
Akhirnya penantianku tidak sia-sia Mr.x menemukan tempat tinggal ayah Zaky, hari ini pagi-pagi buta kami keluar dari hotel menuju alamatnya.
''Selamat pagi pak bu?'' ucapku.
Rumahnya begitu sepi sepertinya sudah lama tidak ada aktivitas disini.
''pak,permisi?'' ucap Mr.x lagi.
Tapi tetap tidak ada yang menjawab dan seperti tidak ada siapapun didalam, kami mendorong pintunya tapi tertutup rapat.
Ku intip dari jendela tapi hasilnya nihil kacanya begitu kabur, sehingga tidak terlihat dengan jelas kedalam rumah.
''Mr.x mungkin rumah ini sudah kosong sebaiknya kita pergi,'' ucapku dengan nada lemas.
''Hhhh! sial ...'' ia menendang pot bunga.
''Tidak apa-apa, kita bisa mencarinya lagi.''
''Maafkan aku? karna terlalu semangat aku tidak mengeceknya terlebih dahulu.''
''Aku akan bertanya ke tetangganya, siapa tau ada yang mengetahui keberadaannya.''
Sembari menunggu seseorang lewat tiba-tiba seorang kakek tua keluar dari rumah aku sangat terkejut.
''Pak...tunggu!'' Tapi ia tidak menoleh kearahku sedikitpun.
''pa-k!'' Teriak Mr.x
Begitu ia melihat kami berlari kearahnya, ia bergegas kembali kedalam rumah, sebelum pintunya ditutup rapat Mr.x berhasil menghalanginya.
''Pergi! pergi! Jangan ganggu aku...'' ucap sikakek ia sangat ketakutan melihat kami.
''Pak, saya datang kesini dengan maksud baik tolong pak biarkan kami masuk?''
''Tolong...tolong...'' ia berteriak dengan sangat kencang.
Hingga tetangganya pun menghampiri kami.
''Hei! kalian mau apa? kenapa mengganggu orang tua itu.'' ucap ibu-ibu paruh baya.
Aku pun bergegas menghampirinya untuk menjelaskan maksud kedatanganku.
''Bu, saya tidak mau mengganggu siapapun, saya sedang mencari pak Zulham.'' Ucapku.
''Itu pak Zulham ada apa kalian mencarinya?''
''Ada masalah keluarga yang harus diselesaikan, yang hanya bisa dilakukan oleh pak Zulham.''
''Terus apa buktinya kalian ini keluarganya? selama beberapa tahun ini tidak ada satu orang pun yang datang mencarinya.''
''Saya Qia, bu! Istri Zaky anaknya pak Zulham, saya datang kesini untuk mencarinya,'' ucapku menyakinkannya.
__ADS_1
''Oh! kalau begitu silahkan! beberapa bulan terakhir ini pendengarannya sudah berkurang, bicaralah dengannya perlahan supaya ia bisa mengerti,'' ucapnya lalu pergi meninggalkan kami.
''Siapa kalian ini, nak?'' Ucap pak Zulham dengan wajah yang bingung.
''Pak! saya Qia menantu bapak.'' Ucapku memperkenalkan diri.
''Apa?'' Ia berteriak kencang kearahku.
''Saya istinya Zaky pak!'' Aku meninggikan suaraku.
''Zaky, apa kamu istrinya Zaky?''
''Ia saya istrinya Zaky!'' Timpalku kembali.
''Kenapa kau datang kesini? apa Zaky menyuruhmu?''
''Tidak, pak! Saya membutuhkan bantuan pak, saya sudah lama mencari bapak kemana-mana dan akhirnya kita berjumpa disini.''
''Apa yang bisa saya lakukan di usia yang sudah senja ini, untuk membantumu?'' ia mengusap wajahnya.
''Pak! saya tidak bisa menjelaskannya disini, maukah bapak ikut denganku? untuk bertemu Zaky nanti diperjalanan akan saya ceritakan semuanya.''
''Ia saya akan ikut.'' Ucapnya.
Kamipun bergegas meniggalkan tempat itu, ditengah semuanya diam pak Zulham mulai membuka pembicaraan.
''Saya mau dibawa kemana?'' ucapnya dengan raut wajah yang bingung.
''Ha!'' pak Zulham terdiam tidak percaya mendengar ucapanku.
''Saya wanita buta beberapa bulan yang lalu, penyiksaan dan penganiayaan terus ku alami bahkan ia menjualku ke pria hidung belang.'' Aku berusaha menahan air mataku.
''Ti-tidak ...itu tidak mungkin. Zaky adalah anak yang sangat baik sama seperti ibunya,''
''Tapi itu kenyataanya, semenjak kematian ibunya yang tragis Zaky sangat marah. Dan membalaskan rasa sakit itu kepada orang lain yang tidak ada sangkut pautnya dengan masa kecilnya,''
''Diwaktu kematian ibunya Zaky sangat marah, bahkan beberapa kali ia mencoba menghabisi sarah ibu tirinya, untuk melindungi nyawa sarah kami pun pergi meninggalkan rumah.''
