Cinta Suci Humaira

Cinta Suci Humaira
Kesembuhan Humaira


__ADS_3

Setelah sebulan lamanya Humaira berada dalam keadaan kritis dan tak sadarkan diri Alhamdulillah hari ini ia dapat membuka matanya dengan keadaan lebih baik dari sebelumnya. Namun saat ia bangun, ia bingung dimana saat ini ia berada karena ia merasa sangat asing dengan tempat itu.


Beruntung saat itu ia tidak memakai ventilator karena walaupun ia belum sadarkan diri namun saturasi oksigennya stabil dan juga kondisinya stabil. jadi ia hanya dipakaikan masker oksigen. Ingin rasanya ia berteriak atau berkata agak keras agar ada yang mendengar nya. Namun sayang tak ada suara yang terdengar. Ia pun semakin putus asa.


Terlihat seorang suster berjalan menuju bed nya untuk memantau kondisinya. terlihat jika ia melihat Humaira membuka matanya dan berusaha untuk berbicara dengan susah payah.


"selamat malam Humaira, selamat datang kembali"


Humaira mengatakan sesuatu namun suaranya tidak dapat di dengar kan. Segera suster itu mendekat kan telinganya di dekat bibir Humaira dan sedikit mengangkat masker oksigen Humaira agar dapat mendengar apa yang ingin disampaikan oleh Humaira.


"ummi,," ucap Humaira lirih namun dipahami oleh suster


"sebentar ya Humaira biar saya panggil dokter dulu untuk mengecek kondisimu. Jika memungkinkan nanti ummi akan di panggil ke ruangan ini." ucap suster


Humaira menjawab perkataan suster dengan sekali kedipan mata. Lalu Humaira kembali memejamkan mata karena jika ia terlalu lama terbangun kepalanya akan kembali sakit.


Tak berapa lama suster yang tadi berbicara dengan Humaira berlalu dan menuju tempat para suster bergantian berjaga. Ia segera menelpon dokter Mira dan mengabarkan tentang kondisi Humaira.


"assalamualaikum dokter, ini Intan suster dari ruang ICU"


"wa'alaikumsalam, iya suster ada kabar apakah dari ruang ICU?"


"Alhamdulillah pasien Humaira telah sadarkan diri, dan tadi akan mengatakan sesuatu sehingga saya mendekatinya. Lalu ia berkata "ummi" apakah yang harus saya lakukan"


"tenanglah, kebetulan saya sedang bersama keluarga Humaira. Setelah ini saya akan segera menuju ruang ICU. Tolong pantau terus kondisinya."


"baik dokter"


Dokter Mira segera menutup teleponnya dan berkata kepada pak Gilang dan Bu Laura yang malam itu sedang berjaga di rumah sakit.


"ada kabar apa dokter" tanya pak Gilang


"alhamdulilah Humaira baru saja sadarkan diri, namun ia memanggil ummi Hasanah "


"Alhamdulillah jika demikian, namun ummi saat ini berada di panti asuhan. Biarlah pak Parjo menjemput ummi ke panti asuhan namun sebaiknya jangan sampaikan kondisi Humaira terlebih dahulu."


"baiklah jika demikian, saya akan pergi ke ruang ICU dahulu untuk mengecek kondisi Humaira."


"iya dokter"

__ADS_1


Dokter Mira segera berjalan menuju ruang ICU untuk memantau kondisi Humaira. Ia melihat jika Humaira kembali menutup mata mungkin karena ia masih merasa lemas karena lama tak sadarkan diri. Segera dokter memeriksa organ-organ vital Humaira, syukurlah semua menunjukkan grafik lebih baik dari sebelumnya. Namun ia tidak berniat mengganggu istirahat Humaira. Ia akan menunggu ummi Hasanah yang sedang dijemput oleh sopir pak Gilang.


Setelah sampai di panti asuhan menunjukkan pukul 20.30 WIB. Ia segera mengetuk pintu.


"tok...tok...tok..."


"tok...tok...tok..."


"assalamualaikum"


Setelah menunggu beberapa saat akhirnya ada suara jawaban salam


"wa'alaikumsalam, mencari siapa ya pak?" tanya Pak Zaenab salah satu satpam di panti asuhan itu


"ummi Hasanah ada? Saya Parjo supir dari pak Gilang. Pak Gilang meminta saya untuk menjemput ummi Hasanah."


"baiklah jika demikian, silahkan masuk terlebih dahulu dan silahkan duduk pak. saya akan memanggilkan ummi Hasanah.


Sementara pak Parjo di persilahkan duduk, pak Zaenab segera menuju kamar Ummi Hasanah. terdengar suara Ummi Hasanah sedang mengaji.


"tok...tok...tok..."


setelah mengucap salam terdengar jika ummi Hasanah menghentikan mengajinya.


"wa'alaikumsalam, pak Zaenab ada apa?


