
''Kamu siapa? kamu benar Zaky kan?'' Ujarku dari bau badanya aku sudah tidak asing lagi, tapi aku memastikannya lagi.
''Apa kamu melupakanku secepat itu? aku Zakymu suamimu tolong maafkan aku? aku berjanji akan memperbaiki semuanya. Tolong lupakan semua perkataanku aku sangat emosi, kamu mau kan tetap tinggal disini?''
Aku sangat mencintaimu dan kamu adalah cintaku, tapi kini cintaku telah berubah menjadi arang yang hitam tak mungkin menjadi madu lagi.
''Aku tidak akan bisa melupakanmu'' gumamku.
''Maukah kau berjanji tidak akan meninggalkanku?''
Sebenarnya aku tidak ingin lagi ada disini, tapi untuk membalaskan dendamku mau tidak mau aku akan menuruti semua perkataannya.
''Ia aku akan akan tinggal disini,'' jawabku.
''Syukurlah terimakasih aku tidak perlu mencarimu ternyata kau datang sendiri,'' ia memelukku merasa dirinya menang.
''Tapi jangan coba-coba kabur lagi, atau kau akan menerima akibatnya. Sekarang kau ku maafkan tapi tidak untuk besok, jika terulang lagi kematian yang akan kau temui.''
''Hmm...'' aku mengaggukan kepalaku.
Betul saja kamar yang dibawah tangga adalah kamarku ia menuntunku kekamar.
''Sekarang kamu istirahat, aku keluar dulu klo ada yang kamu perlukan panggil saja.''
''iya,''ucapku.
Zaky pun pergi meninggalkanku sekarang waktunya bukan istrahat lagi, bahkan menutup matapun sangat susah, bayangan mereka kini jelas tergambar di mataku, bernafas pun aku sudah tidak leluasa seperti semua menghimpitku.
''Tok...tok...tok...''Lamunanku seketika buyar aku bergegas berbaring ditempat tidur.
''masuk.'' Ucapku
''Qia aku bawakan makanan, makan dulu biar kamu bisa istirahat dan mandilah.''
''Ohh! iya... ''
''Biarkan aku tidur dulu aku sangat mengantuk setelah itu baru mandi,'' ucapku lagi.
Aku baru ingat Andri pasti mencariku bagaimana ini? aku harus menemuinya, tapi bagaimana caranya aku bisa keluar dari sini tanpa mereka ketahui.
''Ok Istrahatlah! kekuatan tubuh itu sangat perlu jangan lupa banyak orang yang menunggumu.''
''Tunggu sebentar aku tidak mau diganggu saat tidur. Tolong biarkan aku istirahat aku sangat mengantuk.''
''Ia aku tidak akan mengganggumu aku akan menunggu sampai kau terbangun.''
''Terimakasih!''
Aku membuka pintu ternyata diruang tamu tidak ada siapapun, tapi bagaimana jika nanti mereka datang kekamarku? Oh sial! aku membuat bantal untuk mengalihkan perhatian mereka tak lupa ku kunci agar tidak bisa masuk.
Perlahan-lahan akhirnya aku bisa keluar dari dalam rumah, tapi ketika sudah ada diluar masalah baru muncul. Ada dua orang penjaga yang mengawasi gerbang, ku alihkan perhatian mereka untung saja aku menemukan batu aku lempar ke arah lain.
Betul saja keduanya langsung berlari kearah tersebut secepat kilat juga kutinggalkan tempat itu .
__ADS_1
Akhirnya aku sampai kerumah Andri ia belum pulang, aku tidak bisa lama-lama disini aku menulis secarik surat dan pergi dari sana.
Hari sudah mulai gelap pasti mereka sedang menungguku.
Sesampainya aku digerbang rumah Zaky ternyata kosong dua orang penjaga tadi tidak kelihatan. akupun langsung masuk kedalam rumah.
Hari ini aku selamat sekarang aku lebih tenang menjalankan pekerjaanku.
''Qia...Qia...'' suara itu mengagetkanku jantungku dag dig dug aku menghela nafas.
''I-iya! '' Aku melangkah membuka pintu.
'' Santai, Udah cukup istrahatmu? apa ada lagi yang kau perlukan sayank?'' Ia mendekatiku dan memelukku kata-kata yang begitu manis.
''Tidak a-aku a-kuuu...'' aku sangat takut melihat wajahnya bagaimana jika ia mencurigaiku.
''Ia sayank? Katakan saya akan kupenuhi semua permintaanmu,'' Ia membelai rambutku.
''Aku sangat lapar bisa kau ambilkan untukku?''
''Owh...tentu, apa ada lagi yang kamu perlukan aku akan melayanimu.'' Senyumannya begitu manis dan licik.
''Itu saja!'' ucapku.
Ingin rasanya kecabik-cabik sampai tak berbentuk tangan ku sudah gemetaran menahan amarahku.
''Ini makanannya pastikan kau kenyang, jangan sampai kelaparan itu tidak baik untukmu jangan lupa vitaminnya,'' ucapnya.
