
"Jangan berkelit lagi, mas. Ira udah tahu semuanya. Gadis bodoh yang menyandang gelar istri mas Juna ini, udah tahu bagaimana kejamnya kalian berdua. Sekarang, waktu mas Juna dan Keysha bermain-main di belakang Ira, udah habis."
Arjuna hanya bisa membuka matanya lebar-lebar. Kebohongan yang selama ini ia susun rapi agar segalanya tetap baik-baik saja, nyatanya harus hancur.
"Kamu . . . kamu jangan ngawur, Ra. Kebohongan apa? Bermain-main apa?" Ucap Juna kemudian. Ini adalah bentuk perlindungan diri terakhir dari Juna.
"Ira udah tahu, kalau diam-diam mas Juna masih berhubungan dengan mbak Keysha. Kenapa harus menggantung Ira begini, mas? Ira ini istri mas Juna meski mas Juna nggak mencintai Ira. Ira sadar diri, tapi kalau memang mas Juna tetap mencintai Keysha, lepaskan Ira, kita cerai saja." Tandas Ira dengan mantap.
Tampak sekali di pelupuk mata Juna, mata Ira yang berkaca-kaca, dengan hidung dan matanya yang mulai memerah. Hati Juna mulai merasa tak nyaman.
"Ra, jangan nangis, kita bicara di kamar." Ucap Juna. Lelaki itu lantas menarik pergelangan tangan kiri istrinya, dan menuntunnya untuk segera masuk ke dalam kamar.
Arjuna hanya tidak mau, jika perbincangannya harus di dengar mama maupun papanya.
Setibanya di kamar, Arjuna segera mengunci pintu dan mendudukkan Ira ke ranjang.
"Jangan asal menuduh, Ra. Aku sama Keysha cuman berteman." Ungkapnya kemudian pada Ira.
"Ira nggak percaya. Bahkan, Ira pernah memergoki mas Juna jalan bareng sama Keysha. Ira tau sendiri, bahkan pak Yono yang antar Ira membuntuti kalian. Kalian pegangan tangan, Keysha bergelayut mesra di lengan mas Juna. apa itu masih kurang jelas? Ira udah buka mata Ira lebar-lebar, kalian ada main di belakang Ira."
"Tapi . . . ." Juna masih ingin menyangkal, namun Ira segera menyelanya dengan cepat.
"Akui aja kenapa sih, mas? Kenapa harus berbohong terus-menerus? Nggak capek?" Ira menangis karena sudah tidak tahan lagi.
"Astaga, Ira. Aku cuman minta kamu sabar." Erang Juna frustasi.
"Ira udah sabar, mas. Sepuluh bulan ini, Ira kurang sabar apa? Gimana lagi caranya agar mas Juna mau mengerti Ira? Kenapa harus Ira yang selalu mengerti mas Juna?" Ira memukul dada Juna satu kali, untuk meluapkan kekesalannya pada Juna.
__ADS_1
"Kalau udah berbohong berkali-kali, kenapa harus menyangkal kalau udah ketemu gini? Jawab, mas."
Ira tersedu dalam tangisnya. Ia benci dengan situasi ini. Yang menjadi beban pikiran Ira, mengapa Ira harus digantung? Ira juga ingin hidup bebas tanpa kekangan, tanpa menunggu kepastian yang nyatanya Juna permainkan.
"Maaf, aku memang salah. Aku memang masih berhubungan dengan Keysha." ucap Juna lirih. Tak ada yang bisa Juna lakukan untuk melindungi kebusukannya. Akhirnya, Juna harus ketahuan dan ia tak bisa mengelak lagi.
Tangis Ira pecah lagi.
Awalnya, Ira berpikir bahwa mungkin memang menyakitkan, saat tahu bahwa Juna berselingkuh di belakangnya. Hanya saja, pengakuan Juna yang meski jujur, mau tak mau semakin menambah sakit di hati Ira.
"Mas Juna udah janji kalau mas Juna mau meninggalkan Keysha demi pernikahan kita. Bahkan, Ira udah berusaha melayani dan menjadi istri yang baik untuk mas Juna, agar Ira bisa meraih hati mas Juna. Mas Juna sendiri yang minta Ira berjuang, apa arti perjuangan Ira selama ini, mas Juna?" Ira menangis, masih tenggelam dalam Isak tangisnya.
