Cinta si Anak Pembantu

Cinta si Anak Pembantu
Wanita licik


__ADS_3

Dengan langkah tegap, Arjuna berjalan melewati beberapa orang yang bekerja entah sebagai apa. Yang jelas, satu tujuan Arjuna saat ini, ia perlu bertemu dengan Keysha dan mempertegas segalanya.


Sebuah bangunan megah berlantai dua belas itu, menjadi lokasi keysha melakukan pemotretan. Dari jauh, Keysha menatap Arjuna yang berjalan ke arahnya, dan melempar senyum picik penuh misteri.


Tentunya Arjuna enggan kalah, dan tak mau tunduk dibawah Keysha. Lelaki itu memasang tampang paling dingin sepanjang ia menjalin hubungan dengan Keysha. Nyali Keysha menciut sebenarnya, namun Keysha bertekad tak akan mengalah untuk Juna.


"Hai, mas. Apa kabar?" Sapa Keysha untuk pertama kali. Ia merasa, Arjuna sangat marah padanya. Terbersit pemikiran, bahwa Arjuna mungkin mengetahui apa yang ia lakukan, kini menghinggapi otaknya.


"Baik. Kita perlu bicara pagi ini, Keysha. Dua puluh menit, aku minta kamu untuk meluangkan waktu dan mengundur pekerjaan kamu." Ucap Juna datar. Lelaki itu lantas mendudukkan dirinya di kursi yang tak jauh dari Keysha duduk.


"Maaf, mas. Kamu nggak bisa datang seenaknya begini, maksa aku untuk mengundur pekerjaan, dan maksa untuk bicara tanpa mengadakan janji temu." Jawab Keysha angkuh.


Wanita itu sudah siap dengan dandanan cantik natural, serta busana berwarna merah marun. Tak hanya itu, Keysha sengaja menyemprot parfum pada tubuhnya yang dulu membuat Arjuna candu, tepat di hadapan Arjuna. Benar-benar menjijikkan.


"Kamu yakin menolak tawaran aku?" Tanya Arjuna kemudian. Tatapan lelaki itu tajam menghunus keberanian Keysha yang tersisa.


"Ya, aku yakin untuk itu. Bukannya kamu sendiri yang menolak aku, dan lebih berpaling ke istri kamu yang masih bayi itu?" Tanya balik Keysha dengan nada mengejek.


Dulu, Arjuna bahkan sanggup disuruh dan diperintah apa pun oleh Keysha. Sayangnya, sekarang Arjuna sudah seperti orang lain, dan mendadak berubah akibat pengaruh Ira. Itu yang Keysha pikirkan.


"Baiklah. Itu artinya, kamu siap untuk aku penjarakan bersama Omin, si orang suruhan kamu itu. Oke, aku pamit kalau begitu." Ungkap Juna, bangkit dan hendak berlalu pergi dari sana. Namun, cekalan tangan Keysha, membuat langkah Juna terhenti seketika.


"Apa maksud kamu?" Tanya Keysha yang tampak panik, meski ia sendiri telah berusaha tenang sejak tadi.


"Mau aku ulang lagi kalimatku?" Arjuna balik bertanya.

__ADS_1


"Penolakan kamu, aku anggap sebagai sebuah tantangan tersendiri. Jangan khawatir, polisi akan menangkap kamu dan orang suruhan kamu, dalam waktu kurang dari dua puluh empat jam. Bayangkan saja gimana karier kamu ke depan nanti." Tambah Juna.


"Ayo kita bicara." Ajak Keysha. Wanita itu lantas menghampiri para kru dan bicara sejenak.


Arjuna menunggu seraya melipat kedua tangan di dada. Ini baru permulaan. Akan Juna pastikan, Keysha harus membayar mahal karena telah mencelakai Ira. Dari awal, Juna sudah meminta maaf atas kandasnya hubungan keduanya, namun Keysha sudah tak memiliki pengertian lagi seperti dulu. Sungguh, Arjuna baru bisa melihat topeng Ira yang sesungguhnya.


"Apa mau kamu sekarang, mas?" Tanya Keysha kemudian, saat ia kembali mendudukkan tubuhnya di ruang rias.


"Harusnya aku yang tanya ke kamu, Sha. Apa mau kamu? Kenapa kamu mencelakai Ira?" Tanya Juna dengan menatap tajam mantan kekasihnya itu.


"Aku nggak mencelakai dia." Jawab Keysha.


