CINTA SEHITAM ARANG

CINTA SEHITAM ARANG
Bebas


__ADS_3

''Untuk apa kau datang kemari, aku tidak mengenalmu jadi sebaiknya pergi dari sini. kau tidak akan mendapat apapun dariku.''


Ia terus mendekatiku tanpa berkata apapun, aku sangat heran melihat tingkah lakunya.


''Qia, aku datang kesini tidak untuk mengatakan apapun padamu,''


''Kenapa Zaky menyuruhmu kesini? untuk mengakui kematian ayahnya?''


''Aku tidak ada hubungannya antara Zaky, aku datang kesini atas kemauanku sendiri, karna mengkhawatirkanmu!''


''Aku tidak butuh belas kasihan dari siapapun, aku bisa menjaga diriku sendiri, silahkan pergi dari sini!''


''Apa kau tidak ingin melihatku?''


''Sudah cukup! pergi dari sini!'' Ujarku.


Ia diam seperti patung tak berkata apapun, hanya senyum melihatku.


''Ini aku Andri, apa aku harus segera pergi dari sini?'' ia membuka penyamarannya sekejap mata.


''Kenapa penampilanmu seperti ini? Aku sangat takut berada di sini, tolong keluarkan aku segera.''


''Kau tidak perlu merasa takut, aku tidak akan membiarkan mu tinggal lebih lama disini, jaga dirimu aku pasti kembali,''


Lalu ia pergi begitu saja meninggalkan ku, hatiku sedikit lega akhirnya Andri datang menemui ku.

__ADS_1


Hanya perlu bersabar sebentar semuanya akan baik-baik saja.


30 menit kemudian batang hidung Zaky muncul juga.


''Apa dia sudah mengakui perbuatannya?'' Ujarnya kepada polisi yang menjaga.


''Tidak maaf, sampai saat ini tidak ada yang keluar dari mulutnya kecuali kata tidak.''


''Kenapa kalian tidak bisa membuatnya mengaku.''


''Hari ini keluar hasil autopsi, kemungkinan besar pak Zulham memang bunuh diri.''


''Tidak mungkin pasti seseorang yang telah membunuh ayahku.''


''Untuk saat ini sebaiknya bawa saja ia pulang pak, kami tidak bisa menahnnya disini lebih lama, tanpa bukti yang jelas.'' Tegas polisinya.


''Jika bapak tidak membawanya dari sini maka kami akan melepaskannya, tanpa bertanya ia akan pergi kemana.''


''Sial! buka selnya. Akan kutangani perempuan tidak waras ini.''


Akhirnya aku keluar dari penyiksaan ini dan bisa bernafas dengan lega. Aku tersenyum menghampiri Zaky tapi wajahnya malah sebaliknya.


''Kenapa wajahmu sangat tegang melihatku?'' Gumamku.


Ia tidak berkata apapun tapi menyeretku keluar menuju mobilnya. Kemarahannya padaku tampak jelas dari caranya mengemudi mobil yang ugal-ugalan.

__ADS_1


Kututup mulutku rapat-rapat melihat kemarahan di wajahnya.


''Kita akan mati bersama sekarang, kau sangat mencintaiku kan? jadi tidak masalah jika saat ini kita mati!''


Aku tersenyum kearahnya dengan senyuman yang begitu manis, yang mampu meluluhkan hati siapapun yang melihatnya.


Melalui perjalanan yang singkat akhirnya sampai juga kerumah ini, rumah sejuta kenangan pahit. Tepat pukul 10.00 wib dengan perasaan yang sangat lega.


''Kenapa kau ingin mati? apa karna ayahmu mati?'' Ujarku.


Ia tidak berkata apapun langsung pergi meninggalkan ku begitu saja.


Setelah memastikannya masuk dan mengunci kamar, aku berlari ke kamar ayah mencari buku yang selama ini ia sembunyikan.


Se isi kamar sudah ku geledah tapi tidak ada di sini. Jika tidak ada disini berarti ada di suatu tempat.


Aku berfikir keras untuk mendapatkan buku itu, karna itu sangat aku perlukan.


''Mr.x apa kau tahu dimana buku itu berada?''


''Ya, bersamaku. Setelah membunuhnya sengaja ku ambil buku ini jika sewaktu-waktu di perlukan maka ini bisa menjadi bukti yang kuat.''


''Huh... syukurlah! sebaiknya kirimkan buku itu ke pihak kepolisian, kita lihat drama apa selanjunya yang akan terjadi.'' Ujarku.


''Akan aku kirim kan besok pagi dan akan kupastikan semuanya terbuka dengan jelas. Istrahatlah! pasti kau sangat kelelahan.''

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2