CINTA SEHITAM ARANG

CINTA SEHITAM ARANG
Amarah


__ADS_3

Kubersihkan kekacauan yang telah Zaky perbuat, satu persatu tertata kembali seperti semula. Tinggal kamarnya saja yang belum ku bersihkan dan itu tidak akan mungkin.


''Zaky...Zaky...Zaky... kau dengar aku?'' Ku ketuk pintu kamarnya.


''Pergi dari sini, aku muak denganmu!''


''Aku sudah menata semuanya seperti semula sekarang tinggal kamar mu saja yang tersisa,''


''Tidak perlu! tinggalkan saja rumah ini itu sudah cukup bagiku,''


''Perlahan kututup pintu dan tak lupa melemparkan kertas tulisan ibunya,'' Aku berjalan menuju ruang tamu menanti kembali drama yang terjadi.


Setelah kematian pak Zulham rumah ini menjadi sangat ramai, sangking banyaknya masalah yang ia telah lakukan di masa lalu.


Darrr...


Suaranya berasal dari kamarku.


Perlahan ku buka pintu dan ternyata ada seseorang yang bersembunyi.


''Andri bukankah aku sudah meyuruhmu pergi?''


''Ia... lalu apa? Apa kau keberatan jika aku berada disini.''


''Ia... aku sangat senang kau berada disini tapi di sisi lain ada Zaky.''


''Lalu, apa aku tidak penting untukmu?''


Aku diam dan bergegas mengunci pintu, mendengar kata-katanya membuat ku semakin bingung.

__ADS_1


Aku merasakan sesuatu yang sangat lain perlahan-lahan rasa ini semakin tak bisa ku simpan.


''Andri... aku tidak perlu menjawab apapun kau pasti sudah mengetahui semuanya tentangku.''


''Satu hal yang tidak aku ketahui, hatimu...''


''Hmmm... Apa tidak ada pekerjaan lain selain menggangguku?''


''Kenapa kau malu? Aku hanya ingin melihatmu disepanjang hari, apa itu salah?''


''Selamanya kau adalah orang yang paling benar yang pernah aku kenal, puas...'' gumamku.


''Tidak... selama aku belum sepenuhnya dihatimu, aku belum puas!''


''Andri... cukup jangan merayuku lagi, cepat pergi dari sini. Zaky bisa datang kapan saja kesini.''


''Andri kau tau kan, kita harus melakukan ini. Selangkah lagi semuanya akan selesai.''


''Ya... akan kuturuti kemauanmu asalkan kau bahagia,''


''Hmmm... pergilah!''


Kenapa rumah ini sangat damai apa yang terjadi? kenapa tidak ada suara Zaky.


Krekkk... ( suara pintu kamar Zaky)


''Masuklah! kau sudah puas, kan? kau menjadikan ku yatim piatu sama sepertimu,'' Zaky tiduran di lantai setelah minum banyak.


''Kau mabuk Zaky?''

__ADS_1


''Tidak... mari kita bersenang-senang.''


''Kau tidak sadar sebaiknya istirahat saja dan berusahalah menerima kenyataan ini.''


''Terimakasih telah membunuh ayah, memang itulah yang terbaik untuknya kematian...''


''Terimakasih, untuk apa?''


''Kau tau dialah penyebab ibuku pergi jauh dan tak pernah memelukku lagi, meski kau yang menulis semua isi suratnya tapi aku percaya.''


''Surat apa yang kau maksud?''


''Tidak perlu berpura-pura aku tahu semuanya, kau ingin balas dendam, kan? karna tidak bisa menghabisiku jadi Ayahku lah yang menjadi korbannya,''


''Sudah aku katakan berulang kali, Aku tidak ada hubungannya dengan kematian itu.''


''Lalu, apa lagi yang kau tunggu habisi aku juga, selamanya aku akan selalu membencimu, sebelum kau ku habisi sebaiknya pergi, atau habisi aku,''


''Aku akan menghabisimu tapi tidak sekarang!''


''Jangan lupa tutup pintunya...''


Jika saja ia tidak melibatkam ku atas kematian ayahnya aku sudah menghabisinnya, tak perlu mengulur waktu lebih lama lagi.


''Hey... siapa?'' Mataku ditutup dengan kain tangan ku di ikat dan mulutku di sumpal.


Ia menggendongku aku tidak bisa berteriak.


Beraambung...

__ADS_1


__ADS_2