
"Tapi aku belum puas dan senang bisa berkomunikasi dan mengenalmu lebih dalam Humaira. Selain itu selama ini hanya engkau yang bisa mengenalku tanpa memikirkan kelebihan dan kelemahannya. Selama ini aku tertutup dan jarang bermain maupun berkumpul bersama teman-teman jadi aku merasa kesepian. Oleh ayah dan ibu aku di larang bermain di luar karena waktu kecil aku sempat hampir di culik orang, itu menyebabkan trauma mendalam untuk ibuku."
"Kenapa kamu tidak mengajak teman-teman mu bermain disini, jika kamu tidak boleh bermain keluar, kalian bisa bermain disini. Aku selalu mengikuti kegiatanmu sebenarnya kamu anak yang ramah dan disukai teman-teman namun karena kamu tidak mau bermain bersama mereka jadi mereka menganggap kalau kamu itu sombong." usul Humaira
"benarkah demikian?"
"tentu, kenapa aku mengetahui semua ini, karena aku sering mendengar jika mereka berbincang-bincang mengenai dirimu."
"hayo,,, kamu nguping ya?"
"iya, tapi aman karena mereka tidak dapat melihatku, hahahaha "
"dasar kamu memang tukang jahil dan kepo Humaira "
"apa itu kepo?"
"selalu ingin tahu tentang apa yang dibicarakan orang lain..tidak baik lho seperti itu"
"baiklah, aku janji tidak akan menguping lagi, aku bosan berada disini, aku ingin bermain di taman. Apakah kamu mau ikut denganku?"
"apakah boleh?"
"coba tanyakan sama ibumu sekalian kita ajak teman-teman mu bermain disini."
Ibnu segera berlari ke kamar ibunya namun ia tidak menemukannya, ia berlari ke dapur namun hanya bi Dewi yang ada sedang memasak untuk makan siang.
"bi, tahu ibu ada dimanakah?"
"nyonya ada di taman belakang den sedang menyiram tanaman"
"terimakasih bibi cantik"
Setelah itu ia segera menuju taman belakang. Namun sebelum ke taman belakang ia melewati kolam renang. Sehingga ia ingat tentang sosok Parjo yang sebelumnya menjadi penunggu kolam renang. ia akhirnya berpikir apakah mungkin aku salah jika menahan Humaira disini. Niat Humaira untuk menolong roh-roh yang bergentayangan dan tersesat tak tahu jalan pulang sungguh mulia. Ia pun berusaha berdamai dengan hati untuk berusaha ikhlas, benar kata Humaira jika mereka berjodoh pasti nantinya akan bertemu kembali.
Beberapa saat Ibnu melamun sehingga lupa akan tujuannya menemui ibunya. Tak lama sang ibu menemui dan menyapanya.
__ADS_1
"eh,, ternyata ada anak ibu, disini. Kenapa kamu melamun di pinggir kolam. Jika ada yang mendorong kamu lagi seperti dulu bagaimana nak?"
"aku lagi berpikir tentang Humaira"
"apa yang kamu pikirkan nak?"
"ibu, Humaira berkata kepadaku jika waktunya gak lama lagi jadi ia harus segera kembali ke tubuhnya. namun ia bisa kembali ke tubuhnya setelah menolong 3 sosok makhluk halus untuk kembali ke sang khalik. Atau menolong manusia lain yang sedang di ganggu makhluk gaib. namun setelah bersama dengan Humaira selama kurang lebih 2 bulan ini, aku seperti tak rela jika ia pergi. namun jika ia tidak kembali pasti akan meninggal. Aku tidak bisa melihat dia pergi Bu. Apa yang harus aku lakukan?"
"nak jangan memberatkan langkahnya untuk menolong sesama. Jika ada salah satu keluarga kita mengalami hal yang sama dengan Humaira apakah kamu rela jika ada yang menahannya sehingga tidak dapat kembali ke tubuhnya. apakah kamu tidak kasihan sama keluarganya yang selama dua bulan ini mengusahakan kesembuhannya."
