
Seharian ku caritahu tentang perempuan yang di poto itu, tapi kenapa semuanya begitu rumit.
''Mr.x, kita tidak punya jalan lagi kecuali kamar itu.''
''Apa yang harus kulakukan?''
''Aku akan mengajak mereka pergi keluar, setelah itu kau masuk cari semua di sudut rumah, kita harus mendapatkannya.''
''Ok! sekarang lebih baik kau pulang hari sudah mulai malam, besok jangan lupa kabari aku,''
Aku kembali kerumah begitu Juga Mr.x, ketika aku masuk Ayah dan Zaky sedang duduk di sofa.
''Qia, kau sudah pulang?'' ucap ayah berdiri menghampiriku ia mengelus pundakku lalu duduk kembali.
''Kenapa lama sekali baru pulang? ngapain aja disana sampe seharian?'' Gumam Zaky menatapku dengan sinis.
''Aku kan sudah lama tidak pulang kesana, jadi aku sekalian silaturrahmi,''
''Kau tidak berbohongkan?''
''Zaky, untuk apa aku membohongimu, jika kau tidak percaya kenapa tadi pagi tidak mau ikut denganku, atau silahkan kau tanya orang dikampungku, kau akan mendapatkan jawabanya.''
''Qia, istirahat sana! Zaky, sudah ia baru saja sampai, biarkan ia istirahat dulu.''
Aku masuk kekamarku kutinggalkan mereka berdua.
Hari ini sangat melelahkan sekali aku mandi lalu tidur, besok masih banyak drama yang harus ku mainkan.
...****************...
Pagi ini tanpa basa basi mereka berdua mau liburan bersama, hari ini kami memutuskan untuk pergi kepantai dan tidak begitu jauh dari rumah.
Kutelpon Mr.x sebelum kami meninggalkan rumah, kusiapkan semua barang yang mungkin dibutuhkan Mr.x nantinya.
Sejauh ini semuanya berjalan sesuai dengan rencanaku, kami bersenang-senang sedangkan Mr.x mencari bukti-bukti tentang pak Zulham.
''Qia, Zaky, ayah sudah lelah mari kita pulang.'' ucap ayah.
''Tapi, ayah ini baru jam 01.38 wib terlalu cepat kita pulang,'' ucap Zaky yang sedang bersantai menikmati deburan ombak.
''Zaky, kemarilah!''
''Ada apa ayah?''
''Ikutlah denganku...'' mereka pergi menjauhi ku .
Tapi aku tidak tinggal diam, aku menyusul mengendap-endap mencari tahu yang mereka bicaraka .
''Zaky, ayah tidak tenang berada disini sepertinya ada orang yang sedang mempermainkan kita.''
''Maksud ayah, apa? aku tidak mengerti!''
''Ada seseorang yang masuk kedalam rumah kita dan ia mencari sesuatu.''
__ADS_1
''Siapa? Qia?''
''Ayah tidak tahu siapa orangnya tapi pasti dia sedang merencanakan sesuatu yang membuat kita sengsara,''
''Baiklah Ayah kita akan pulang sekarang juga dan menangkap basah pelakunya.''
Aku terkejut mendengar pembicaraan mereka, kenapa Ayah menaruh curiga begitu apa sebenarnya yang ia tutup-tutupi.
Aku berlari dan kembali kepantai sebelum mereka memergokiku.
''Qia, kemasi semuanya kita akan pulang!'' ucap Zaky.
''Kenapa cepat sekali, kitakan tidak kesini setiap hari dan baru kali ini aku melihat pantai. Tunggulah sebentar lagi aku mandi.''
''Tidak bisa! sekang juga kemasi semuanya.''
''Ta-''
''Kau kan sudah terbiasa mandi di sungai tidak ada bedanya, tidak usah terlalu banyak tingkah.''
''Dimana ayah?'' teriakku.
''Sudah didalam mobil, cepatlah! atau kami akan meninggalkan mu.''
''Ia, aku akan datang, biarkan aku mengganti pakaianku sebentar.''
''Sana cepat, jika tidak kami akan pergi.''
Setelah semuanya aman aku bergegas menghampiri Zaky, tapi, dia sudah tidak ada akupun berlari ketempat parkir.
''Zaky, Ayah!'' aku berteriak memanggil mereka mobil disini hampir sama semua, aku tidak bisa mengenali mobil Zaky.
''Hei! bodoh kenapa kau berteriak.'' Bentak Zaky menarik tanganku dan memasukkanku kedalam mobil.
