
Mereka segera turun menuju air terjun itu. Air disana sangatlah jernih bahkan terlihat dasar dari air terjun yang terdiri dari beberapa berlian yang berkilau dan memancarkan warna-warni yang indah dan memanjakan mata. Ingin rasanya ia mandi di sana namun ia takut jika air terjun itu berbahaya. Jadi ia hanya duduk melamun sambil memainkan air.
Tak lama ada sebuah suara yang menegurnya berasal dari air di air terjun itu. air di sekitar tempat itu perlahan membentuk sebuah tubuh perempuan yang terbentuk dari murni air itu sendiri. Humaira yang melihat hal ini menjadi takut dan segera mundur menjauhi air.
"salam yang mulia ratu, maafkan jika kehadiran membuat anda takut. Sudah lama hamba menanti kedatangan anda."
"siapa sebenarnya anda?"
"sesungguhnya saya adalah makhluk dari ras malaikat namun karena berbuat kesalahan hingga dibuang ke alam ini dan menjadi sumber kehidupan di sini dengan bantuan air yang menjadi rumahku."
"siapakah namamu?
"nama hamba Larasati yang mulia"
"baiklah, apakah kamu dapat menjelaskan apa sebenarnya nama air terjun ini. lalu apakah tidak ada orang lain yang dapat menemukan air terjun ini selain aku. karena teman yang ikut dan mengantarkan ku sampai sejauh ini, tidak pernah melihat tempat ini"
"mereka dapat melihat tempat ini jika anda bersama mereka ratu. Karena tempat ini adalah tempat untuk menempa atau melatih seseorang calon pemimpin masa depan. Hal ini juga dapat menguatkan tubuh fisik ratu di alam nyata yang menjadi tempat tinggal ratu untuk saat ini."
__ADS_1
"jadi seperti itu ya, Larasati apakah kamu dapat menunjukkan tempat yang tepat untuk berlatih itu?"
"tempat itu yang pasti pas dibawah air terjun ini ratu. Awal ratu masuk, maka akan merasakan sakit yang luar biasa setelahnya akan tidak terasa sama sekali. Jika yang mulia ratu menuju ke arah yang lebih dekat dengan air terjun maka tantangan dan ujian yang diterima akan semakin sulit."
"apakah ujian yang kamu maksud"
"maafkan hamba yang mulia ratu namun saya sudah diambil sumpah jika tidak akan memberi tahukan ujian apa saja yang ada di dalam sana."
"baiklah jika demikian, saya akan memberitahu Asmara yang masih menunggu di luar agar ia kembali dahulu karena kemungkinan saya akan lama di dalam sana."
"iya ratu"
Jeslyn pun mengikuti perintah dari Humaira, ia yakin Humaira akan aman disana karena hanya Humaira yang dapat merasakan juga mengetahui tempat itu. Dikarenakan Humaira adalah calon penerus kerajaan kaumnya. Masa kejayaan mereka mulai tergerus karena terus terjadi perang saudara tanpa memperhatikan para rakyat yang menderita. ini hal yang sangat tidak disukai oleh Humaira. Tindakan semena-mena dengan berdalih kekuasaan hanya akan menyengsarakan rakyat dan sebuah kerajaan tentunya.
"semoga kelak kerajaan ini dapat kembali bersatu dan hidup damai dengan satu yang lain.. Batin Jeslyn
Jeslyn pun segera memutar arah untuk kembali kekerajaannya dan menyampaikan maksud dan tujuan dari hal yang dilakukan Humaira.
__ADS_1
"tak kusangka perkembangan gadis itu semakin pesat. Di usianya yang masih belia namun sudah mengerti akan tanggung jawab yang di embannya,. maafkan nenek nak, nenek tidak menyangka jika kerajaan ini memilihmu untuk menjadi seorang pemimpin "
"benar penasehat calon ratu yang saat ini adalah termasuk yang tercerdas dari pemimpin sebelum-sebelumnya."
"benar katamu Asmara. Baiklah biarkan dia larut salam pelatihannya."
10 hari berlalu di dunia gaib itu, akhirnya Humaira keluar dari air terjun itu. Tak sengaja sedikit ia merasakan air terjun yang jatuh itu terasa manis dan juga menyegarkan. Sesungguhnya Air apa ini? batin Humaira
Tak lama sosok Larasati muncul dan memberikan selamat untuk Humaira yang telah melalui ujian tahap pertama dengan lancar. ia kemudian meminta Humaira untuk memanggil Jeslyn karena untuk ujian kedua Jeslyn sudah paham ke arah mana. namun sayang semua itu hanya bisa di temukan oleh Humaira. Jadi saat mereka akan sampai maka Humaira akan memberhentikan.
Larasati menyampaikan kepada Jeslyn jika arah selanjutnya yang akan mereka tuju adalah arah selatan menuju sebuah gua yang penuh dengan magma cair dan kata orang-orang itu merupakan gerbang neraka. Tidak ada yang tahu pasti apakah cerita itu benar adanya atau hanya sebuah berita hoax.
Sebelum Humaira berangkat meninggalkan air terjun itu, Larasati memberikan sebuah gelang kecil yang indah dan ada beberapa berlian yang indah menghiasi gelang itu. Namun dibalik itu semua ada sebuah kekuatan yang sangat kuat yang dapat melindungi pemakainya dan menyamarkan dirinya dihadapan orang yang baru dikenal ketika ia ingin tidak melihatkan wujudnya yang asli.
Humaira pun mengucapkan terimakasih atas Hadiah yang diberikan kepadanya. Ia segera naik ke punggung Jeslyn dan mereka melanjutkan perjalan ke arah selatan. Banyak rintangan yang mereka lalui saat akan menuju tempat yang disebutkan oleh Larasati.
dua hari berlalu saat mereka melakukan perjalanan kembali namun belum ada tanda-tanda tempat yang dikatakan oleh Larasati. Akhirnya Humaira mengatakan kepada Jeslyn agar ia turun dan dapat beristirahat sejenak sampai tubuhnya fit dan dapat melanjutkan perjalanan kembali.
__ADS_1
Jeslyn tidak membantah Humaira namun ia segera beristirahat. Humaira paham jika Jeslyn kecapekan makanya ia tidak mau menambah beban untuknya. ia pun seger membuat perlindungan diri untuknya dan Jeslyn dengan kekuatan pikiran sesuai yang diajarkan oleh neneknya beberapa waktu lalu. setelah itu Humaira ikut tertidur di atas tubuh Jeslyn. Jeslyn yang saat itu hampir tertidur kaget jika dibagian perut ternyata ada gerakan bayi membuatnya sangat menyayangi nya.