Setelah selesai makan ia mengambil sisir dan kembali melakukan hal serupa, membawaku kekamar mandi dan membuatku seperti boneka, sedikit pun ia tidak merasa iba dengan keadaanku yang seperti ini.
''Apa kau senang dengan membuatku seperti ini?'' Gumamku.
''Ini kebahagianku cukup lakukan ini saja dan tutup mulutmu, maka kau akan lihat bagaimana aku merasa sangat bahagia haaaaaa'' Ia tertawa lebar sampai matanya mau keluar.
Aku mengikuti semua permintaannya tanpa satu katapun.
''Tunggu saja disini, istirahatlah!'' Ucapnya lalu pergi.
Tak berapa lama seorang laki-laki masuk kedalam kamarku ia langsung menghampiriku, ia adalah pria yang tadi mengantarkanku kesini.
''Hay Qia, kau masih ingat denganku?''ia mengelus-elus tanganku.
Aku terdiam menjauh darinya tapi semakin aku menjauh semakin ia mendekatiku.
''Qia yang dulu telah mati sekarang tidak ada satupun yang bisa menodaiku.'' Gumamku.
''Kau sudah siap melayaniku? kau ada dipelukanku sampai pagi,'' Ia minum air putih yang ada dimeja, dan memelukku dengan erat kubiarkan sejenak ia menikmatinya.
Akupun terus menghitung mundur memastikan hidupnya.
Tik........Tok........Tik.........Tokkkkkk
Sedang erat-eratnya ia memelukku tiba-tiba ia terjatuh dan ambruk.
__ADS_1
''auu...''
Akupun menjerit seketika Zaky dan dua penjaga rumahnya berlari menghampiriku.
Mereka bergegas membawanya kerumah sakit, sedangakan aku ditinggalkan begitu saja dikunci didalam kamar.
Setelah mereka pergi aku juga bergegas keluar untung saja aku sudah menyiapkan segala hal saat darurat .
Kini tinggal aku sendiri dirumah ini, aku mengamati seluruh ruangan dan memeriksa seisi rumah, aku ingin semua rencanaku berjalan sempurna.
Setelah semuanya selesai aku kembali kedalam kamar dan mengunci diri.
Tak berapa lama aku mendengar langkah kaki berarti mereka sudah kembali dari rumah saki, aku pura-pura tidur seperti tidak terjadi sesuatu.
krekkkkkkkkk(suara pintu kamarku)
''Qia sayang maafkan aku? aku benar-benar tidak tau ia masuk kedalam kamarmu?'' Aku sangat jijik melihatnya.
''ehmmm...'' ku anggukan kepalaku.
''Malam ini kamu tidur sendiri tidak apa-apa kan? Aku harus kembali kerumah sakit mengurus berkas dan administrasinya.''
''Pergilah! selesaikan urusanmu aku disini baik-baik saja tidak perlu khawatir.''
''Terimakasih kau telah mengerti, aku tidak salah memilihmu'' Ia pergi dan mengunciku dikamar.
''Dasar bedebah, tapi aku yang bodoh telah mempercayaimu,'' gumamku.
Setelah ia pergi meninggalkan rumah akupun bergegas mengikutinya dari belakang.Ternyata rumah sakitnya tidak jauh dari rumah, berjarak 1km dengan begitu aku bisa dengan cepat pulang pergi.
Ku lihat bajingan itu berada di ICU aku sangat senang, ia sendiriantanpa ada yang menjaganya.
Setelah melihat keadaan sekitar aku pergi melihat Zaky, ia masih mengurus biaya administrasinya.
Ini kesempatan yang sangat bagus untukku, aku bergegas mengganti baju seolah-olah aku perawat yang bekerja disini. ku ambil kursi roda dan memindahkannya dari tempat tidur tak lupa juga kututupi wajah dan tubuhnya dengan selimut yang ada di ruangan itu.
Setelah memantau semuanya aman aku langsung membawanya keluar, kebetulan karna malam suasana rumah sakit cukup sunyi ku bawa dia lewat pintu belakang.
Setelah aku keluar aku yakin akan terjadi kegaduhan mereka semua akan panik mencari bajingan ini.
Aku menelpon seseorang agar segera menjemputku, sengaja menjauh dari rumah sakit dan ditempat yang sepi supaya tidak ada yang ke mencari ketempat ini.
''Segera bawa mobil kemari.'' Ucapku.
''Baiklah'' ucap Mr.x ( nama samaran)
Ia rekanku yang akan membantu membalaskan dendamku.
Tak berapa lama yang ditunggu pun datang juga, kami bergegas pergi ke lokasi yang sudah dijanjikan.
Sesampainya disana kami menurunkannya, sementara suasana di disi sangat sunyi tepat pukul 02.30 wib sesuai dengan ke inginanku.
''Mr X aku harus segera pergi kau urus dia, aku ingin dia sadar besok,'' gumamku lalu pergi.
__ADS_1
Aku bergegas kembali kerumah ternyata masih sepi semuanya masih seperti awal aku tinggalkan, semoga tidak ada yang curiga.
Bersambung.......