CINTA SEHITAM ARANG

CINTA SEHITAM ARANG
menjauhi


__ADS_3

Benar saja pagi ini aku sengaja menyalakan tv, berita orang hilang kembali muncul kali ini korbannya tidak lain adalah seorang laki-laki paruh baya ia Erik.


Beruntung pagi ini Zaky belum juga kembali jadi aku bisa menyaksikan berita tentangnya. Aku tertawa bahagia melihat keadaan ini, Zaky pasti sangat tegang mendengar berita ini.


Lagi-lagi dia orang terakhir yang bersama para korban, ini permainan yang sangat menarik.


Aku tidak sabar menunggunya pulang, aku trus melihat kearah pintu tapi tak kunjung datang.


Aku kembali kekamarku sambil menunggunya datang, sebenarnya aku sangat ingin menikmati udara diluar.


Aku ingin bebas melakukan apapun yang ku inginkan tapi satu sisi dendamku harus terbalaskan, jika ada yang melihatku diluaran sana pasti mereka mencurigaiku.


Sembari menunggu Zaky aku ketiduran.


Jam 13.00 wib tapi Zaky belum juga dirumah aku pun keruang tv untuk memastikannya. Ketika aku sedang duduk dishofa tiba-tiba kudengar suara benda jatuh. Aku pun berjalan mencari arah suara itu ternyata suaranya dari kamar Zaky .


Aku bergegas membuka pintu kamarnya.


''Zaky...? ada apa ?'' ucapku.


Ternyata ruangnya kosong tidak ada siapapun, vas bunganya jatuh dan pecah mungkin angin. Aku meninggalkannya begitu saja, ia tidak boleh tau aku kekamarnya aku kembali keruang tv.


''Qia...'' seseorang memegang pundaku.


''Kamu siapa,'' suaranya begitu asing.


''Aku Alex, Zaky menyuruhku untuk menjemputmu.''


''Zaky ada dimana? dan kau akan membawaku kemana?''


''Aku tidak tau, tapi nanti ia akan mengirim alamatnya.''


''Pergilah! aku tidak ingin pergi kemanapun, biarkan aku sendiri disini jika tidak suruh ia datang menjemputku.''


Karna aku menolak ikut dengannya Alex, ia menelpon Zaky tepat dihadapanku.


''Zaky perempuan buta ini tidak mau ikut bersamaku, bagaimana sekarang?'' Ujarnya.


''Kalau dia tidak mau paksa saja, selanjutnya aku akan menanganinya, lakukan cara apapun agar dia mau ikut.''


''Ok!'' Lalu ia menutup telponnya.


''He...wanita buta sekarang kau harus ikut bersamaku atau aku akan memaksamu.''


''Tidak! aku tidak mau....''


''Oh! aku tau pasti kamu ingin bersenang-senang denganku? baiklah aku akan menuruti kemauanmu.'' Ia mencoba memelukku di shofa.


''Tidak! tolong lepaskan aku, aku akan ikut denganmu.''

__ADS_1


''Kita akan pergi setelah aku puas, sekarang kau harus memberiku kenikmatan itu, ayolah kau tidak perlu malu kau hanya perlu mengikuti permainannya dan nikmati saja,''


Kelakuannya semakin menjadi-jadi ia seperti sudah kesetanan, aku mendorongnya tapi semakin aku melarangnya semakin ia kesetanan.


Ia menampar wajahku dan membenturkan kepalaku kedinding, ia tidak punya fikiran tangan dan kakinya melukaiku secara bergantian.


Seluruh tubuhku lebam kedua matanya membiru, aku sudah tidak sanggung berdiri lagi siksaannya begitu kejam.


Aku memohon dan menangis tapi ia adalah iblis tidak akan mungkin ada rasa iba di hatinya.


''Ayolah... tidak usah malu-malu perempuan buta.''


Ia memelukku dengan sangat erat dan berusaha melecehkanku, sekarang tidak ada cara lain selain membiarkannya melakukan semaunya.Tenagaku tidak akan bisa melawan iblis didalam dirinya.


''Iya, aku akan melayanimu tolong lepaskan aku.'' Ucapku menyerahkan diri.


''Kenapa tidak dari tadi kau katakan, jadi tidak meski kusakiti dulu tubuhmu yang indah ini, Sekarang lepaskan semua pakaianmu, Cepat! aku tidak ingin menunggu.''


''Aku akan melakukan yang kau minta, tapi sekarang tolong aku sangat haus aku ingin air minum.''


''Tunggu disini,'' ia pergi kedapur.


aku mencari sesuatu disekitarku yang bisa membuatnya tak berdaya.


''Minumlah!'' segelas air itu pun habis ku minum tanpa sisa.


Ia memelukku dari belakang dan mencium tubuhku.


''Oh... wanita buta yang sangat nakal aku tidak salah datang kesini.''


Aku menyuruhnya berbaring di shofa sementara aku naik ke atasnya wajah bajingan itu begitu mengharap aku melayaninya sesuai keinginannya, kini hanya kematian akan dihadapinya.


''A-uuu...'' jeritan yang sangat luar biasa.


