CINTA SEHITAM ARANG

CINTA SEHITAM ARANG
Gagal


__ADS_3

Semua orang merasa heran kecuali aku.


''Ada apa? tolong cek listriknya, aku tidak ingin ada penghalang sedikitpun.'' Ujar ayah.


Beberapa orang bergegas memeriksanya.


''Semuanya baik-baik saja, mungkin kebetulan saja ada perbaikan listrik.'' Ucap salah seorang tamu.


''Ayah, sekarang semuanya sudah baik-baik saja, tenanglah! pak penghulu mari kita mulai.''


Aku sangat senang bisa menyaksikan pernikahannku juga kehancuran Zaky.


Setelah penghulu mengucapkan ijab qabul sekarang giliran Zaky, ia sangat tegang.


''Saya terima nikah dan kawinnya Qia binti...''.


Tuppp...


Tiba-tiba lampu kembali mati semua orang menghela nafas panjang.


''A-au....'' suara itu sangat tidak asing di kegelapan ini.


Lampu kembali menyala tapi sesuatu yang tidak di inginkan terjadi. Ayah jatuh dan tidak sadarkan diri, semua orang panik dan berusaha menyadarkannya.


Pernikahan pun terpaksa dibatalkan kami bergegas membawanya kerumah sakit.


''Dokter, tolong berikan perawatan yang terbaik.'' ucap Zaky sambil menahan air matanya.


Kami duduk diluar ruangan sambil menunggu hasil pemeriksaannya, setelah beberapa menit menunggu akhirnya dokter keluar juga.


''Dok, apa yang terjadi kepada ayahku?''.


''Tenang dulu! semuanya tidak perlu khawatir, pasien mengalami serangan jantung ringan. Sekarang sudah kalian boleh menjenguknya.''


Kami bergegas menghampiri ayah, ia menangis melihatku dan Zaky.


''Tolong maafkan ayah? gara-garaku semuanya berantakan.'' Ia memelukku dan Zaky.


''Tidak! ayah, pernikahanku bisa dilaksanakan kembali setelah ayah membaik.''


''Ayah tidak perlu khuwatir aku dan Zaky akan menjaga ayah dengan baik, setelah semuanya normal, kita buat pesta yang lebih meriah lagi.''


''Ayah, sekarang aku tidak punya siapapun kecuali ayah, jika ayah meninggalkanku apalah artinya kehidupan ini...''.


''Ayah, tidak tau sampai kapan akan mendapingimu, tapi ayah mau kau berjanji satu hal!''.


''Aku siap memenuhi semua permintaan ayah, katakan saja!'' Ucap Zaky.


''Tolong kau jaga Qia dengan baik, jangan biarkan ia kekurangan apapun dari segi manapun.''


''Hmm...'' Zaky terdiam.


''Ayah, jangan khawatirkan aku, jika ayah sembuh dan sehat aku yakin semuanya akan baik-baik saja. Tidak akan ada yang terjadi kepadaku.''

__ADS_1


''Jangan sia-siakan perempuan sebaik dia Zaky, jangan ulangi kesalahan yang pernah ayah perbuat.''


''Tidak! ayah, jangan bicara seperti itu.''


''Ayah, ingin pulang untuk apa kita berada disini, ayo? bawa ayah pulang!''


''Sebaiknya ayah tetap dirawat disini sampai besok kami akan menjaga ayah,'' ucapku.


''Tidak...tidak! sekarang juga ayah ingin pulang, ayah akan sembuh ketika sampai dirumah dan melihat kalian berdua mengurusku.''


Zaky menyelesaikan semua administrasi rumah sakit dan kami bergegas pulang.


Beberapa orang membersihkan sisa-sisa dekorasi pernikahan kami, Semuanya hancur sama seperti mimpi-mimpiku.


Hari demi hari semuany, sangat bahagia, ayah menjadi mertua yang di impikan semua orang begitu peduli dan perhatian, kesehatannya pun sangat baik.


Zaky menjalankan semua tugasnya sebagai suami dengan baik dan memperlakukanku layaknya seperti istri.


Aku sangat bahagia dengan kasih sayang yang kudapatkan pelan-pelan dendam itupun ku hapuskan.


Kunikmati dari demi hari tanpa melewatkan sedikit pun. Tanpa melupakan Andri, orang yang berpengaruh besar dengan kehidupanku sekarang.


''Qia, kita tidak bisa menyimpan mayat itu lebih lama lagi, tubuh mereka sudah mulai membusuk.'' Mr.x menghubungiku setelah sekian lama.


''Lalu apa yang akan kita lakukan? kemana kita akan membuang mayatnya?'' Ucapku dengan sangat panik aku tidak ingin kehidupanku terusik.


