
Tidak seperti sore-sore sebelumnya, di salah satu apartemen mewah lagi mahal yang ditempati seorang model cantik bernama Keysha, suara gaduh terdengar hingga membuat penghuni unit lain tetangga Keysha, terganggu.
Pasalnya, keysha tengah memberontak kuat, dengan dua polisi bertubuh tegap lagi gagah tengah menyeret paksa wanita itu. Keysha memberontak, dengan dalih ia tak mau berada dalam penjara. Selian itu, hal itu juga tentunya disaksikan oleh Ningsih dan Iskandar, Ayah Arjuna.
Tentang celaka yang selama ini dialami oleh Ira, tentu Iskan dan Ningsih tak akan tinggal diam. Semua yang dilakukan Keysha, harus mendapat ganjaran, apalagi ini tentang nyawa. Tak ada toleransi, tak ada kemudahan.
"Lepaskan, lepas .... " Keysha terus memberontak, marah dan menatap tajam kedua orang tua Arjuna, "Kalian sengaja mau hancurkan aku? Awas saja, aib Juna akan aku keluarkan nanti di permukaan!"
Ningsih yang sifatnya mudah tersulut emosi, sontak saja tak terima dengan apa yang Keysha katakan, "seburuk apapun anak saya di masa lalu, setidaknya ia berani mengambil keputusan dan perubahan, daripada terus bersama kamu, wanita ular!" Ningsih menghardik Keysha.
Iskan sampai geleng-geleng kepala, merasa tak habis pikir dengan tingkah pola keysha yang mengerikan begini. Apa sih, yang membuat Juna demikian tertarik pada Keysha, sementara Keysha memiliki perangai buruk begini?
"Andai aku tahu kalian akan begini, lebih baik aku bunuh saja sekalian mantu kesayangan kalian itu. Lepaskan, lepaskan .... Lepas!" ujar Keysha yang masih terus berontak.
Kehancuran kariernya di depan mata, juga tak lupa penjara menanti wanita itu.
Setidaknya Ningsih kini sudah merasa lega, dengan ditangkapnya Keysha, Ira akan tetap baik-baik saja. Apapun yang menjadi aib Juna di masa lalu seperti yang Keysha katakan, Ningsih dan Iskan akan menerima. Toh Juna sudah bersedia berubah lebih baik lagi.
**
"Ayo habiskan, tinggal tiga suap lagi," suara Arjuna lembut mendayu di telinga.
Pagi ini menjadi hari terbahagia bagi Ira.
Selepas ia melewati masa kritisnya, Arjuna berubah lebih hangat dan perhatian. Bahkan suami Aira Marlina itu selalu ada disamping Ira, dari bangun hingga matanya terpejam lagi.
"Nggak mau, mas. Aku nggak mau, udah kenyang. Jangan dipaksa," jawab Ira seraya mengunyah makanan yang ada di mulutnya.
Tak ingin memaksa, Juna lantas meletakkan makanan di atas nakas. Senyum tidak sekalipun luntur dari bibirnya. Dalam hati Juna berjanji, ia akan menjaga Ira mulai hari ini, melepas bayang-bayang Keysha yang membuatnya terbebani.
__ADS_1
Nyatanya, hidup dengan Ira jauh membuatnya lebih tenang.
"Ya udah. Besok kami udah bisa pulang, rawat jalan di rumah aja. Aku janji, nanti kamu bakalan aku temani terus sampai sembuh," kata Juna seraya memberikan segelas air putih pada Ira.
"Serius?" tanya Ira dengan mata berbinar, "bukannya mas Juna harus kerja?"
"Aku ajukan cuti, sampai kamu sembuh. Lagian juga kantor punya Papa, nggak mungkin aku nggak dapat izin cuti," jawab Juna dengan senyum lebar.
"Kalau kamu berubah lebih hangat begini, lebih baik aku sakit nggak sembuh-sembuh," ungkap Ira, membuat mata Juna terbuka lebar penuh tanya.