Aku tersenyum melihat wajahnya yang sangat menikmati permainan ini, saking bersemangatnya sampai tubuhnya terjatuh dari shofa.


''Dengar ini baik-baik, Alex! mungkin kamu akan memerlukan pengakuanku ini suatu hari nanti, mungkin kau akan memberi tahu semua kebenaran ini kepada semua orang terutama Zaky, Aku bisa melihat dan aku tidak buta,'' ucapku.


''Aaa...'' hanya kata itu yang keluar dari mulutnya.


Matanya sayup-sayup jantungnya berdegup sangat kencang, sekarang wajahnya mulai pucat. Aku tidak sabar melihat wajahnya untuk yang kedua kali, kucabut lalu kutancapkan lagi betul saja sekarang ia tidak sanggup berbicara satu kata pun.


Matanya tertutup rapat sangking menikmatinya. Tubuhnya mulai dingin cairannya kini mengalir kemana-mana.


''Alex bagaimana sekarang kamu ingin menikmati permainannya lagi?'' Aku duduk di atas tubuhnya.


Tanpa memberikan komentar ia menutup matanya dengan sangat tenang, aku mengambil handpone untuk menghubungi seseorang.


''Mr.x, Cepat datang kesini! Alex sudah kubunuh.'' Seluruh tubuhku bergetar aku tidak bisa mengontrol emosiku.

__ADS_1


''Astaga, sebelum aku sampai sembunyikan mayatnya, bersihkan semuanya jangan sampai ada yang curiga kepadamu, kapan pun bisa saja ada yang datang.'' Ucaanya.


''Zaky meyuruhnya menjemputku, tapi karna aku menolak ia memaksaku melayaninya, aku tidak tau harus bagaimana, cepatlah! aku sangat takut.''


''Aku segera kesana sebelum aku sampai jangan lakukan kesalahan sekecil apapun.''


''Baik!'' Ucapku dan menutup teleponnya.


Kini permainanya berakhir nyawanya ada ditanganku, sewaktu ia pergi mengambil air aku menyelipkan gunting di dalam pakaianku.


Aku menusuk tepat di jantungnya seketika darahnya mengari dan matanya pun melotot, melihat kearahku menahan rasa sakit yang luar biasa.


Binatang saja mengerti dengan rasa sakit begitu juga manusia pasti sangat merasakannya, tapi iblis berwujud manusia tidak akan mengerti dengan rasa sakit.


Jika kau memukulku aku akan memberi peringatan, tapi jika menyangkut harga diri maka mautmu adalah aku.


15 menit menunggu Mr.x datang juga, ia langsung mengangkat bangkai itu kedalam mobil.


''Kenapa kamu membunuhnya, kamu sendiri yang mengatakan untuk stop beberapa hari ini.''Ujarnya dengan wajah kesal.


''Maafkan aku Mr.x, aku terpaksa bertindak ia mencoba melecehkanku, aku tidak ada pilihan lain,'' aku menangis.


''Tapi kalau tadi ada orang yang datang kerumah ini maka semuanya akan berantakan, lain kali kalau kamu bertindak maka fikirkan akibatnya dulu, aku tidak ingin kau kenapa-napa '' ia memelukku dengan erat.


''Aku terdesak keadaan, aku bingung harus melakukan apa ia terus memaksaku.''


''Bersihkan darahnya dan semua kekacauan disana aku akan mengurus bangkai ini, jangan lakukan kesalahan ini lagi?'' ia pergi dengan raut wajah yang kesal.


Mayat itu akhirnya enyah dari tempat ini. aku membereskan semua bekas permainan ini, kini semua kembali seperti semula.


Tinggal mobil yang digunakanya masih terparkir di depan rumah, aku membawanya pergi untuk menghilangkan jejak.


Ditengah perjalanan aku melihat jurang tanpa fikir panjang ku buka pintu mobil dan melompat keluar. Aku mengarahkan mobil untuk jatuh kejurang dengan kecepatan tinggi.


''To-lo-ng...'' aku berteriak meminta pertolongan karna situasi jalan cukup ramai jadi ini memudahkanku untuk meyalahkan Alex.


Selang beberapa menit mobil yang aku bawa meledak di jurang itu.


Bommm...


Aku terpental dan luka diseluruh tubuhku, beberapa kendaraan berhenti dan hanya melihatku terkapar begitu saja, orang-orang mulai berkumpul mereka menelpon ambulans dan polisi.


''Tolong aku ...'' Ucapku dengan rintihan.


Tapi mereka hanya menenangkanku dan menyuruhku bersabar dan tenang.


Sebenarnya semua luka ini tidak aku rasakan, tapi rasa sakit dihatiku lebih terasa dan tidak terhapus.


Dengan begini tidak akan ada yang mencari Alex lagi tubuhnya sudah terbakar habis, pekerjaanku selesai aku tidak perlu memikirkannya, semuanya aman terkendali besok berita kematiannya akan tayang di tv.

__ADS_1


Sore ini banyak sekali kejadian yang tidak disangka-sangka.


Bersambung...


__ADS_2