
Cinta tak butuh sebuah ungkapan, jika pada akhirnya sikap dan perlakuan memberikan kejelasan. Cinta tak butuh pengakuan, jika semua orang tahu Tania bertanya, bahwa Arjuna memiliki cinta yang luar biasa pada istrinya.
Setahun lamanya mengikat cinta dan janji suci di hadapan tuhan, akhirnya Arjuna sudah benar-benar mengakui, bahwa ia jatuh cinta sedalam-dalamnya pada pesona putri salah satu mantan pembantunya. Kini, hidupnya benar-benar sempurna nan lengkap.
Semenjak kepulangan Ira dari rumah sakit beberapa hari lalu, Arjuna berubah lebih posesif. Bahkan untuk ke kamar mandi, tak jarang Arjuna selalu mengekor di belakang Ira. Tak hanya itu, Arjuna seolah menunjukkan, bahwa ia memiliki ketergantungan akan keberadaan istrinya itu.
Aryo dan Rehan sampai bingung sendiri, apa yang sebenarnya terjadi pada Arjuna. Lelaki itu berubah total, dan seolah menelan ludahnya sendiri, untuk tidak akan jatuh hati pada Ira.
Pagi ini, untuk pertama kalinya selepas kepulangan Ira dari rumah sakit beberapa waktu lalu, ranjang mereka kembali basah. Meski pagi sudah menyapa, namun Arjuna seolah tak memberi ampun pada istrinya itu.
Sebuah kenikmatan tersendiri, ketika lelaki itu menjamah tubuh istrinya hingga setiap inchi pada tubuh Ira. Rasanya begitu berbeda dengan ketika Juna menikmatinya bersama Keysha.
Begitulah hidup, setelah berbagai gangguan dan teror dadi Keysha yang nyaris merenggut nyawa Ira beberapa kali, akhirnya fakta terungkap dan bahagia perlahan datang.
"Sakit?" tanya Juna yang melihat Ira terengah-engah. Napas wanita muda itu juga naik turun, disertai wajah yang memerah dan mata terpejam.
"Hmm," gumam Ira, seraya tangannya menarik selimut tebal yang nyaris jatuh sepenuhnya dari ranjang.
"Terima kasih," ujar Juna kemudian.
Ira membuka mata, dengan senyum tersungging di bibirnya yang ranum lagi menggoda. Matanya mengedip manja, dengan banyak harapan yang diam-diam ia tumbuhkan.
"Ra," panggil Juna.
"Iya, Mas," jawab Ira.
__ADS_1
"Makasih ya, kamu udah berubah sayang ke aku. Kalau boleh tahu, sejak kapan sih, kamu mulai sadar akan perasaanku ke kamu?" tanya Ira. Hati wanita itu sangat berbunga-bunga.
"Aku nggak tau sejak kapan tepatnya. Hanya saja, sepertinya memang kamu takdirku," jawab Juna apa adanya. Tangan lembut pria itu menyingkirkan anak rambut Ira yang menutup dahi Ira.
"Kamu nggak malu, kalau seandainya kamu jalan sama aku, tapi ada yang ledekin kamu menikahi anak pembantu kamu?" tanya Ira kemudian.
Tawa renyah Juna terdengar seraya berkata, "jangan pernah berpikir aku malu jalan sama kamu, Ra. Nyatanya aku nggak malu sama sekali. Justru sekarang aku mau, kamu ngasih aku anak secepatnya. Cepat hamil, ya?" pinta Juna.
"Tapi aku masih muda banget, Mas. Aku sih mau juga kalau punya anak, tapi apa aku bisa ngurusnya nanti?" tanya Ira.
"Bisa dong. Kamu harus banyak belajar dari Ibu dan Mama cara ngurus bayi yang benar. Lagian, usiaku nggak lagi muda, Ra," ungkap Juna, menatap sendu Ira.
Dulu, Juna akan menentang mati-matian jika Ningsih mengatainya bujang tua. Namun kali ini Arjuna sadar, usianya sudah terbilang sangat pantas untuk memiliki anak. Juna sudah pikirkan ini semua, dirinya perlu memikirkan masa depannya di masa senja nanti.
