CINTA SEHITAM ARANG

CINTA SEHITAM ARANG
Rumah sakit


__ADS_3

Akhirnya ambulans dan polisi sampai ke tkp, aku langsung di larikan kerumah sakit dalam keadaan setengah sadar diri. Luka ditubuhku begitu banyak visum pun dilakukan untuk memastikan penyebabnya.


Obat demi obatpun disuntikan jarum infus juga tidak ketinggalan, pandanganku sayup-sayup melihat perawat silih berganti memberi perawatan.


Entah obat apa yang mereka masukkan sehingga aku merasakan ngantuk yang sangat luar biasa, sebenarnya aku tidak ingin memejamkan mataku aku ingin melihat semua kekacauan ini, aku ingin mendengar berita kematian Alex yang sangat tragis.


Aku terus menahan rasa ngatuk ini, tapi semakin aku berusaha semakin tidak sanggup.


...****************...


Aku terbangun ternyata sudah pagi, Zaky sudah ada disini dan beberapa polisi, mereka menungguku bangun untuk mengintrogasi, aku sudah sangat siap dan inilah yang aku tunggu-tunggu.


''Ibu Qia, Apa bisa mendengar suara saya? '' Ucap salah seorang polisi.


''Hmmm...'' Aku hanya menganggukan kepalaku menandakan aku siap.


''Apa bisa kami tanyakan perihal kecelakaan itu,''


''Tanyakan saja,'' air mataku menetes.


''Ibu, Qia? apa betul waktu kecelakan itu yang mengemudikan mobilnya saudara Alex?''


''Ia, saya bersama Alex.''


''Bisa ibu ceritakan kronologi kejadiannya?''


''Jadi Alex menjemputku dirumah tapi aku menolak untuk ikut, ia terus memaksa bahkan ia juga memukul ku. Lalu menyeretku masuk kedalam mobil. Ditengah jalan aku memaksa untuk diturunkan tapi ia menolak akhirnya kami cekcok, entah kenapa tiba-tiba mobil kami oleng dan tidak terkendali.''


''Lalu bagaimana anda mengetahui ada jurang didepan?''


''Alex berteriak ada jurang dan mengatakan kami akan mati, disaat itu juga kuputuskan melompat dari mobil.''


''Kenapa saudara Alex tidak melompat juga seperti anda?''


''Untuk itu saya tidak mengetahuinya, bahkan saya pun tidak bisa melihat kejadian waktu itu karna saya buta, saya hanya berfikir bisa keluar dari mobil secepatnya.''


Aku langsung menangis mengingat kejadian yang sangat tragis itu, air mata kebahagian ini mengalir dengan sangat deras, jasad terbakar habis sungguh sangat memilukan.


''Tolong pak? jangan ingatkan lagi, aku tidak bisa bayangakan apa yang terjadi kepadaku, jika tidak keluar dari mobil itu secepat mungkin.''


Zaky membisikkan sesuatu dan itu membuatku sangat tegang.


''Suster tolong lakukan uji penglihatan, mungkin saja ada yang terjadi saat kejadian,'' ujarnya pak polisi.


''Baik pak! akan kami laksanakan.''


Beberapa suster datang untuk membawaku keruangan dimana dilakukannya uji penglihatan, aku begitu takut jika sampai ini dilakukan maka semua orang akan mengetahui yang aku tutup-tutupi.


Tapi aku tidak bisa menolak polisi dan Zaky terus mengawasiku, kemana aku pergi mereka juga ada.


Aku duduk dikursi roda Zaky mendorongku dan satu suster memegang infus.


''Tunggu diluar saja pak, hanya pasien yang diperbolehkan masuk,'' ucap suster.


''Suster dokternya dimana?'' Ucapku.


''Akan segera datang buk.''


Sekarang tidak ada lagi harapan, aku hanya bisa pasrah menyaksikan semuanya terjadi, rasanya hidup ini begitu tidak adil baru saya aku tersenyum melihat rencanaku berhasil, kini semuanya akan berakhir.


Plakkk...Plak...plak...

__ADS_1


Seorang dokter menghampiriku sungguh luar biasa semua usahaku akan hancur sia-sia, mereka yang memberiku kepahitan bisa hidup dengan tenang tanpa rasa bersalah dan penyesalan.


''Suster tolong siapkan semua yang peralatannya.''


''Sudah dok.''


''Tunggu diluar saja ini bisa saya tangani sendiri.''


Akhirnya aku tinggal hanya berdua saja dengan dokter, tapi seluruh wajahnya tertutup kecuali matanya saja yang kelihatan.


''Dokter, aku tidak ingin melakukan tes ini?''


''Kenapa apa yang anda takutkan? ini tidak akan melukai anda sedikitpun,'' ucapnya dengan tegas.


''Aku hanya tidak ingin saja, tolong beritahu saja mereka bahwa aku benar tidak bisa melihat.''


''Tapi ini diperlukan untuk meningkatkan semangat anda agar semakin membara, kau bisa melihatkan?''


''Maksudnya? hmmm... '' aku diam.


''Bersabarlah kamu pasti akan mengetahuinya.''


Perlahan ia membuka maskernya kini wajahnya terlihat dengan sangat jelas.


''Andri ... kau? '' ucapku tidak percaya.


Ia membekap mulutku dengan tanganya dan menyuruhku diam.


''Sekarang kau bisa tenang, aku akan membantumu melewati tes ini, mereka tidak akan mendapatkan apa pun.''