"benar kata ibu, selama ini aku telah berbuat jahat sama Humaira. Tapi aku sayang sama dia bukan sekedar teman atau sahabat Bu. Aku menyayangi nya."
"percayalah nak jika memang kalian berjodoh suatu saat kalian akan bertemu kembali"
"tapi apakah aku bisa memberikan kenang-kenangan untuknya agar suatu saat aku bertemu dengannya aku dapat mengenali nya."
"coba bincangkan hal ini kepada aki. Ibu percaya pasti aku mempunyai jalan keluar untuk masalah ini nak."
"baik ibu"
"oh iya kamu mencari ibu apakah hanya ingin bertanya tentang hal ini saja?"
"tapi bagaimana dengan trauma mu nak. Bukankah kamu selalu takut berada di keramaian, kamu akan selalu berkeringat dingin dan lemas."
"aku akan berusaha menghilangkan trauma itu Bu. Tapi tadi Humaira memberiku ide bagus Bu"
"apa itu nak?"
"Bu, apakah boleh aku mengajak teman-teman bermain disini. Mainanku banyak juga ada kolam renang maupun perpustakaan pasti mereka senang. Jadi aku tetap bisa bermain sama teman-teman dan aku pun tidak pernah trauma lagi."
"apakah mereka mau nak?"
"aku akan mencoba nya Bu. Jika kita tidak mencoba bagaimana mungkin akan ada hasilnya."
"tapi bagaimana jika mereka tidak mau nak?"
__ADS_1
"tidak apa-apa Bu, yang penting aku sudah berusaha"
"ibu mendukung apapun yang kamu lakukan selama itu tidak membahayakan mu nak."
"terimakasih Bu"
Ibnu pun berusaha memanggil Humaira karena sejak ia berlari mencari ibunya Humaira sembunyi tidak ada dimana-mana.
sedangkan Humaira yang berada diatas pohon srikaya yang letaknya tidak jauh dari lokasi kolam renang tak henti-hentinya menitikkan air mata mendengar percakapan Ibnu dan ibunya. Sedalam itukah perasaan Ibnu kepadaku. padahal kami masih kecil tapi mengapa Ibnu berpikiran seperti itu, apakah ia benar-benar tulus atau hanya perasaan kasihan saja kepadanya.
Ibnu terus mencari keberadaan Humaira namun ia mulai kesal karena tak kunjung menemukannya. Akhirnya ia pergi ke tempat aki, beliau hanya tersenyum sambil menunjuk pohon srikaya tempat Humaira duduk. Ibnu pun segera menghampiri nya
"melamun aja neng, awas kesambet setan lho"
Humaira kaget dengan sapaan itu.
"eh.. Ibnu. Kenapa kamu tahu aku disini. bukankah tadi kamu masih di pinggir kolam berbicara dengan ibumu?"
"kamu mengetahui tentang itu? Apa jangan-jangan kamu duduk disini karena menguping pembicaraan kami?"
"iya Ibnu aku sudah mendengar semua pembicaraan kalian. Maafkan aku jika selama ini menjadi beban untuk kalian. tapi aku pun merindukan keluargaku."
"aku paham Mai, mungkin jika aku ada di posisi mau pun merasakan hal yang sama seperti yang kamu rasakan. Aku berusaha mengikhlaskan jika suatu saat kamu akan kembali"
"terimakasih Ibnu sudah mengerti tentangku"
"apa yang aku lakukan tidak sebanding dengan mu yang telah menyelamatkan hidupku Mai. Berjanjilah satu hal untukku jika kita berpisah kelak tolong jaga hatimu untukku. Jangan beri kesempatan untuk orang lain mendekatimu"
"insyaallah "
"ayo kita ke taman"
"aku kir kita tidak jadi ke taman. apakah ibumu mengijinkan?"
"kata ibu selama itu bersamamu beliau pasti akan tenang"
__ADS_1
"biasanya kan seorang cowok yang menjaga si cewek. Tapi kenapa sekarang seolah-olah aku yang menjadi bodyguard ya." batin Humaira
"ayo berangkat keburu sore," ajak ibnu