Cinta si Anak Pembantu

Cinta si Anak Pembantu
Taktik Keysha


__ADS_3

Arjuna tengah gelisah di tempat tidurnya, lantaran ia baru saja menerima pesan dari keysha. Wanita itu tak henti-hentinya mengiriminya pesan, yang berisi ancaman bahwa ia tak akan berhenti mencelakai Ira. Tentu saja Arjuna khawatir, takut bila nanti ia kecolongan dalam menjaga Ira.


Sedikitpun tak ada niat dalam hati Arjuna, untuk membalas pesan singkat Keysha.


Meskipun Arjuna sudah memutuskan untuk menyewa jasa orang lain untuk mengawal kemanapun istrinya pergi, tetapi tetap saja ada rasa khawatir juga. Bukan tanpa alasan, Arjuna mengenal bagaimana Keysha jika sudah mengancam.


'Boduhnya aku jatuh cinta sama wanita kayak kamu, Sha. Astaga, ampuni aku, Tuhan.' Batin Arjuna.


"Mas, nggak tidur?" Ira bertanya dan menatap suaminya yang sejak tadi gelisah. Ira mengantuk sebenarnya, namun ia terusik dan sulit terlelap, karena Juna bergerak gelisah sejak tadi.


"Ini mau tidur." Jawab Arjuna. "Kamu sendiri kenapa nggak tidur?" Tanya Juna kemudian.


"Aku udah mau tidur, mata juga udah ngantuk, tapi kamu malah gelisah gini, ya mana bisa terpejam mataku. Ayolah tidur, besok kan mas Juna harus kerja juga." Ujar Ira kemudian. "Besok kesiangan, gimana?"


"Aku nggak mau tidur. Jatahnya kurang." Sahut Juna, yang kemudian mendapat pukulan pada lengannya dari Ira. Seperti biasa, Arjuna tak akan cukup bila hanya dijatah satu kali. Seringkali Ira mengeluh dalam hati, akan keagresifan suaminya, selalu ingin lagi dan lagi hingga membuat Ira kewalahan dibuatnya.


"Kamu ini." Kata Ira, membuat Arjuna tergelak kemudian. Tak lupa, Arjuna menarik Ira ke dalam pelukannya. Wangi, itulah yang selalu membuat Arjuna kecanduan aroma rambut istrinya.


"Kapan-kapan kita jalan-jalan, yuk." Ajak Juna.


"Boleh. Kemana?" Ira bertanya seraya memainkan jarinya di dada suaminya itu. "Asal di tempat yang nyaman, jangan yang terlalu ramai. Ira nggak suka."


"Kamu nakal, ya. Sukanya tempat sepi." Kata Arjuna lagi. Lelaki itu menangkap jemari istrinya yang bermain lincah di dada, mengelusnya, sebelum kemudian mencium punggung tangan istrinya. Romantis sekali, bukan?

__ADS_1


"Ya, nggak gitu juga. Aku kalau ramai suka sih, tapi jangan terlalu ramai banget. Memangnya, mas Juna mau ajak Ira kemana?" Tanya Ira kemudian.


"Aku mau ajak kamu ke temen aku, dia teman sewaktu sekolah menengah atas dulu. Seorang dokter spesialis kandungan. Kita program kehamilan, ya? Aku udah pengen banget punya anak." Jawab Juna. "Kamu siap, kan, kalau misalnya kita punya anak?"


"Iya, dong. Siap banget." Ira menjawab senang. Keduanya kemudian hanyut dalam obrolan malam cukup lama. Saling berbincang, berkomunikasi dan saling melempar tanya, apa yang disuka dan tak disuka pasangan masing-masing.


**


Di pagi buta, Keysha tengah berjalan cepat dengan seorang laki-laki bertubuh kurus dan tinggi. keduanya memakai pakaian serba hitam, sambil membawa karung yang entah berisi apa. Yang jelas, mereka berjalan menuju ke area kompleks tempat tinggal Arjuna.


