Cinta si Anak Pembantu

Cinta si Anak Pembantu
Duka Arjuna


__ADS_3

"Jadi, ini acara yang hanya melibatkan teman sekolah dulu, mas Juna?" Tanya Ira pelan. Langkah Ira terasa berat dengan otot yang terasa kaku. Entah bagaimana caranya, Ira seperti hidup dalam kematian. Bukankah ini sangat menyiksa?


"Ra, dengar dulu." Juna bangkit dan segera mengenakan handuk yang tadi terlempar di bibir ranjang. Lelaki itu seolah menjadi lupa diri dalam sejenak. Hatinya sedikit merasa lega karena Ira berhasil menyelamatkannya hingga tidak sampai menyentuh Keysha.


"Apa yang mau di dengar, mas?" Tanya Ira dengan suara meninggi. Matanya melihat Juna yang kalap lari ke arahnya usai mengenakan handuk.


"Ra, dengar dulu. Ya ampun, kamu kesini sama siapa?" tanya Juna yang tak mendapati siapa pun. Beruntung pak Yono menunggu di depan kamar hotel sebelah pintu. Kalau untuk masalah pertengkaran suami istri, pak Yono enggan ikut campur. Ia hanya berniat membantu Ira mendapati fakta yang sebenarnya.


"Nggak penting aku datang sama siapa." Tatapan mata Ira berkilat penuh amarah dan kekecewaan, tertuju pada Keysha yang nampak bahagia. Akhirnya, tanpa repot-repot dan melakukan banyak hal, Keysha akhirnya menyaksikan pertengkaran hebat Juna dan istrinya. Satu harapan dalam hati keysha timbul, yakni ia bisa menyingkirkan Ira secepatnya dari hidup Arjuna.


"Kenapa kamu nggak capek-capek bohongi aku, mas? Apa kamu nggak punya hati? Apa kamu memang sengaja mau menyakiti aku sampai aku kayak gini? Kemana hati nurani kamu, mas? Kemana?" Hardik Ira dengan suara lantang. Tak ingin di dengar oleh banyak orang, Arjuna tak menjawab, melainkan menutup pintu dan menghampiri Ira kembali.


"Kita selesaikan dengan kepala dingin. Ayo kita duduk dan bicara, aku mohon, beri aku kesempatan untuk ngomong." Arjuna berkata lembut. Saat posisinya salah begini, Arjuna akhirnya tak bisa berkutik ataupun sekedar meredakan kemarahan istrinya.


"Enggak! Dari awal, harusnya mas Juna jujur sama Ira. Dari awal harusnya mas Juna ngomong kalau memang nggak menginginkan Ira. Mas Juna kenapa bisa mengiyakan perjodohan, sementara mas Juna lebih memilih meniduri wanita lain daripada istri mas Juna sendiri. Ira cemburu, mas. Ira cemburu!" Teriak Ira dengan penuh emosi.


"Ssssttt . . . Iya aku paham, kamu tunggu di luar, ya? Kita harus selesaikan ini dengan kepala dingin." Juna berusaha meraih tangan Ira, untuk meyakinkan gadis itu. Sayangnya, Ira menepisnya kasar. Bahkan untuk sekedar disentuh oleh Juna, Ira sangat jijik.


"Jangan sentuh Ira lagi. Ira jijik sama mas Juna." Ungkap Ira, membuat Juna bungkam seribu bahasa.


"Justru mas Juna yang jijik sama kamu. Buktinya, mas Juna lebih memilih menyentuh wanita lain daripada kamu." Keysha menjawab santai, menimpali Ira yang kemarahannya sudah berada di ubun-ubun kepala.


Tanpa menjawab, refleks Ira mendorong Juna hingga terjengkang ke belakang, Ira segera berlari ke luar dan memanggil pak Yono.


"Masuk, pak. Rekan semua yang terjadi hari ini." Ucap Ira, berbalik masuk dan menghampiri ranjang dimana Keysha masih santai dan tersenyum penuh kemenangan. "Pelacur itu harus hancur kariernya." Putus Ira yang sudah kehilangan toleransinya.

__ADS_1


"Kamu pikir kamu berharga? Wanita kotor dan sampah menjijikkan seperti kamu, Nggak berharga kalau dibandingkan dengan aku yang nggak murahan!" Hardik Ira, menarik rambut Keysha dan membenturkannya beberapa kali ke arah pinggiran bahu ranjang.


Keysha tak bisa membalas. wanita itu menjerit kesakitan meminta tolong pada Juna, sambil memegangi selimut yang menutupi sebagian tubuhnya itu. Selimut yang menjadi pelindung tubuh satu-satunya.


"Hentikan. Mas Juna . . . Sakit." Arjuna bingung, antara harus menghentikan pak Yono, atau menghentikan Ira yang kalap dan lupa diri dalam menghajar Keysha.


Terlalu panik, Arjuna sama sekali bingung, tak berkutik dan seolah berat langkahnya.