"ada supir dari pak Gilang di ruang tamu ummi. Katanya pak Gilang memintanya menjemput ummi dan diminta segera ke rumah sakit"


"ada apa gerangan mengapa mendadak pak Gilang memintaku untuk ke rumah sakit." batin ummi Hasanah


"baiklah katakan kepada beliau untuk menunggu sebentar saya akan segera bersiap"


"baik ummi "


Segera pak Zaenab menemui pak Parjo di ruang tamu. ia menyampaikan apa yang dikatakan oleh Ummi Hasanah tadi. tak lama menunggu Ummi Hasanah muncul dan mereka segera menuju ke rumah sakit. Membutuhkan waktu 40 menit untuk sampai ke rumah sakit malam itu. Ummi Hasanah segera menuju ruang tunggu ICU untuk bertemu dengan pak Gilang dan Bu Laura.


"assalamualaikum"


"wa'alaikumsalam ummi, silahkan duduk" ujar Bu Laura

__ADS_1


"ada apa ya Bu, kenapa saya di jemput malam-malam seperti ini. apakah ada hal yang sangat mendesak?"tanya ummi Hasanah khawatir


"tenang ummi, tidak ada hal yang mengkhawatirkan. Bahkan ada kabar gembira, Alhamdulillah Humaira telah sadarkan diri. dia sempat mencari ummi, namun karena kondisinya masih lemah jadi ia kembali tertidur. Dokter Mira telah memeriksanya alhamdulilah kondisi Humaira telah banyak kemajuan"


"syukur Alhamdulillah, terimakasih ya Allah engkau telah menjawab doa-doa kami. "


"lalu dimana dokter Mira saat ini?" tanya Ummi Hasanah


"dokter Mira masih di dalam ruang ICU, ia berpesan jika nanti Humaira membuka matanya kembali ia akan memanggil mereka. Namun sebaiknya kita telah stand by disini agar saat bangun ia tidak kecewa lagi"


"baiklah jika demikian"


Mereka kembali mengobrol hingga terlihat jika Bu Laura mengantuk. Ia pun segera berpamitan untuk tidur terlebih dahulu. Sedangkan pak Gilang berpamitan untuk melakukan sholat malam di mushola rumah sakit yang jaraknya lumayan jauh dari ruang ICU.


Pada pukul 01.18 dini hari dokter Mira keluar dari ruang ICU. Ia menuju ruang tunggu ICU dan menemukan sosok ummi Hasanah.


"assalamualaikum ummi" tegur dokter Mira


"wa'alaikumsalam dokter, bagaimana kondisi Humaira dokter."


"Humaira telah sadarkan diri dan saat ini ia kembali membuka matanya. Ia kembali memanggil nama Ummi. Sebaiknya Ummi menemuinya dahulu agar dia kembali semangat untuk sembuh. Namun sebaiknya jangan lebih dari lima menit ummi agar humaira dapat kembali beristirahat"


"baik dokter"


Ummi Hasanah segera menuju ruang ICU, ia pun menggunakan pakaian steril terlebih dahulu sebelum menghampiri ranjang Humaira.


"assalamualaikum anak ummi yang cantik apa kabar"


mendengar suara yang sangat ia rindukan ingin rasanya Humaira bangun dan memeluk Ummi nya. Namun sayang kondisinya sangat lemah sehingga ia tidak dapat melakukannya. Ingin bersuara pun tidak bisa dilakukan. Akhirnya Humaira menitikkan air mata


"jangan menangis nak, kamu harus kuat, untuk ummi, Farhan juga semua keluarga mu di panti asuhan. Semua orang menunggu kesembuhanmu sayang. Terus semangat untuk sembuh dan jangan pernah menyerah ya."


Humaira menjawab dengan kedipan matanya dua kali. Ummi Hasanah menghapus air mata Humaira. Ia melantunkan ayat-ayat Al Qur'an di telinga Humaira agar ia lebih tenang. Tak lama terlihat jika Humaira kembali menutup mata, namun saat ini terlihat ia lebih tenang dan tertidur. Ummi Hasanah mengecup keningnya lalu berkata


"cepat sembuh ya nak, jangan pernah minder jika engkau berbeda dan juga gampang terkena penyakit. Sejak engkau kecil memang engkau rentan sakit nak, kami tak paham jika itu karena jantungmu bermasalah. Beruntung kita dipertemukan dengan pak Gilang juga keluarganya. Mereka sungguh dermawan sehingga mau mengadopsi mu dan juga Farhan selain itu semua pengobatanmu ditanggung oleh nya. Maka dari itu, cepatlah sembuh nak dan buat mereka bangga dengan prestasi yang engkau raih"


Mungkin semua orang mengira jika Humaira tidak dapat mendengar apa yang diucapkan oleh orang-orang yang berada di sekitarnya namun semua itu salah. Terbukti setelah Ummi Hasanah berkata seperti itu ia meneteskan air mata, ia mendengar semua namun tak dapat membalas ucapan Ummi Hasanah karena kondisinya masih lemah.


Ummi Hasanah segera menuju pintu keluar dari ruang ICU. Kemudian ia terus melantunkan doa untuk kesembuhan Humaira.

__ADS_1


Setelah 2 hari dirawat di ruang ICU akhirnya Humaira bisa dipindahkan ke ruang perawatan biasa. Tanpa diketahui oleh Humaira, Farhan telah menunggu di ruangan itu. Saat bed Humaira di dorong masuk Farhan pun bersembunyi dan mengagetkan nya setelah ia berada di dekatnya. Dengan kehadiran Farhan Humaira menjadi semangat kembali.


__ADS_2