''Zaky sangat membenci perempuan buta bahkan ia sudah membunuh beberapa, dan sekarang giliranku.''
''Ya tuhan! Apa yang harus ku lakukan kenapa bisa seperti ini, (pak Zulham menepuk -nepuk kepalanya) ini semua salahku.'' Ia begitu menyesal dan menagis.
''Sekarang waktunya kita menghentikannya bukan menyalahkan siapapun, aku ingin bapak bertemu dengannya dan menjelaskan semua yang terjadi, agar kesalapahaman ini berakhir.''
''Antarkan aku kepada Zaky, dia harus tau semua yang terjadi.''
''Mr.x kita kerumah Zaky, pak saya tidak bisa masuk kedalam saya akan menunggu diluar rumah, masuklah bersama temanku.''
Tak berapa lama akhirnya kamipun sampai tampak sangat sepi sekali.
''Ayo pak! ini rumah Zaky.'' Ucap Mr.x membantunya turun.
__ADS_1
''Rumah ini, sudah sangat berbeda saat ku tinggalkan dulu.'' Ucapnya menatap area sekeliling rumah.
Perlahan mereka memasuki rumah, setelah agak lama mengetuk pintu akhirnya muncul seseorang membuka pintu.
''Siapa?'' Ternyata zaky yang membuka pintu tepat sekali seperti keinginanku.
''Za-ky...'' Ucap pak Zulham dengan mata berkaca-kaca.
Dari kejauhan aku terus memperhatikan mereka , setelah berpelukan saling melepas rindu Zaky mengajak ayahnya masuk, akupun tidak tinggal diam ku cari jalan masuk kedalam kutarik jendela ternyata tidak terkunci tanpa membuang waktu akupun bergegas masuk.
''Siapa dia?'' ucap Zaky menatap Mr.x.
''Tetangga, cuman ia yang mau mengantarkan ayah kesini.''
''Ayah, kemana saja? kenapa kau tinggalkan aku?'' ucap Zaky bajinganpun menangis sungguh luar biasa.
''Tidak! Zaky maafkan ayah? ayah tidak bermaksud meninggalkanmu tapi keadaan yang memaksaku melakukan itu.''
''Pasti karna perempuan buta itu. Ayah dan ibu terpisah dan keluarga kita hancur, dimana dia? akan kuhabisi sekang juga.'' Kemarahan terlihat jelas diwajah Zaky.
''Dengar,zaky! apapun yang terjadi ayahlah yang salah bukan sarah ibumu.''
''Stop! aku tidak ingin mendengar nama itu tolong jangan pernah lagi mengatakannya ayah.''
''Zaky ayah membawanya kerumah ini awalnya karna kasihan melihat ia hidup sebatang kara, temanku ayahnya menitipkannya saat nafas terakhirnya, ibumu tidak mau mengurusnya dengan baik, setiap pulang kerja ayahlah yang mengurus semua keperluannya, kecantikannya, suaranya yang lembut, membuat ayah terpesona.''
''Ia memikat ayahkan? sehingga tak memperdulikan kami.'' Zaky meninju meja dengan keras.
''Ayah, takut berdosa jika setiap hari mengurusnya, suatu malam ayah meminta pendapat ibumu, tentang menikahinya ibupun menyetujuinya tanpa memberi syarat apapun.''
''Tidak mungkin! itu tidak benar.''
''Karna sibuk mengurusnya, ayah sampai lupa bahwa kau dan ibumu juga membutuhkanku, ia selalu mengatakan untuk pergi kepada ibumu, tapi ayah sangat nyaman dengannya hingga akhirnya api kecemburuan menyelimuti ibumu.''
''Perempuan buta itu telah membuatmu melupakan kami, sungguh ayah aku akan membunuh semua orang buta ahhh!''
''Setelah kami pergi dari sini ia sakit-sakitan karna merasa bersalah atas kematian ibumu 2 bulan setelah itu , ia meninggal dengan membawa rasa bersalah.'' Pak Zulham menangis menceritakan kejadian yang menimpanya.
''Lalu kenapa ayah tidak tidak menjengukku? apa karna menangisi kematian perempuan itu?''
''Tidak! Zaky, ayah merasa bersalah dengan semua yang terjadi, ayah tidak sanggup menatap wajahmu, maafkan aku? selama ini aku selalu datang melihatmu dari kejauhan.''
''Kenapa tidak menemuiku? ayah tau aku begitu kesepian, setelah ibu meninggal kenapa ayah tidak peduli lagi kepadaku dan lebih memilih perempuan itu?''
''Zaky apa kau memaafkan ayahmu ini?'' ucap pak Zulham.
''Ayah! aku tidak pernah membencimu syukurlah perempuan itu telah mati, aku sedikit lega mendengarnya.''
''Zaky, aku tahu semua yang telah kau lakukan, Zaky sekarang kau sudah tau semuanya, mari kita mulai semuanya dari awal jangan ada dendam untuk siapaun.''
'' Tidak! ayah, mereka yang menyakiti ibuku tidak akan ku biarkan hidup tenang''
__ADS_1
Bersambung......