
Tidak terasa operasi yang dijalani Humaira telah dua Minggu berlalu. Namun dalam jangka waktu itu Humaira belum membuka mata dan sadarkan diri. Ummi Hasanah, Bu Fatimah pak Gilang, Bu Laura bergantian menunggu Humaira. namun karena semua sudah ditangani oleh rumah sakit sesuai permintaan pak Gilang maka mereka hanya akan datang sesekali jika di kabari oleh rumah sakit.
Di lain tempat Farhan bersiap untuk di daftarkan masuk sekolah oleh pak Gilang. Karena pada pendaftaran tahun ajaran baru ini harusnya Humaira dan Farhan akan masuk SD. Namun untuk Humaira dapat menyusul setelah kondisinya baik.
Farhan diajak menuju salah satu mall terbesar di kota itu, untuk membeli segala keperluan sekolah nya. Ia pun membelikan hal yang sama untuk Humaira. Karena ia yakin Humaira akan segera sadar. Perjalanan membutuhkan waktu 90 menit, wajar karena desa tempat tinggal Farhan dan Humaira sangat terpencil.
Terlihat gurat kebahagiaan pada wajah Farhan, akhirnya ia bisa masuk sekolah sesuai impiannya yang lalu. Ia berharap agar nantinya Humaira mau diajak bersama tinggal dengan pak Gilang dan Bu Laura. Agar kebahagiaannya lengkap.
Disaat mereka asyik berbelanja, lak Gilang mendapatkan telepon dari rumah sakit yang mengabarkan jika Humaira telah sadarkan diri. Dalam hati ia bersorak gembira mendengar kabar ini. namun ia menahan hal itu karena ia termasuk orang yang perfeksionis dan mau semua hal sempurna.
Setelah cukup mereka berbelanja akhirnya pak Gilang mengajak Farhan dan Bu Laura untuk pulang. Ia masih merahasiakan tentang kabar Humaira tadi. Namun saat memasuki desa tempat tinggal mereka, pak Gilang tidak membelokkan mobil yang ia tumpangi menuju arah rumahnya melainkan arah yang berlawanan.
"pa, kita mau kemana? Katanya mau pulang?" tanya Bu Laura
"kita ke rumah sakit dulu ya. Tentunya ummi Hasanah dan Bu Fatimah sudah berada di rumah sakit"
"apa terjadi sesuatu pada Mai pa?' tanya Farhan
"papa tidak paham tentang hal itu, namun tadi papa di telpon rumah sakit jika kita diminta kesana karena ada hal penting yang ingin disampaikan secara langsung. Makanya papa memutuskan selesai berbelanja kita langsung ke rumah sakit"
"apakah sudah lama saat mereka telpon pa? kenapa tidak bilang sama mama jika mama tau pasti akan menunda belanja kita tadi."
"insyaallah tidak ada hal yang mengkhawatirkan, papa tidak tega mengatakan sama kalian karena kalian asyik memilih tanpa memperdulikan papa." jawab pak Gilang dengan ekspresi cemberut
"maafin kami ya pa, kalau sudah ke asyikan sering lupa waktu"
"iya tidak apa-apa. Sebaiknya kita langsung ke rumah sakit sekarang."
membutuhkan waktu selama 20 menit untuk mereka dapat tiba di rumah sakit. Merek lalu bergegas ke ruang PICU tempat Humaira di rawat. di depan ruang tunggu pasien merek bertemu dengan ummi Hasanah juga Bu Fatimah. mereka pun menanyakan kabar masing-masing dan juga kabar baik yang diberikan oleh pihak rumah sakit tadi.
"keluarga ananda Humaira" panggil suster jaga
"saya sus,"
__ADS_1
"saat ini ada yang ingin dikatakan oleh dokter untuk pihak keluarga. Apakah ibu dapat mengikuti saya."
"baik suster"
Segera ummi Hasanah mengikuti langkah suster menuju ruang PICU. sesekali ia melirik ke arah ranjang Humaira yang terlihat cantik meski pucat.
"permisi dokter"
"silahkan duduk ummi. Begini ummi saya ingin mengatakan jika Alhamdulillah kondisi Humaira semakin membaik dan tadi pagi ia sadarkan diri. namun karena kondisinya masih lemah ia masih banyak tertidur. Selain itu ada hal yang ingin saya sampaikan. pengaruh pemberian obat kepada Humaira mulai terlihat ummi. Untuk saat ini ginjal sebelah kiri menurun fungsinya. Kami akan melakukan beberapa tes untuk mengetahui seberapa parah kerusakan yang di alami ginjal Humaira."