''Jika kau setuju biar aku saja yang mengurus mayat itu, akan ku buang tanpa meninggalkan petunjuk sedikitpun.''


''Mr.x ta-''.


''Terima kasih Mr.x, aku tidak tau bagaimana harus membalas semua kebaikanmu,''


''Jika kau bahagia itu saja sudah cukup untukku, dah...''


Aku sangat berasa bersalah, Mr.x dia terperangkap dalam balas dendamku. Kini semua yang kulakukan ia harus berfikir keras untuk menyelamatkanku tanpa meninggalkan jejak sedikitpun.


2 jam telah berlalu sejak aku mengobrol dengan Mr.x, Aku terus memantaui televisi menunggu berita.


''Qia, ada apa kenapa kau cemas?'' Zaky datang mengagetkanku.


''Tidak! mungkin karna kecapean jadi aku kurang istirahat, tidak apa-apa.''


Aku pergi ke kamar meninggalkannya sendiri.


Aku sangat takut apa yang akan terjadi setelah mayatnya ditemukan polisi.


''Qia!''.


''Haaa...?''


''Hei! ada apa? aku Zaky bukan hantu kenapa dari kau begitu gugup?''


''Tidak ada! biarkan aku sendiri!''.

__ADS_1


'' Beberapa mayat ditemukan di tempat-tempat berbeda, tapi identitas mereka belum bisa dikenali. Wajah mereka semua hancur dan memang sengaja di hancurkan untuk mempersulit polisi.''


''A-pa?'' Ucapku sangat kaget mendengarnya.


''Apa kau tau siapa pelakunya? jika ia, beritahu aku!'' Ia membisikkannya ditelingaku.''


Ia meninggalkanku dengan senyumannya yang mencurigaiku dan kedipan matanya yang seolah-olah ia yakin aku pelakunya.


Aku pergi keruang tv menyaksikan berita yang terjadi, semua orang yang telah ku habisi mayatnya benar ditemukan di berbagai tempat.


Sejauh ini polisi masih menindaklanjuti motif dari pelaku pembunuhan.


Aku kembali kekamar dan menghubungi Mr.x, tapi sial nomornya tidak bisa dihubungi.


''Qia, ayah dan Zaky ada keperluan diluar kami akan pergi, jaga dirimu.'' ucap ayah lalu mereka pergi begitu saja .


Tanpa fikir panjang aku langsung bergegas meninggalkan rumah,tapi...


''Hei... kau mau pergi kemana?''.


''A-uuu... '' Ia membekap mulutku dan menarikku kembali kedalam rumah.


''Andri...aku andri! kau mau kemana? Zaky mungkin saja mencurigaimu, cepat masuk jangan pergi kemanapun, Kita tidak tau Zaky benar-benar berubah atau tidak.''


''Tapi, aku yakin Zaky pasti sudah berubah.'' Ujarku.


''Ia, Jika pun itu benar kita harus tetap waspada sebelum terjadi penyesalan nantinya.'' Ucap Andri.


''Setelah beritanya muncul Zaky menemuiku dan menanyakan siapa pelakunya, ia tersenyum dari mimik wajahnya sepertinya ia merasa bahwa semua yang terjadi akulah yang melakukannya.''


''Mulai sekarang apa pun yang mau kau lakukan periksa dulu situasi, jika sudah yakin aman baru lakukan semuanya.''


''Kenapa harus menghancurkan wajah mereka semua?''


''Untuk mengulur waktu, sengaja sebelum mayatnya dibuang wajah mereka dibakar supaya lebih sulit mencari identitas masing-masing.''


''Apa kau yakin, tidak ada petunjuk apapun yang tertinggal?''


''Yakinlah! mereka tidak akan menemukan petunjuk apapun, kulihat Zaky pergi makanya aku langsung datang kesini, Apa kau bahagia?'' ia mengelus-elus rambutku.


''Ia aku baik! boleh aku peluk?'' Ucapku.


''Tidak perlu bertanya lagi, aku telah menjadi milikmu seutuhnya meski belum bisa kau kumiliki.''


''Ohhh...'' Aku tersenyum sambil memeluknya.


''Aku pergi jaga dirimu baik-baik, ingat aku selalu ada untukmu dalam keadaaan apa pun!''


''Tolong jangan buat aku risau, beri aku kabar paling tidaknya satu kali dalam dua hari.''


''Untuk apa? apa kau mengkhawatirkanku? apa kau peduli denganku seperti yang ku rasakan?''


''Hmm, pergilah sudah cukup kata-kata manismu itu...''

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2