"Kamu bilang hentikan? Kenapa kamu nggak menghentikan sendiri kegenitan kamu sama suami orang? Dasar Kunti. Wanita sundal. Wanita penggoda. Pelacur murahan." Ucap Ira dengan melepaskan rambut Keysha, lalu menamparnya kuat-kuat.


Ira lupa diri. Wanita itu meluapkan kemarahan yang tak bisa ia bendung lagi. Cukup sudah. Sepuluh bulan Ira menahan sakitnya dikhianati. Kontrol diri Ira yang selama ini Ira miliki, bahkan sudah hancur, tidak lagi terbentuk saat ia di khianati.


"Ampun, ahh . . . sakiiiiit." Keysha mendesis kesakitan. Hatinya yang semula bersorak senang karena berharap Juna bisa bercerai dengan Ira, kini mendadak marah karena Ira menyiksanya.


"Laporkan ke polisi. aku nggak takut. Kamu model, kan? Aku pastikan kamu akan hancur dalam waktu singkat. Bukan cuman kamu, bahkan aku akan pastikan aib kamu ini akan tersebar sampai karier kamu hancur. Dasar wanita lacur." Ucap Ira sambil mundur dua langkah. Gadis itu lantas menatap Juna yang berdiri kaku, tak bisa membela istri, maupun selingkuhannya. Nafas Ira naik turun, pertanda bahwa kemarahannya tak juga reda.


Entah dapat kekuatan dari mana, Arjuna tiba-tiba melangkah ke arah Ira yang baru saja melampiaskan kemarahannya, memeluk istrinya itu, berharap agar Ira bisa sedikit lebih tenang dan mampu mengendalikan emosi.


"Pak, tolong sudahi. Tolong hentikan, bawa Ira pulang sekarang, saya akan menyusul." Ucap Arjuna yang memandang pak Yono. Juna tak menyalahkan pak Yono, ia sadar bahwa disinilah, dia yang bersalah.


"Ra, kamu pulang dulu, ya? Aku akan menyusul. Atau . . . atau kamu bareng aku aja." Ucap Juna lirih. Berhadapan dengan Ira, entah mengapa membuat Juna tak berkutik. Arjuna sendiri tak mengerti dengan hal itu.


"Aku nggak sudi satu mobil sama kamu." Ira masih menangis, meski hatinya sedikit lega karena ia sudah melampiaskan sakit hatinya pada Keysha. Meski begitu, bukan berarti Ira sudah memaafkan Keysha.


"Ya udah, kamu pulang sama pak Yono, ya? aku minta maaf. Aku janji, aku akan perbaiki semuanya. Aku janji, aku akan menebus dosa-dosaku sama kamu." Ucap Juna lagi.

__ADS_1


"Persetan sama itu semua. Persetan dengan janji-janji kamu." Ira menunjuk suaminya dengan jari telunjuk kanannya, tepat di dekat Arjuna. Arjuna sendiri tak menyangka bahwa Ira akan seberani itu.


"Aku mau, kita cerai. Ceraikan aku dan kamu bebas sama pelacur kamu itu. Kembalikan aku ke ibu aku. Aku mau kita pisah. TITIK!"


Ira menghampiri pak Yono dan mengangguk, mengisyaratkan pada pak Yono, agar mereka segera pergi dari sana.


"Ra, tunggu aku di rumah. Aku nggak akan lama." Ucap Juna, Tanpa digubris sama sekali oleh Ira.


"Apa ini rencana kamu, Sha?" Tanya Juna pada Keysha, dengan kemarahan yang jelas tercetak pada wajahnya.


"Mana mungkin aku bodoh, mas? Kamu tahu sendiri kalau aku nggak mungkin menghancurkan karier yang aku bangun selama ini dengan susah payah. Kamu apa nggak dengar, tadi? Ira mengancam mau menyebar skandal kita." Keysha panik.


"Aku nggak mau tau, jangan sampai dia melakukan kebodohan yang bisa menghancurkan karier aku. Aku membangunnya dengan susah payah."


"Jangan menghakimi orang lain, Keysha. Ini semua kamu yang salah. Andai kamu nggak minta yang macam-macam, ini nggak akan terjadi. Jadi, andai pun nanti karier kamu hancur, jangan salahkan orang lain. Sejatinya, kamu yang memulai lebih dulu."


Arjuna berlalu pergi, meraih tasnya dan mengemasi barang-barangnya sebelum berlalu pergi. Mengikuti permintaan Keysha, sama artinya dengan bunuh diri. Arjuna baru sadar hal itu.


Satu yang pasti, kemarahan dan kekecewaan Ira, adalah duka di hati Juna.


**


Penasaran dengan kelanjutannya? Jangan lupa support, ya. Nanti aku kasih part yang bikin mewek sekaligus nangis-nangis.


Bye, sampai jumpa di part selanjutnya. ♥️

__ADS_1


__ADS_2