"Kamu tahu, mas, aku kadang mikir, apa iya, aku beneran bisa menggapai hati kamu? Tapi ya begitulah rasanya, kadang seketika aku hilang rasa percaya diri. Aku tuh sebenarnya sayang banget sama kamu, saat masih masa SMA dulu, aku udah ada rasa sama kamu. Makanya, saat Mama nawarin untuk nikah sama kamu, aku mau aja. Tapi ya kembali lagi, aku harus mempertimbangkan banyak hal. Suka sama kamu, bukan berarti ada kesempatan untuk seenaknya," ujar Ira.
Juna hanya diam, menyimak dan mengambil kesimpulan. Ira memang tak munafik juga sangat polos. Apa yang wanita itu katakan dan pikirkan, semua tertuang begitu saja dengan banyak kejujuran. Harusnya Juna tak memungkiri itu.
Kini Arjuna baru sadar, jika Ira memiliki sisi lain yang baik, berbanding terbalik dengan Keysha yang penuh kepalsuan dan Juna sadari itu.
"Ya?" jawab Ira, menatap Juna dengan tatapan penuh tanya.
"Fix, aku cinta sama kamu," ungkap Arjuna kemudian, hingga membuat Ira tersipu malu.
"Jangan gitu. Nanti Ira dikecewakan," sahut Ira.
"Tapi aku serius, Ra," Arjuna lantas memegang kedua tangan Ira, dan meremasnya pelan, "Beri aku anak, agar keluarga kecil kita terasa lengkap. Kita akan menjadi orang tua yang bahagia." ungkap Juna kemudian.
"Aku mau, Mas," jawab Ira, membuat senyum Arjuna merekah indah.
"Terima kasih. Aku janji, kita akan segera bahagia," Tanpa Keysha, atau apapun lagi yang akan mengganggu kita. Maafin aku, Saya, tapi aku tetap memilih Ira, sesuai dengan isi hati aku!
Tambah Juna dalam hati.
__ADS_1
"Tapi, apa kamu nggak marah, tentang video aku dan Keysha?" tanya Juna pelan.
"Untuk apa? Yang penting kamu udah berubah, dan aku yakin itu hanya bagian masa lalu kamu aja. Tolong, jangan ulangi itu lagi, Mas. Aku terlanjur sayang banget sama kamu, sedikit aja kamu sakiti aku, nggak akan ada kesempatan lagi buat kamu," ungkap Ira dengan tegas.
Sulit dipercaya. Menurut Juna, wanita lain sudah pasti bisa murka dan menghajar suaminya, saat tahu sebuah video panas suaminya bersama lain tanpa bertanya. Namun Ira, entah terbuat dari apa hati wanita itu, Juna tak mengerti.
"Makasih banyak, Ra. Aku sadar sekarang, alasan Mama dan Papa menjodohkan aku sama kamu. Kamu benar-benar baik," sahut Juna.
Tepat disaat yang bersamaan, Iskan dan juga Ningsih datang, menghampiri Ira dan arjuna yang sama-sama merasa bahagia. Lihat, bahkan rona bahagia terlihat jelas pada sepasang insan yang dimabuk cinta itu.
"Semua sudah beres, Keysha sudah Papa penjarakan. Papa juga sudah pastikan, wanita itu tak akan bisa lagi meneruskan mimpinya bekerja dalam dunia modeling," ungkap Iskan, membuat Ira bertanya-tanya.
"Keysha? Kenapa, Pa?" tanya Ira tak mengerti.
"Selama ini, kamu celaka karena di dalangi sama Keysha. Tapi Mama janji, kali ini dia nggak bakalan bisa menyentuh kamu lagi, sayang," jawab Ningsih kemudian.
Raut terkejut Ira, tentu tak dapat terelakkan lagi. Namun sejurus kemudian, Ira merasa bahagia, karena dirinya sudah mulai merasa aman.
Kini, kebahagiaan sudah kembali datang, setelah banyak penderitaan yang Ira alami dalam hidupnya, akhirnya Juna mengakui bahwa ia mencintai Ira.
"Terima kasih, Ma," ungkap Ira kemudian, dengan mata berkaca-kaca.
**
Jangan lupa kunjungi kisah Ditya dan Maya, ya?
Merajut luka lampau.
Sampai jumpa.
__ADS_1