CINTA SEHITAM ARANG

CINTA SEHITAM ARANG
lelaki


__ADS_3

Memang fikiranku yang selalu baik, nyatanya mereka datang bukan mau menyengukku, tapi meminta uang yang telah mereka berikan kepada Zaky.


Uang itu sebagai bayaran untuk aku tidur bersama mereka secara bergilir. Zaky menerima uang terlebih dulu benar-benar bangsat.


Tapi karna kecelakaan mereka tidak mau menunggu, apalagi sampai ada bekas luka ditubuhku berarti luka ini membawa kebaikan untukku.


''Kembalikan uang yang ku kasih, aku tidak bisa menunggu lebih lama.'' Bentak laki-laki berbadan tinggi tegap.


''Sabar bos, dalam 2 hari ini aku akan membawanya untukmu.''


''Aku tidak menginginkan perempuan buta itu lagi, aku bisa mendapatkan yang lebih.''


''Zaky, makanan pembukaan,'' Ucap seorang lelaki lagi yang langsung mendekati ku.


''Lakukan saja aku tidak peduli asalkan bayarannya lebih karna ini resikonya tinggi.''


''Jangan khawatir, kecil!'' Ujarnya dengan senyum gilanya.


Dua orang lelaki mendekati ku dan berusaha melecehkan ku lagi, dasar manusia tidak berhati tidak peduli dimana tempatnya dan bagaimana keadaanya, tetap saja memaksakan kehendaknya.


Sebelum mereka melakukan yang lebih, aku langsung berteriak sekuat tenagaku.


''A-au...''Satu diantara mereka menutup mulutku dengan tangannya.


''Jangan berteriak atau akan menghabisimu,'' ucap lelaki yang membekap mulutku.


Mereka kembali meraba-raba tubuhku, aku hanya bisa diam berusaha menghindari tapi mereka terus memaksaku.


''Zaky aku mau disini saja sekarang, tempat ini sangat menantang,'' ujar laki-laki yang membekap mulutku.


''Kau sudah gila, sewaktu-waktu bisa saja dokter,perawat,atau polisi datang kemari.''


''Kau bisa menghalangi mereka untuk masuk sementara aku bersamanya, aku akan memberikan 3 kali lipat, kapan lagi kau mendapatkan untung sebesar itu sudah tidak usah berfikir lagi.''


''Hmmm...'' Zaky terdiam.


''Mana uangku? aku tidak punya waktu banyak.'' Ucap pria yang berbadan tegap.


''Apa kamu lupa bos? terakhir dengannya kau sangat puas lalu kenapa tidak bisa menunggu dua hari lagi.'' Zaky mencoba meyakinkannya.


''Tapi sekarang sangat berbeda, sekujur tubuhnya hanya penuh dengan luka aku tidak tertarik sama sekali.''


''Semuanya akan kembali seperti semula, jika kau tidak percaya kau bisa memeriksanya lebih dulu sebelum membawanya nanti.''


''Baiklah! jika tidak sesuai maka kembalikan semua uang yang aku berikan.''


''Lalu kami bagaimana?'' ucap salah satu dari mereka lagi.


''Kita akan lakukan seperti awal perjanjian, aku akan membawanya ketempat yang kalian inginkan bergiliran.''


''Jangan main-main, jika kau berani membohongi kami maka nyawamu dan sibuta itu taruhannya.''


''Aku tidak akan berani macam-macam semuanya sesuai permintaan kalian.''


Kemudian mereka pergi begitu saja meninggalkan kami, dan tinggal seorang pria yang terus saya mengganggu ketenanganku.


''Bagaimana dengan tawaranku?'' Ia terus membekap mulutku dan meraba-raba tubuhku.


''Tapi-''


''Tunggu diluar biarkan kami berdua, jika nanti ada yang datang beri tanda dengan keras.''


''Ok! jika nanti ku beri tanda secepatnya tinggalkan dia, jangan sampai ada yang curiga atau kau dan aku akan tamat.''


'' Hus! cepat keluar aku sudah tidang sabar.''


kini tinggal aku dan bajingan ini.


''jika kau ingin hidup lagi, jangan coba-coba membuka mulutmu.'' ia meletekkan pisau tepat dileherku.