''Terimakasih banyak, jika kamu tidak disini, aku tidak tau apa yang akan terjadi.''


''Owh manis sekali, aku sudah berjanji akan terus menjagamu, jadi bagaimana mungkin aku membiarkanmu melewati ini sendiri.''


''Aku tidak perlu siapapun untuk mencarimu, aku tau semua yang kamu lakukan tanpa kamu memberitahuku, sekarang senyumlah pemeriksaanya sudah selesai apa kamu siap mendengarkan hasilnya ?''


''Suster!''


''Ia dokter.''


''Bawa kembali pasien ini kekamarnya.''


''Dokter bagaimana hasilnya? saya dari kepolisian yang menangani kasus ini.''


''Hasilnya, Hmmm...''


''Apa hasilnya dokter?'' Ucap Zaky.


''Menurut pemeriksaan yang saya lakukan saudara Qia Benar buta,''


Zaky pasti berharap anggapannya benar dan kecirigaannya terbukti, terlihat jelas kekesalan di wajahnya.


''Maaf Zaky jangan pernah berfikir terlalu jauh jika kau tidak mau jatuh,'' gumamku dalam hati lalu pergi.


''Kenapa tes ini perlu dilakukan? '' Tanya Andri.


''Hanya untuk memastikan semuanya, supaya tidak ada keraguan dan masalah yang serius dimatanya, aku tidak ingin terjadi kelalaian sedikit pun yang menyebabkan penyesalan dikemudian hari,'' jawaban Zaky sungguh luar biasa.


Orang-orang pasti menganggap ia orang yang sangat baik dan tulus, sehingga mau menerima wanita buta.


''Pak, Zaky, sekarang sudah terbukti kecurigaan bapak salah.'' Ucap polisi.

__ADS_1


Owh! ternyata Zaky mulai mencurigaiku aku harus lebih waspada.


Aku berbaring dan memejamkan mataku untuk istirahat sejenak, berfikir keras juga sangat membutuhkan istirahat yang cukup, supaya bisa mencapai akhir yang sempurna.


''Hey... wanita tidak berguna.''


Aku tersentak mendengar suara Zaky, ia menggenggam tanganku dengan kuat


''Lepaskan aku atau aku akan berteriak.''


''Kamu tidak akan aku lepaskan sebelum mengatakan semua yang kamu lakukan kepada Alex.''


''Apa kamu sudah gila? akulah yang menjadi korban tapi kamu tetap tidak peduli, jika saja tadi nasibku sama seperti Alex kamu pasti sangat senang.''


''Kamu tidak perlu mengalihkan pembicaraan, apa sebenarnya yang kau lakukan?'' Ia semakin menjadi-jadi.


''Aku membunuhnya kau puas, sekarang apa yang akan kau lakukan kepadaku.''


''Dasar wanita gila, akan kuhabisi kau sekarang,'' Ia mencekikku.


''Kalau saja kau tidak menyuruhnya memaksakku, ini tidak akan terjadi. Penyebab semua ini adalah kau Zaky kau... ''


''Jadi Kau menyalahkanku?''


''Kalau kau berani menyakitiku disini aku akan katakan kepada semua orang yang kamu lakukan.''


''Owh...sekarang kau berani mengancamku dasar wanita tidak berguna cuihhh...'' ia membanting pintu meninggalkanku.


Aku hanya bisa menangis mendengar penghinaan yang tiada henti keluar dari mulutnya, dimatanya aku tidak lebih baik dari sampah.


''Qia...hey, kenapa kamu menangis apa ada yang sakit?'' Andri memegang tanganku.


''Ko kamu ada disini,'' ucapku.


''Kenapa? apa aku tidak boleh memeriksa pasienku?'' ia tersenyum menatapku.


''Justru aku begitu senang kamu ada disini, tapi bagaimana jika ada orang yang melihat kita?''


''Lalu apa? kenapa? kamu takut aku adalah dokter dan kau pasien jadi hal yang sangat lumrah jika pasien dan dokter dalam satu ruangan, kenapa kamu menangis apa yang membuat mu begitu sedih?'''


'' Tidak ada.'' Aku berusaha tersenyum.


''Aku tau pasti karna laki-laki itu, kamu harus kuat apapun masalah yang datang tetaplah menjadi Qia yang pemberani.''


''Terimakasih selalu ada untukku.''


Andri menggenggam tanganku memberi support. Tiba-tiba ada yang masuk kedalam ruangan aku langsung menghempaskan genggaman Andri.


''Dokter bagaimana ke adaannya? kapan bisa pulang?'' Ucap Zaky.


Jantungku berdegup kencang semoga saja ia tidak curiga.


''Karna ke adaanya masih belum stabil butuh waktu 2 hari lagi untuk penyembuhan,'' jawab Andri.


''Apakah ada masalah serius? apa tidak bisa jika penyembuhannya dilakukan dirumah saja?''


''Tidak ada yang perlu di kawatirkan, lukanya memang cukup banyak tapi dengan perawatan dan istrahat yang cukup, secepatnya akan kembali normal.''


''Berikan dia obat yang terbaik yang bisa menyembuhkan lukanya dan bekasnya dengan cepat, Aku tidak ingin rugi lebih banyak lagi.'' Ucap andri dengan sinis.


''Baiklah! kami akan memberikan pengobatan yang terbaik.''

__ADS_1


Setelah Andri keluar kamar beberapa laki-laki masuk, Zaky langsung menyambut mereka kelihatannya sangat akrab.


Bersambung......


__ADS_2