"Maaf, Ra. Aku terlanjur berat meninggalkan Keysha." Juna meraih Ira, memeluk tubuh gadis itu yang tampak rapuh dan menyedihkan.
"Terus gimana sama pernikahan kita, mas?" Ira meronta, masih menangis dalam pelukan Juna yang memaksanya agar diam dulu.
"Maaf, Ra. Maafin aku." Juna memeluk erat istrinya. Ia tak tega, hatinya mendadak berdenyut nyeri karena menyaksikan Ira menangis menyedihkan.
'Kenapa, ini? Mengapa aku harus begini? sesakit ini melihatnya menangis, apakah aku mencintai ira? Tapi nggak mungkin juga, kan, kalau aku harus mencintai dua wanita sekaligus? Astaga, jangan tamak, Arjuna.'
Batin Juna kemudian.
"Beri aku kesempatan satu kali lagi. Aku janji, aku janji akan memperbaiki semuanya." Ungkap Juna mantap. Lelaki itu terus mengusap-usap pelan punggung istrinya, agar Ira tenang.
"Mas Juna janji? Mas Juna nggak akan bohongi Ira lagi?" Ira menjauhkan dirinya dari Juna. Ia harus memastikan, bahwa semua akan baik-baik saja dan Juna benar-benar berubah.
"Aku janji." Jawab Juna sambil menautkan jari kelingking tangannya, dengan jari kelingking Ira sebagai tanda janji.
__ADS_1
"Mas Juna nggak bohong?" Tanya Ira lagi. Ia takut, takut bila Ira tak mempercayainya.
"Nggak, aku akan berusaha melepas Keysha secepatnya." Tukas Juna kemudian.
Tanpa kata, Ira lantas memeluk Juna. Gadis itu juga merasa saat ini, dada Juna berdetak lebih cepat.
Ada banyak rasa yang Juna tak tahu definisinya. Entah rasa apa, tetapi yang jelas, Juna merasa bahwa pelukan pertamanya ini sangat menyejukkan hatinya. Bukankah ini aneh? Bahkan ketika bersama keysha, Juna tak merasakan sesejuk ini.
"Ra, maafin aku, ya? Sekali lagi aku minta maaf." Ucap Juna lagi, yang merasa bahwa ia sangat bersalah pada gadis itu.
"Ira akan memaafkan kesalahan mas Juna, asal mas Juna janji, serius menjauhi Keysha. Tolong, mas. Tolong hargai perasaan Ira saat ini, Ira udah terlanjur sayang sama mas Juna. Kita mulai dari awal lagi ya, mas."
"Ya." Arjuna mengangguk, mengiyakan Ira. Selanjutnya, Juna bingung, bagaimana caranya melepaskan Keysha.
"Mas?" Ira menguraikan dirinya lagi dari pelukan Juna.
"Hmmm . . . ." Sahut Juna.
Ditatapnya wajah Arjuna yang tampan oleh Ira. "Ira paham kalau mas Juna nggak mencintai Ira, tapi setidaknya, buka hati mas Juna untuk Ira. Ira nggak memiliki apa-apa untuk bisa dibandingkan dengan Keysha. Tapi percayalah, mas. Ira akan mengabdikan diri dan hidup Ira, asal mas Juna mau berubah." Ucap Ira.
"Ya. Aku akan berubah lebih baik lagi setelah ini." Jawab Juan kemudian.
"Ira nggak akan memaksa mas Juna untuk memenuhi kewajiban sebagai sepasang suami istri di atas ranjang, hanya saja, tolong terima Ira dulu. Pernikahan kita selama ini dingin, nggak ada kehangatan sama sekali. Jadi, tolong kita perbaiki diri masing-masing."
Arjuna hanya mengangguk dan tersenyum. Meski saat ini hatinya dilanda rasa was-was, namun setidaknya Arjuna harus melegakan hati Ira.
Secepatnya, Arjuna harus menyudahi kisah kasihnya bersama Keysha. Sudah tak ada pilihan lain. Ya Tuhan, bahkan untuk sekedar membayangkan ia harus meninggalkan Keysha saja, rasanya Arjuna tidak mampu.
__ADS_1
**