''Maaf!aku tidak bisa mengenali mobil ini, semuanya terlihat sama.'' Gumamku.
''Tidak apa-apa Qia, sebaiknya nanti kamu lebih memperhatikan lagi.'' Ucap ayah.
''Itu sudah sifatnya ayah, ia tidak memperhatikan hal-hal yang penting, tapi sebaliknya ia akan peduli dan ingat terhadap yang tidak penting.''
''Diam saja! liat jalan aku tidak mau terjadi apa-apa kepadaku.'' gumamku.
Sepanjang perjalanan tidak semuanya senyap tidak ada yang bersuara.
Ayah begitu khawatir ia terlihat begitu gelisah, aku sangat heran dengan tingkahnya kenapa ia begitu tegang.
Tak berapa lama kami akhirnya sampai kerumah, semoga saja Mr.x sudah pergi dari sini .
Aku berlari duluan kedalam rumah mengantisipasi jika Mr.x belum keluar.
Kuliahat sekeliling rumah semuanya senyap berarti Zaky sudah tidak ada disini.
''Ayah, Zaky aku tidur dulu.'' Kupejamkan mataku tapi aku kefikiran kepada ayah.
__ADS_1
Aku keluar kamar dan memeriksa sekeliling terdengar suara air berarti ada yang sedang mandi.
Suaranya dari kamar Zaky. Ku lanjutkan mengawasi kamar ayah dengan mengintip dari lubang kunci kamar, ia sedang memegang sebuah buku dan wajahnya sangat tegang.
Tapi ia tidak berbicara sedikitpun hanya memeluk bukunya. Aku kembali kekamarku sebelum Zaky melihatku.
Kuambil ponselku dan menghubungi Mr.x.
''Mr.x, bagaimana?''
''Qia, aku tidak menemukan apapun. mungkin tidak ada bukti apapun lagi.''
''Tidak mungkin, kau salah aku baru saja melihat Ayah memegang sebuah buku, wajahnya begitu tegang ia memeluk erat buku itu.''
''Buku apa yang kau maksud?''
''Kita harus mencari tahu isi buku itu, aku yakin ayah pasti menyembunyikannya ditempat yang sangat tersembunyi dikamarnya.''
''Semoga saja mereka pergi keluar meninggalkanmu agar masalah ini bisa segera diselesaikan.'' Ucapnya dan menutup telponnya.
Tok...tok...tok.....
Ada yang mengetok pintu entah itu Ayah atau Zaky, ku buka pintu menghampirinya.
''Zaky! kau? ada apa?'' Ucapku dengan wajah yang bingung.
''Kenapa? apa aku tidak boleh datang kemari?'' ia sangat kesal mendengar perkataanku.
''Tidak, aku tidak masalah ini kan rumahmu! jadi, kau bebas melakukan apapun,''
''Kenapa lama sekali hanya untuk ziarah, seharian kau pergi dan pulang sudah mulai gelap, apa yang kau lakukan?''
''Sudah ku katakan tadi, aku sudah lama tidak pulang. Bahkan setelah aku bisa melihat, ini pertama kalinya aku pulang. Jadi apa salah jika aku mengunjungi teman dan tetanggaku?''
''Tapi-''
''Seharusnya kita bersama-sama kesana. Tapi, kau tidak mau. Sekarang kau curiga lalu apa yang harus kulalukan agar baik dan benar di matamu?''
''Kenapa tidak mengatakannya jauh-jauh hari, jadi aku bisa bersiap-siap, bahkan mungkin Ayah juga mau ikut, kita bisa pergi bersama.''
''Sudahlah Zaky! aku lelah besok kita bahas lagi.''
''Jangan coba-coba menjadi pintar dihadapanku atau kau akan ku buat menderita.'' ujarnya lalu pergi meninggalkanku.
Zaky tidak akan bisa tenang selagi aku dirumah ini, meski sekarang ia sudah berubah tapi bayang-bayang dosa yang ia lakukan pasti terus menghantuinya.
Dan sampai saat ini ia pasti belum bisa mempercayaiku, pembunuhan yang kulakukan pasti selalu menghantuinya.
Bahkan sampai saat ini kepolisian dan forensik masih sibuk mencari pelakunya, tapi tidak ada kelanjutan, hanya Zaky yang mengetahui aku yang membunuh mereka semua.
Tapi, ia tidak mempunyai bukti untuk menyeretku kebalik jeruji besi yang berkarat itu.
Bersambung...
__ADS_1