__ADS_1


Aku mengaggukan kepalaku dan menangis terpaksa ku ikuti kemauannya.


''Kau tidak perlu kawatir, kita hanya akan bersenang-senang.''


Ia mengelus-elus rambutku seperti hewan yang kelaparan.


Ingin sekali rasanya ku habisi dia sekarang tapi tempatnya sangat tidak memungkinkan.


''Wanita buta, kau sungguh sangat menggairahkan. Aku tidak akan bisa berpaling darimu.'' ia mulai menciumku.


''Tolong biarkan luka ini sembuh dulu? setelah itu terserah apa maumu.''


''Tapi aku tidak bisa menunggu, lalu aku harus apa ha...tidak sayank aku sangat menginginkanmu tidak peduli dengan keadaanmu.''


''Tapi, tunggu sebentar...'' aku mengulur waktu berharap segera ada yang datang.


''Tutup mulutmu atau ku habisi kau sekarang aku tidak ingin mendengar ocehanmu, sekali lagi kudengar suaramu pisau itu akan mendarat dilehermu.''


Ia semakin membabi buta aku terus berdoa hanya itu yang bisa kulakukan sekarang.


'Tok...Tok...Tok...


Aku selamat akhirnya ada juga yang datang kesini, bajingan itu langsung lari kekamar mandi.


Sementara zaky mengulur waktu.


''Qia, bagaimana sudah lebih baik?'' Andri menyuntikan beberapa obat.


''Sekarang istrahatlah kembali.'' Aku memberi tanda sebelum Andri pergi bahwa ada seseorang di kamar mandi.


''Suster, kamar mandi baunya sangat menyengat, minta cleaning servis untuk membersihkannya, ini sangat mengganggu pasien.''


''Baik dokter!'' Ucap salah seorang suster.


Kemudian seorang lelaki datang membawa alat-alat untuk membersihkan kamar mandi .


Begitu ia ingin membuka pintu ternyata dikunci dari dalam.


''Maaf mas? saja tidak tau saya buta,'' ucapku.


''Maafkan saya? tidak ada maksud menyinggung.''


''Tidak apa-apa mas! sebaiknya ketok lagi supaya orang.yang di dalam segera keluar.''


Setelah beberapa saat menungu akhirnya ia keluar dengan wajah kesal dan langsung keluar begitu saja, aku tersenyum tipis menyaksikan raut wajahnya Zaky pun mengahampiri ku.


''Pak Zaky, istri anda harus makan-makanan yang bergizi serta istirahat yang cukup, karna itu sangat mempengaruhi penyembuhannya, jangan sampai stress ia harus merasa bahagia tanpa tekanan dari siapapun.''


''Ia dokter...'' jawabnya dengan wajah polosnya.


Setelah beberapa hari menginap dan istrahat dengan tenang hari ini Zaky akan membawaku pulang, ia begitu bersemangat membereskan semua pakaianku dan membuang sampah-sampah kami.


Sembari menunggu surat kepulangan dari pihak rumah sakit Zaky tertidur dengan pulas dishofa.


Kesempatan yang sangat bagus untukku, kuambil telpon genggamnyanya untuk mencari tau korban selanjutnya.


Ia tidak akan terbangun dalam 4 jam kedepan karna Obat bius itu, aku menyuruh suster untuk melarang siapapun masuk.


Aku menghubungi mereka semua untuk datang ke beberapa tempat berbeda, dengan mengatas namakan Zaky.


Orang pertama yang ku jumpai ialah pria yang melecehkanku dirumah sakit.


Ia telah menungguku tepat ditempat yang aku katakan, ia begitu senang melihatku datang, ia tidak tau akulah malaikat mautnya.


''Masuklah kedalam mobil!'' ujarku dengan sangat lembut.


''Dimana Zaky?'' Ujarnya.


''Ia sedang sibuk tadi ia menyuruh sopir untuk mengantarku kesini,''

__ADS_1


''Mr.x kau sudah siapkan semuanya?'' Ucapku.


''hmmm...'' ia hanya menganggukan kepalanya sambil menyetir menuju lokasi korban selanjutnya.


''Pasti kau sudah tidak sabar, dasar wanita nakal , tempat apa yang kau siapkan?'' ia mencolekku dan menatapku dengan penuh sensasi.