"Mas Juna pengen punya anak, ya?" tanya Ira kemudian.
"Ya. Yang cantik, dan tampan kalau laki-laki, seperti aku," jawab Juna dengan gelak tawa.
Hingga obrolan pagi ini, berhasil membuat keduanya bangun kesiangan. Beruntung akhir pekan, jadi mereka bisa lebih bersantai, dan juga memiliki rencana mengunjungi Keysha.
**
Harusnya Keysha mengangkat dagunya tinggi-tinggi, ketika seseorang yang telah ia celakai, kini justru datang dan menjenguknya. Tak hanya sekedar menjenguk, Ira datang bersama Juna, justru memberikan semangat kepada Keysha.
Keysha yang tadinya semakin membenci Ira Hinga ke ubun-ubun, akhirnya kini tertunduk malu, menyesali semuanya dengan hati yang benar-benar terbuka. Wanita itu malu, saat melihat ketulusan yang nampak jelas pada netranya.
__ADS_1
"Kamu kenapa, Keysha? Masih nggak suka aku datang kesini?" tanya Ira yang menatap Keysha dan Juna bergantian.
Juna duduk tepat di samping Ira, menatap tajam Keysha yang sudah menyakiti Ira berkali-kali. Andai bukan karena kebaikan hati Ira yang mengajaknya datang ke dalam jeruji besi dimana Keysha ditempatkan, sumpah demi Tuhan, Juna tak akan Sudi datang ke tempat ini.
"Maaf," ucap Keysha tiba-tiba, seraya menatap Ira dengan rasa bersalah. Meski matanya telah menunjukkan bahwa Keysha bersungguh-sungguh, namun Juna tidak pernah mempercayainya.
"Nggak apa-apa. Jujur aku berhak marah, tapi semua sudah terjadi, kan? Kamu juga udah memenuhi hukuman kamu, jadi aku nggak akan menghakimi. Yang terpenting sekarang, kamu bisa berubah lebih baik, dan juga bisa belajar bersabar. Kuncinya, kamu harus sabar," jawab Ira dengan tersenyum.
Tanpa terasa, air mata Keysha menetes, "terbuat dari apa hati kamu, Ra? Pantas saja Juna begitu tergila-gila sama kamu. Kamu benar-benar baik dan berhati malaikat. Aku, aku malu sekali sudah membuat kamu celaka berkali-kali," ungkap Keysha dengan tangis berderai.
"Kita nggak akan pernah bisa membuat orang lain suka sama kita, tapi setidaknya kita berbuat baik pada orang lain. Aku percaya, kamu juga orang yang baik. Kamu sendiri juga belum tentu mengenal pasti, aku orang baik atau bukan. Aku kesini datang buat jenguk kamu, semoga kamu berkenan. Ke depan, aku nggak keberatan andai kamu minta aku jadi teman kamu, dengan syarat, kamu harus benar-benar berubah lebih baik setiap harinya," kata Ira panjang lebar, disertai dengan senyum tulus.
"Terima kasih. Terima kasih banyak," jawab Ira menimpali.
Begitulah kehidupan berjalan. Setiap orang selalu memiliki Kisha hidupnya sendiri, kekhilafannya sendiri, dan penyesalannya sendiri. Tanpa kesalahan, mustahil rasanya seseorang bisa membedakan mana yang baik dan tidak. Bahkan bayi yang baru lahir pun, tak pernah luput dari yang namanya kesalahan. Tergantung kita sebagai orang tua yang memberikan didikan.
Satu-satunya cara untuk menjadi manusia yang lebih baik lagi adalah, tak pernah lupa menebar perbuatan baik. Ketika seseorang bersalah, tak seharusnya kita main hakim sendiri, dan merasa diri sendiri paling benar.
Kebahagiaan pasti akan datang, bila kita banyak mengucap syukur dan memiliki hati yang luas tanpa batas.
**Tamat.
**
Bonus episode besok di buatin satu atau dua episode, ya. Terima kasih untuk semua🙏♥️**
__ADS_1