Cinta Suci Humaira

Cinta Suci Humaira
Draft


__ADS_3

Setelah ditangani selama kurang lebih 20 menit, akhirnya para tenaga medis keluar dari ruang perawatan Humaira. Segera Khadijah menghampiri mereka,


"bagaimana keadaan Humaira dokter?"


"maaf ini dengan siapa? Dimana ummi Hasanah?" tanya dokter Mira


"saya ibu kandung Humaira, nama saya Khadijah. Kemarin saat kondisi Humaira drop pas saat saya mendatangi panti asuhan untuk mencari Humaira dan Farhan kembarannya."


"lalu dimana Ummi Hasanah"


"tadi masih pamit pulang untuk mengambil baju ganti,ada apa dokter,?"


"bisa ikut saya ke ruangan, ada sesuatu yang harus saya sampaikan."


"baik dokter,"


Khadijah segera mengikuti dokter Mira ke ruangannya.


"bagaimana keadaan Humaira dokter"


"untuk saat ini kondisinya stabil namun kondisi jantungnya perlu terus dipantau. Untuk masalah kesedak itu tadi sepertinya karena ia kaget akan sesuatu. Namun untuk memastikan akan dilakukan tindakan rongten pada paru-paru untuk memastikan apakah terjadi gangguan paru-paru atau tidak."


"baiklah dokter lakukan yang terbaik untuk Humaira. Masalah dana tidak usah dipermasalahkan"


"baik jika demikian nyonya."


"baiklah saya akan kembali ke ruangan dan menjaga Humaira"

__ADS_1


"silahkan Bu"


Khadijah segera kembali ke ruangan Humaira, terlihat jika saat itu Humaira sedang tertidur dan dibantu dengan selang oksigen.


"maafkan bunda ya nak selama ini bunda jauh, kamu pasti menderita dengan penyakit yang kamu rasakan. Bunda merasa bersalah telah meninggalkan mu. Namun jika saat itu jika bunda memaksakan untuk membawa mu dan juga Farhan maka tidak akan ada Humaira yang sekarang. Maafkan bunda nak." batin Khadijah sambil menangis.


*****


Farhan terlihat panik saat mengetahui bahwa Humaira tersedak dan juga mengalami sesak nafas saat mereka telponan. Ia beberapa kali mencoba untuk menghubungi kembali no Humaira namun tak aktif lagi. Bagaimana kondisi Humaira ya?


Ia pun mencoba kembali menelpon ke no HP Humaira,


"kring...kring...kring..."


"kring...kring...kring..."


"wa'alaikumsalam, ini siapa? Dimana Humaira?"


"Humaira sedang tertidur sesaat setelah diberikan obat,"


"lalu siapa anda?"


"saya Khadijah"


Mendengar nama yang disebut membuat Farhan termenung dan kaget. Mungkinkah yang menjawab telpon itu adalah ibu kandungnya. tapi kenapa Humaira tak menceritakan apapun kepadanya. Atau hanya sebuah kebetulan jika mereka memiliki nama yang sama.


"halo, apakah anda masih disana? apakah kamu seumuran dengan anakku Humaira?" tanya Khadijah

__ADS_1


Deg


Farhan kaget dengan panggilan yang ditujukan kepada Humaira.


"maaf, mengapa anda mengatakan jika Humaira anak anda. sedangkan ia dan saya adalah anak yang di rawat di panti asuhan walau sekarang saya sudah mendapat orang tua asuh."


terdengar suara tangisan pilu di ujung telpon. Farhan merasa serba salah, apakah ia telah menyampaikan sesuatu yang salah?


"permisi, sebenarnya anda siapa mengapa anda menangis setelah saya bertanya?"


"Farhan anakku," suara orang di seberang telpon


"siapa anda kenapa anda memanggilku anak?"


"nama lengkapmu "Farhan Adi Mahendra" dan engkau mempunyai saudara kembar perempuan bernama "Humaira Zahra Mahendra" kalian ditinggalkan di sebuah panti asuhan saat masih kecil" penjelasan Khadijah


sesaat Farhan terdiam terpaku, tanpa dapat berkata apapun ia menangis terdiam. Tanpa pamit ataupun salam ia tanpa sadar mematikan telpon itu. Ia seakan tak percaya apa yang ia dengar tadi.


"Apakah benar yang telah berbicara dengannya adalah ibu kandungnya. bagaimana Humaira dapat berhubungan dengan sang ibu? Apa yang terjadi kenapa ia tidak menceritakan apapun kepadanya. Kamu jahat dek, sudah menemukan ibu tapi tidak memberi tahu Abang. Abang kecewa kepadamu." batin Farhan


tanpa mencari tahu kebenaran akan persepsi yang ia tetapkan pada adiknya namun ia telah termakan oleh pemikiran negatif yang membuatnya memakai dan menyalahkan adiknya.


Bu Laura yang melewati kamar Farhan segera masuk setelah mendengar tangisan anaknya.


"Apakah gerangan yang membuat Farhan kembali menangis. mungkinkah Humaira kembali sakit, tapi kenapa ummi Hasanah tidak menelponnya jika Humaira di rawat kembali" batin Bu Laura


Ia segera mengetuk pintu kamarnya dan memanggil nama Farhan, namun sayang tak ada jawaban sesuai harapannya. ia mencoba untuk membuka pintu kamar itu dan ternyata pintu itu tidak dikunci. Bu Laura melihat jika Farhan tengah menangis tersedu-sedu di tempat tidurnya. ia segera mendekati tempat tidur Farhan dan menanyakan apa yang terjadi sehingga Farhan terlihat bersedih.

__ADS_1


Farhan segera menjelaskan hal yang sebenarnya terjadi tadi, ia kecewa kepada adiknya dan marah. Namun Bu Laura berusaha menenangkan, karena Farhan sempat bercerita jika ia tadinya telponan dengan Humaira dan mengatakan jika adiknya itu sedang di rawat di rumah sakit. Lalu bagaimana bisa ada seseorang yang mengaku sebagai seseorang yang mengenal Farhan dan juga Humaira bahkan hal-hal terkecil yang disematkan pada keduanya saat bayi benar-benar di jelaskan secara rinci olehnya. Mungkinkah benar jika yang mengajak telpon tadi adalah ibu kandung Humaira dan Farhan? Aku harus menanyakan tentang hal ini kepada Ummi Hasanah.


__ADS_2