''Tempat terakhirmu,'' aucapku.


''Apa kamu ingin bersamaku selamanya?'' ia memegang wajahku dan mengelus-elusnya.


''Ia, nyawamu ada ditanganku kematianmu sedang memanggil-manggil namamu, gilirannmu telah tiba.'' Ucapku membentaknya.


'' Wanita buta apa yang kau fikirkan kau terlalu banyak berhayal, aku menginginkannya sekarang ayo peluk aku.''


''Akan kulayani kau sekarang.'' ku suntikan obat yang tidur tepat dilehernya perlahan-lahan kesadarannya hilang.


Ini juga yang ku lakukan kepada Zaky setelah ia tertidur.


''Apa yang kau lakukan? jangan berbuat yang akan membuatmu menyesal hey kau! sopir cepat hentikan wanita gila ini.'' Ujarnya.


''Ohw! takut, hitungan ketika kau akan kubunuh 1...2...3 kamu sekarang tak berdaya bajingan.'' Kutarik rambutnya dan kupukuli wajah itu sampai babak belur aku sangat senang melakukan ini.


Aku menyimpannya dibagasi dan terus berjalan menjumpai korban selanjutnya. Ku menjumpai pria yang kedua, ketiga sampai delapan orang aku melakukan hal yang sama kepada mereka.


Bangkai ini kuikat dan kututup mulut mereka, aku ingin melihat penderitaan yang aku rasakan dimata mereka, kali ini langsung kubungkus dengan pelastik hitam kecuali bagian kepala dan sedikit terbuka di dada.


Setelah 6 jam mereka semua akan bangun dengan tubuh yang sudah kubungkus. seluruh tubuh akan kaku karna suntikan obat yang membuat sendi mereka lemah dan hanya bisa berbaring saja.


Aku bergegas kembali kerumah sakit sebelum Zaky terbangun.


Wajahnya begitu tenang, tapi ketika dia tahu bahwa ia korban selanjutnya maka seluruh tubuhnya akan menggigil ketakutan.


''Sus tolong bangunkan dia?''


''Pak, bangun semuanya sudah siap bapak boleh meninggal kan rumah sakit.''


Zakypun bangun ia mendekat ke arahku.


''Bangunlah! kita akan pulang.''


Aku mengusap-usap wajahku dan duduk.


''Sus tolong ambilkan kursi roda, bawa dia kelobi saya mau mengambil mobil.''


Ditengah perjalannan ia menghubungi nomor orang yang memesanku, tapi ia tidak akan mendapatkan apa-apa mereka semua sudah diambang kematian, hanya menghitung jam dan nyawa mereka akan tenang.


''Dasar wanita gila aku akan mengantarmu pulang, biaya rumah sakit yang aku keluarkan semuanya harus kau bayar.'' Ucapnya melihatku tersenyum.


''Tapi...''


''Malam ini kau selamat karna tidak ada yang mau mengangkat telpon ku.''


''Kau sudah menjualku kebanyak hidung belang dan mendapatkan uang sebagai bayarannya, lalu sampai kapan kau akan menjualku, apa kau tidak peduli dengan hubungan ini.''


''Aku tidak menikahimu untuk itu tapi untuk menghasilkan pundi-pundi kekayaan, aku tidak menikmatinya sendirian kau juga bisa membeli semua yang kau inginkan asalkan kau mengikuti permainannya.''


''Ternyata hatimu begitu buta dengan harta, kau tidak akan pernah berubah sampai kapanmu, hanya kematian yang akan menghentikanmu.''


''Bahkan kematianpun enggan menemuiku, kau tau itu?'' Ia begitu yakin dengan ucapannya.


''Sudah berapa banyak wanita yang kau jual belikan?''


''Banyak tapi mereka semua mati sia-sia, karna berani melawan perintahku, jika nasibmu ingin seperti mereka maka coba saja.''


''Apa yang bisa kau lakukan? aku ingin melihat sebesar apa kejantananmu.'' Aku menantangnya.


seketika ia menghentikan mobilnya dan menarikku keluar.


''Kau ingin melihat mautmu ha...! ia mengambil pisau dan

__ADS_1


Bersambung..........


__ADS_2