CINTA SEHITAM ARANG

CINTA SEHITAM ARANG
Ayah


__ADS_3

Rasanya sakit sekali mendengar jerit tangis mereka, aku kehilangan orang tuaku sewaktu kecil, sampai sekarang masih merasakan kehilangan yang luar biasa.


Maafkan aku! ini sungguh sangat berat bagiku tapi, perbuatan yang mereka lakukan kepadaku sungguh sangat biadap.


''Qia, kau dari mana saja?'' Ucap ayah mengagetkan ku.


''A-aku tidak pergi kemana-mana ayah, ada apa?'' ku hapus air mataku lalu menghampirinya.


''Tolong buat kan ayah kopi antar saja kekamar, sepertinya sangat cocok menemani pagi ini.''


Tak berapa lama ku antar kopinya ke kamar ayah.


''Ayah kopinya!''


''Ya, masuk duduklah disini.'' Ayah sedang terbaring ditempat tidur.


Aku duduk dikursi yang tak jauh dari tempat tidurnya.


''Apa ayah mau mengatakan sesuatu?'' Ujarku.


''Apa kau bahagia dengan Zaky?'' pertanyaan yang sangat sulit ku jawab.


''Hmmm...'' aku tersenyum kearahnya.


''Ayah sangat ingin kau bahagia bersama Zaky, dengar semua orang itu berhak bahagia dengan cara apapun.''


''Maksud ayah gimana?'' Aku sangat bingung mendengar perkataanya.


''Ia, ayah mempunyai kawan baik dan ia memiliki anak laki-laki, Ayah sangat mengenal mereka semua, jika kau mau ayah akan membantumu keluar dari cengkeraman Zaky.''


Saat ini aku benar-benar yakin dengan semua isi surat yang kubaca, Laki-laki yang dihadapanku ini tidak lain adalah bajingan juga.


''Ayah kenapa kau katakan itu? sekarang aku adalah istrinya Zaky! bagaimanapun, baik ia menerimanya atau tidak, seharusnya ayah membantu kami untuk memperbaiki hubungan ini, bukan semakin merusaknya.'' Aku keluar dari kamar itu dengan wajah dan perasaan yang sangat kesal.


''Kenapa dengan wajahmu?'' Ucap Zaky.


Aku tidak menghiraukan perkatannya dan terus berjalan kekamarku.


Keluarga apa yang aku dapatkan ini, kukira setelah pak Zulham kembali kerumah ini, ia akan menjadi orang tua yang baik seperti harapanku.


Sedikit demi sekit rasa dendamku terhadap Zaky telah terkikis, tapi sekarang rasanya tidak ada kedamaian di rumah ini.


Sepanjang hari aku hanya berada didalam kamar, rumah ini sama saja seperti kuburan hanya ada keheningan.


''Qia...''


''Ya...'' ucapku membukakan pintu.


''Ayo! kita pergi keluar jalan-jalan, kamu pasti suntuk berada dirumah sepanjang hari.'' Ia tersenyum manis kearahku.


''Tidak, biarkan aku dirumah saja! aku baik-baik saja.'' Ucapku.


''Hei... apa kau belum percaya kepadaku?''


''Tidak, bukan begitu maksudku. Aku hanya tidak ingin pergi kemanapun.''

__ADS_1


''Maafkan aku! ini salahku selamanya kau tidak akan pernah percaya kepadaku.'' Ucanya lalu pergi meninggalkanku.


''Z-zaky tunggu...''


''Ya...'' ia membalikkan badanya kearahku.


''Ayo kita pergi! aku sudah sangat suntuk berada disini terus, kau akan membawaku kemana?''


''Tempat yang sangat spesial khusus untukmu,'' ia menggenggam tanganku sembari berjalan.


Tak berapa lama akhirnya kami sampai di sebuah restauran tempatnya begitu indah.


Zaky menggengam tanganku dan senyum tipis kearahku lalu perlahan memasuki restauran.


''Silahkan duduk sayank..(ku lihat wajahnya dengan sangat tidak percaya) Hei! kenapa kamu diam saja, ayo duduk kita akan kencan hari ini.'' Ini seperti mimpi.


''I-ini serius untukku?'' Aku masih tidak bisa percaya.


''Lalu, untuk siapa lagi! hanya kita berdua kau dan aku.''


Hari ini semuanya begitu indah tapi rasa takut dikhianati itu belum bisa kulupakan, aku terus melirik ke sekelilingku melihat apa yang direncanakan Zaky.


Semuanya berjalan normal tidak ada yang mencurigakan hingga kami selesai makan.


''Kita kerumah sakit yuk?''


''Hmmm untuk apa? siapa yang sakit?''


''Tidak ada! sudah ikut saja, akan kutunjukkan sesuatu.''