"Ya, kamu nggak mencelakainya. Tetapi kamu menyuruh orang untuk melanggar tubuh istriku. Kamu pikir aku nggak tahu? Sayangnya, aku bahkan tahu semua kebusukan kamu." Timpal juna.


"Aku nggak ada nyuruh-nyuruh orang buat mencelakai istri kamu. Jangan asal nuduh kalau nggak ada bukti." Sahut Keysha kemudian.


Keysha terhenyak di tempatnya. Arjuna sudah mengetahui tentang kebusukannya. Ia tak menyangka, ia akan dengan mudah terbaca gerak-geriknya. Keysha pikir, Arjuna tak akan tahu dan posisinya aman.


Wanita yang berkarier sebagai model ternama itu, mengerjapkan matanya beberapa kali. Arjuna bahkan sudah tahu semuanya. Apalagi yang ingin ditutupi? Maka, sekalian saja ia menceburkan diri dan menyerang Arjuna dengan ancamannya.


"Lakukan aja kalau memang mau memenjarakan aku, aku nggak takut. Silahkan. Tapi ingat, keamanan istri kamu, ada di tangan aku. Aku udah tahu semuanya tentang istri kamu yang wanita baik-baik itu. Ini baru permulaan, cuman luka ringan. Lain kali, aku akan pastikan, ia akan benar-benar mengalami kesakitan yang lebih parah dari ini." Ungkap Keysha.


Arjuna menajamkan pandangannya pada Keysha. Ia tak menyangka, mantan kekasihnya ini, adalah orang yang picik dan berani menyerang lewat belakang.


"Apa mau kamu, Keysha? Aku nggak akan pernah membiarkan kamu mencelakai istriku!" Tegas Juna kemudian.

__ADS_1


"Oh ya? Mari kita lihat, dan mari kita buktikan." Keysha tersenyum penuh kemenangan. Ia bisa melihat, bahwa Arjuna terlihat khawatir akan keselamatan istrinya itu. Maka satu-satunya cara, Ira harus disakiti, agar Juna semakin lemah.


"Jangan macam-macam, Keysha. Sekali lagi kamu menyentuh Ira, kamu bukan hanya kehilangan karier dan kesuksesan yang dulu kamu cita-cita, tapi kamu akan kehilangan kedua kaki kamu. Aku bisa membeli semua itu." Tegas Juna.


Sejujurnya, ada rasa gentar di hati Juna, pasca kecelakaan yang Ira alami akibat ulah Keysha. Namun tentu saja Juna enggan mau kalah. Arjuna harus berusaha nampak baik-baik saja, tidak takut akan ancaman Keysha sama sekali.


"Ya udah. Mari kita bertaruh. Aku mempertaruhkan karierku, dan kamu mempertaruhkan keselamatan dan nyawa istri kamu. Ingat, mas, aku adalah orang yang nekat." Tandas Keysha.


"Jangan macam-macam, Sha. Aku udah ngomong baik-baik sama kamu. Jangan membuat aku kehilangan kesabaran yang selama ini aku punya buat ngadepin kamu." Ucap Juna.


"Oke. Tetapi ada syaratnya tentunya. Mari kita bicara baik-baik, mari kita kembali menjalin kasih kayak dulu. Kamu tahu sendiri, kalau aku nggak akan nuntut banyak dari kamu. Cuman waktu kamu dan kasih sayang kamu yang aku minta, itu aja, nggak lebih. Kita kembali kayak dulu, atau kamu kehilangan Ira. Pikirkan itu baik-baik." Ujar Ira.


Wanita itu berniat berdiri, namun Arjuna menahannya.


"Keterlaluan kamu, Keysha. Ira bahkan nggak tahu apa-apa, tapi kamu udah mengorbankan dia."


"Apa pun yang aku korbankan, semua demi perasaan dan cinta aku." Ucap Keysha.


"Tapi kamu nggak mau mengerti perasaan orang lain." Arjuna menekankan kalimatnya.


"Kamu akan celaka sendiri karena ulah kamu ini."


"Oh ya? Aku nggak takut! Pilihan kamu cuman dua, mas. Meninggalkan Ira dan dia akan selamat, atau kamu tetap melanjutkan rumah tangga dengan anak pembantu itu, dan keselamatan Ira ada di tanganku. Sekali lagi aku tegaskan, aku adalah orang yang lebih nekat dari yang kamu bayangkan." Ujar Keysha sembari menghempaskan cekalan tangan Arjuna.


Hari ini Arjuna baru menyadari, bahwa Keysha adalah wanita licik.

__ADS_1


**


__ADS_2