"tapi apakah hal itu dapat mempengaruhi pengobatan Humaira untuk saat ini dokter?"
"untuk saat ini tidak terlalu berpengaruh Bu, dan kita belum mengetahui sejauh mana kerusakan itu. Setelah Humaira sadar sepenuhnya dan kondisinya membaik baru kita dapat lakukan tes selanjutnya."
"tolong lakukan yang terbaik dokter"
"baik ummi kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk kesembuhan Humaira "
"apakah saya boleh menemui Humaira dokter"
"iya dokter"
Ummi Hasanah segera menghampiri ranjang Humaira dengan tubuh bergetar. Hari ini adalah momen yang sangat dinantikan karena setelah dua Minggu Humaira koma sekarang ia sadar.
"assalamualaikum anak ummi yang cantik, apa kabar sayang? Buka matamu nak, ummi kangen ingin melihatmu bangun. ummi seperti kehilangan belahan jiwa Ummi."ucap ummi sambil menangis
Tak lama tangan kecil yang di genggam ummi bergerak, ummi Hasanah segera melihat ke arah Humaira. terlihat perlahan ia mulai membuka mata dan melihat sosok ummi Hasanah yang sangat ia kasihi. Saat ini Humaira tidak dapat berkata apapun karena selain ia masih memakai ventilator untuk bantu ia bernafas ia pun merasa sangat lemah.
"jangan memaksakan diri nak, ummi percaya kamu anak yang kuat. jangan pernah menyerah dalam menghadapi penyakit itu ya nak. Kamu harus kuat dan melawan penyakit itu. kami semua sayang kepadamu menunggu mu untuk pulang dan berkumpul kembali bersama kami. Jadi kamu harus sembuh ya nak."
Terlihat Humaira menitikkan air mata. Ummi Hasanah yang mengetahui hal itu segera menghilang kan air mata itu.
"jangan menangis sayang, ummi tidak tahu apa yang ingin kamu katakan tapi percayalah bahwa semua orang menunggumu untuk sehat kembali. Maafkan ummi ya nak, tidak bisa lama menunggumu disini karena waktu yang diberikan hanya lima menit. Segera sembuh ya nak agar kita dapat berkumpul kembali seperti dulu. Sebaiknya Humaira istirahat lagi agar segera pulih. nanti jika dokter mengijinkan biar Farhan menemui mu. Jangan menangis lagi ya nak" ucap ummi.
__ADS_1
Humaira terlihat mengedipkan kedua matanya dan akhirnya kedua mata itu kembali terpejam. Tak lama ummi pun berjalan keluar dari ruangan PICU.
kedatangannya segera disambut beberapa pertanyaan dari orang-orang yang telah menunggu di depan ruang PICU.
"bagaimana ummi, apa yang dikatakan dokter" tanya Bu Laura
"Alhamdulillah Humaira telah sadarkan diri dan perkembangan kesehatan nya meningkat drastis. Namun ada efek samping ke ginjal kirinya. Ginjal itu tidak kuat menanggung obat-obatan yang diberikan kepada Humaira."
"lalu solusi apa yang diberikan oleh dokter Ummi"
"kita menunggu kondisi Humaira semakin membaik dahulu agar dapat melakukan separah apa ginjal Humaira saat ini."
"apakah aku boleh menemui Humaira ummi?" tanya Farhan
"untuk sekarang ini kita dilarang untuk menjenguknya dahulu karena Humaira baru sadar namun jika kondisi Humaira terus membaik kita boleh melihatnya lagi."
" baik ummi"
"nak sebaiknya kita pulang dahulu, untuk hari ini Humaira belum boleh di jenguk lagi. sebaiknya kita pulang dulu, nanti jika ada kabar dari rumah sakit kita akan kesini lagi." ucap Bu Laura
"baiklah ma, ummi aku titip Humaira ya, jika ada apa-apa segera kabari papa Gilang "
"pasti nak "
"kami pamit dulu ummi, Bu Fatimah "
saat ini Farhan telah tinggal bersama pak Gilang dan Bu Laura. rencananya jika Humaira telah membaik kelak pun akan diajak ikut bersama ke rumah mereka
Mungkin karena lelah dan hati gembira, dalam perjalanan pulang ke rumahnya Farhan tertidur di jok belakang sambil tersenyum.
"lihatlah anak kita pa, mendengar jika adiknya sadar ia seperti memiliki semangat hidup kembali berbeda saat Humaira masih koma"
"benar ma, beruntung kali ini Humaira tidak lama komanya. Semoga setelah ini kondisinya terus membaik dan bisa berkumpul dengan kita ya ma."
__ADS_1
"aamiin ya rabbal'alamin"