Entah apa yang direncanakan keysha, tetapi wanita itu benar-benar mengabaikan apa yang Juna katakan sebagai peringatan. Kembali menyerang Ira dan melukai istri mantan kekasihnya itu, adalah misinya. Ia tak akan pernah berhenti sebelum Juna menyerahkan diri padanya.


Meskipun nantinya Keysha hanya dijadikan sebagai simpanan, itu tak masalah. Yang terpenting adalah, kariernya tetap berjalan, dan juga Arjuna tetap bisa menjadi miliknya. Melepaskan tambang emas dan tambang uang seperti Arjuna, tentu saja adalah hal bodoh yang pernah keysha lakukan.


Tak ada kapok-kapoknya, Keysha terus memakai jasa Omin. Bahkan kali ini, ia tak peduli dengan ancaman Arjuna yang hendak menghancurkan kariernya. Bagi Keysha, jika benar Arjuna hendak menghancurkannya, maka ia ingin hancur bersama-sama Arjuna.


"Ngerti, bos. Jangan khawatir, saya pasti akan melakukannya dengan baik." Ujar Omin kemudian. Lelaki itu lantas berjalan menjauh, meninggalkan Keysha seorang diri, dengan senyum piciknya.


'Kalau aku nggak bisa ngedapetin kamu, maka kamu juga nggak boleh dimiliki siapapun, mas. Termasuk Ira. Dia cuman anak pembantu kamu. Nggak pantes buat kamu.'


Keysha berteriak dalam hati.


**

__ADS_1


Pagi menyapa. Sinar matahari pagi tampak hangat terasa, ketika sinarnya menerobos masuk di sela-sela ventilasi jendela kamar Arjuna dan Ira. Suara kicau burung, menghiasi dan tampak menyapa merdu telinga Ira dan Juna.


Meski semalam Ira dan Arjuna tidur larut malam, ditambah lagi dengan lelah usai acara tasyakuran rumah barunya, namun itu tak membuat Ira bangun kesiangan. Justru Arjuna lah yang masih bergelung nyaman dalam selimut yang hangat.


Istri Arjuna itu tengah memasak menu sarapan dirinya dan suaminya. Tak lupa, Ira juga membuatkan jus buah, rutin setiap pagi saat Arjuna mau sarapan.


"Mas, bangun. Sarapan pagi udah siap. Ayo bangun, nanti kamu kesiangan loh, ke kantornya." Sapa Ira, yang membangunkan Arjuna sepagi ini.


"Aku masih ngantuk, Ra. Satu jam lagi." Arjuna menjawab dengan suara parau. Lelaki itu berbalik memunggungi istrinya dan berniat tidur lagi.


Sayangnya, Ira menariknya dan menghujaninya dengan banyak ciuman. Tentu saja itu berhasil menghentikan niat Juna untuk tidur lagi.


"Bangun, atau aku bawa air satu ember buat nyiram kamu." Kata Ira.


"Iya iya, aku bangun." Arjuna tersenyum jahil, bangkit dan segera menyerang Ira balik, dengan ciuman bertubi-tubi. Tak hanya itu, Arjuna juga membuat Ira gelagapan hingga sulit bernapas.


"Mas, kamu bau. Belum mandi." Ira bangkit dan berlari ke kamar mandi. Bila diteruskan, ini akan berlanjut di atas ranjang dan berakhir Ira harus keramas lagi. "Aku siapin kamu air hangat dulu. Ayo bangun."


"Kamu mau kita main di kamar mandi?" Tanya Juna kemudian. Lelaki itu lantas menatap sekeliling kamarnya, rapi dan sudah bersih.


"Aaaaaaaaa .... " Ira berteriak dari arah kamar mandi, secara tiba-tiba. Hal itu cukup membuat Arjuna terkejut, berlari dan menuju kamar mandi segera. Terlebih, Ira terus menjerit tak terkendali.


"Ada apa, Ra?" tanya Juna. Namun seketika Juna syok bukan main, saat melihat Ira berdiri disebelah bathtub, dengan kakinya yang dililit ular berbisa.

__ADS_1


**


__ADS_2