mengantarkanmu pulang.''
Ucapannya begitu mengagetkannku siapakah lelaki ini?
''Kamu siapa? tolong pergilah dari sini jangan ganggu saya.''
''Zaky, kamu istrinya kan?'' Akhirnya yang kucari datang juga gumamku dalam hati.
''I-iya...'' Ucapku dengan nada terbata-bata.
Ia menuntunku masuk kedalam mobilnya, sebenarnya aku sangat takut tapi aku harus membayar semua kejahatannya, aku berusaha menyakinkan hatiku dan menjadi pemberani demi keadilan.
''Sebaiknya kamu mandi dulu ada hotel terdekat disini, kita akan mampir sebentar.''
'' Tidak mas antarkan saja aku pulang.'' Ucapku pasti ada niat jahat diantara kata-katanya.
''Cuma sebentar ko, kamu makan dulu pasti kamu lapar banyak makanan istimewa disana.''
'' Tidak! aku ingin pulang saja tolong antarkan saya mas.''
Beberapa menit kemudian ia menghentikan mobilnya aku sangat takut, apa yang akan dilakukannya tempat ini sangat sepi .
''Kenapa berhenti?''
'' Tidak ada apa-apa aku hanya ingin lebih dekat denganmu,'' ia menggenggam tanganku aku menepisnya.
''Lepaskan aku, biarkan aku pergi dari sini.'' Aku mencoba keluar tapi ternyata pintunya tidak bisa dibuka, ya tuhan aku benar-benar terjebak .
''Aku akan mengantarkanmu tapi mari kita bersenang-senang dulu, kamu tau suamimu itu bajingan ia akan menjualmu dan uangnya ia gunakan bersenang-senang''
'' Terus apa bedanya denganmu?'' ia menarik rambutku.
''Aku akan membayarmu 2× lipat asal kau bersedia melayaniku, aku tidak ingin memaksamu tapi cobalah fikirkan kamu akan mendapatkan uang yang banyak''
''Aku tidak butuh uangmu buka pintunya aku mau keluar.''
'' Owh tidak semudah itu sayang sekarang mau tidak mau kau harus melayaniku.''
''Baiklah aku berjanji akan melayanimu tapi sebelumnya pertemukan aku dengan Zaky, apa kau tidak jijik melihatku, aku begitu bau dan kotor aku tidak akan mengatakan apapun padanya.''
'' Ok! tapi jika kamu berani membohongiku kamu akan tau akibatnya ingat itu''
Aku menganggukan kepalaku, lalu ia tancap gas untung saja ia percaya kalau tidak aku apa yang akan terjadi.
__ADS_1
Huu aku menghela napasku dengan panjang.
''Ada apa? (ucapnya) Kamu masih ingat kan konsekuensinya kalau mencoba berbohong padaku sebentar lgi kita akan sampai.''
''Aku tidak akan pernah melupakannya sedetikpun.'' Ingin rasanya aku menerkamnya dan menelan tubuhnya tanpa sisa sedikit pun.
Akhirnya sampai juga rumah yang begitu besar bak istana dan inilah tempat awal kehancuranku.
''Ayo...'' ia menarik tanganku.
''Ini dimana?''
''Udah masuk saja ini rumah Zaky, tutup mulutmu aku tidak ingin mendengar suaramu lagi.''
Begitu indahnya rumah ini terdapat banyak barang-barang yang mahal, tapi sangat berbanding terbalik dengan nasibku.
''Zaky...Zaky...kau dimana? lihat siapa yang ku bawa.'' Dimana brengsek itu gumamnya.
''Mungkin Zaky tidak dirumah,'' ujarku.
'' Sudah diam saja disini aku akan mengeceknya dulu.''
Ia pergi ke lantai 2 lalu mengetuk sebuah kamar, aku mengamati seisi rumah aku melihat sebuah kamar dibawah tangga seperti tidak asing bagiku.
Aku yakin kamar itu bukti nyata kepahitan hidupku, darahku mendidih ingin rasanya aku menghancurkan semuanya, tapi jika itu kulakukan sekarang aku tidak akan mendapatkan semuanya. Aku harus sabar untuk agar semuanya sesuai dengan rencanaku.
Laki-laki yang membawaku ketempat ini, ia turun dengan seorang gadis berpakaian yang sangat minim.
Tak berapa lama seorang laki-laki berbadan kekar keluar juga, itu pasti Zaky tidak salah lagi Mereka tertawa kecil begitu melihatku seperti mengejek.
''Dimana kau temukan wanita buta itu hah?'' ia tertawa bebas.
''Dipinggir jalan sekarang ia gelandangan sekarang,'' ia pun duduk di shofa.
Betul saja laki-laki yang berbadan kekar itu, langsung memelukku bau badannya ini Zaky.
''Sayangku Qia, kau kemana saja? aku sudah mencarimu kemana-mana tapi tidak menemukannmu, kamu tau aku tidak bisa hidup tanpamu'' Ia pura-pura menangis supaya aku merasa iba.
Perempuan itu tersenyum melihat tingkah Zaky, aku tau ini hanya lelucon aku trus mencoba tenang supaya mereka tidak curiga kepadaku.
''Aku tadi menemukannya dipinggir jalan makanya ku bawa kesini, udah aku pulang dulu jangan lupa Zaky bagianku'' ia pun langsung pergi.
''Maaf kan aku Qia aku janji akan menjagamu lebih baik lagi, kamu jangan pergi kemana-mana lagi ya aku sangat khawatir.''
Aku terdiam tanpa satu kata pun kuliat perempuan itu mendekatinya dan membisikkan sesuatu lalu pergi kembali kekamarnya.
''Sekarang kau istrahat dulu pasti kamu sangat lelah, nanti aku akan mengantarkan makananmu.'' Ia menarik tangan tapi aku terus berdiri aku enggan untuk mengikuti kemauannya.
''Kau membawaku kemana?''
''Kukira sekarang kau sudah cerdas tapi tetap saja tidak berotak. Masuk ini kamarmu bagaimana rasanya jadi gelandangan? sudah aku katakan kau tidak akan bisa melakukan apapun dasar wanita buta.''
__ADS_1
Bersambung.....