Dalam perjalanan hingga sampai kerumah sakit semuanya hening, aku dan Zaky tak berbicara sedikitpun


Aku terdiam tak menanggapi perkataannya.


''Kau lihat sudah 2 hari sejak penemuan mayat itu, tapi polisi masih saja belum bisa menemukan pelakunya, bagaimana kau melakukannya? semuanya begitu sempurna.'' Lanjut Zaky mencoba membongkar pengakuanku.


''Maksudmu apa? kau tau, jika kau membuat kesalahan lagi maka mayat mu lebih dari itu.''


''Aku tidak akan bisa kau habisi kan? karna kau sangat mencintaiku dan aku adalah orang yang pertama kau cintai.''


''Jangan terlalu percaya terkadang cinta bisa berubah, sewaktu-waktu menjadi pisau yang sangat tanjam,''


'' Halo! pak Zaky...'' Ucap seorang petugas kesehatan.


''Hai! Ini istriku,Qia! Qia kenalkan ini pak Arif ahli forensik.'' ku ulurkan tanganku.


''Ada urusan apa datang kemari pak?'' Sepertinya mereka sudah sangat saling kenal.


''Bagaimana? Apa sudah ada perkembangan kasusnya?''


''Sampai saat ini kami belum menemukan jejak pelaku, semuanya disusun dengan sangat rapi.''


''Owh... pasti ia sudah melakukan ini dengan pertimbangan yang sangat tinggi.''


Kami beranjak pulang setelah dari rumah sakit raut wajah Zaky terlihat sangat kesal.

__ADS_1


''Zaky, ada apa dengan wajahmu?'' uUarku


''Apa ada yang salah? bagaimana caramu membunuh mereka? tanpa jejak, bahkan ahli forensik pun belum menemukan petunjuk sedikitpun. Luar biasa Qia...'' ia melirik kearahku.


''Apa kamu ingin tau?''


''Ya! kenapa tidak, kau tau seluruh kota membicarakan pembunuhan ini, orang tua melarang anak laki-lakinya meninggalkan rumah.''


''Aku membunuh mereka semua dengan tanganku sendiri, jadi jika kau ingin melaporkanku kepolisi silahkan saja, aku tidak melarangmu.''


''Akan ku lakukan disaat yang tepat.''


Kami sampai dirumah sudah malam hari, ketika kami pulang ayah sedang menunggu diruang televisi.


''Kemana saja kalian? kenapa lama sekali? Zaky cepat antarkan ayah dulu,'' ucapnya.


''Kita akan kemana?''


''Sudah ikut saja!''


Mereka berdua pergi meninggalkan ku, kulihat mobil sudah keluar dari pagar dan melaju kencang, aku berlari kekamar Zaky.


Sial, pintu kamar ibunya terkunci. Ku cari jalan masuk di setiap sudut kamar Zaky dan akhirnya kutemukan juga.


Setiap sudut ku periksa tanpa melewatkan celah sedikit pun, aku menemukan sebuah kotak kayu yang digembok, setelah berusaha membuka tapi hasilnya sia-sia.


Tanpa membuang waktu bergegas ku tinggalkan tempat itu dan kembali kekamarku.


Setelah bersusah payah akhirnya bisa terbuka ada beberapa poto wanita, tapi wajah mereka hampir tidak bisa dikenali.


Dibelakang setiap poto ditulis nama dan alamatnya.


''Mr.x, bisa kau menemuiku sekarang?'' kutelpon dia semoga saja ia bisa memecahkan semua teka-teki ini.


''Ia, kebetulan aku tidak jauh dari rumahmu,''


Akhirnya ia datang juga .


''maaf aku terlambat!'' Ucapnya dengan raut wajah yang dibasahi keringat.


''Ada apa denganmu? nafasmu...'' Aku sangat bingung melihatnya.


''Aku berlari kesini mobilku kutinggalkan di ujung jalan.''


''Hah....kenapa?''


''Qia, Jika nanti Zaky dan ayahnya pulang, melihat ada mobil terparkir di depan pasti mereka akan mencurigaimu.''


''Ohh! Terimakasih ya, maaf membuatmu seperti ini. Ayo masuk kekamarku aku menemukan poto dan ini surat yang aku katakan kemarin.''


''Tapi, wajah mereka sudah tidak terlihat dengan jelas lagi,''


''Lihat! dibelakang tertulis nama dan alamatnya, aku yakin ada sesuatu.''


''Sekarang aku akan membawa ini semua, untuk mencari tahu orang-orang ini,'' ia berlari keluar rumah.

__ADS_1


Tapi tanpa disangka Zaky dan Ayah kembali kerumah. Jika mereka melihatnya pasti semuanya kacau.


Bersambung....


__ADS_2