Cinta Suci Humaira

Cinta Suci Humaira
Draft


__ADS_3

di rumah sakit tempat bibi Ibnu di rawat


Saat itu terlihat jika Ibnu dan keluarganya memasuki kamar perawatan bibinya. tanpa disadari oleh Ibnu dan saudaranya jika Humaira tidak ada diantara mereka lagi.


Mereka diminta membantu membacakan surat Yasin juga ayat-ayat Al-Qur'an yang lain.


Dalam pandangan Ibnu, Aini dan Iqbal perlahan sosok yang berada diatas tubuh bibinya mulai ditarik secara paksa oleh kekuatan yang sangat murni dan kuat sehingga sosok itu tidak dapat melakukan perlawanan apapun. Tak lama kemudian sosok itu terbakar habis dan menjadi abu.


Sekitar 2 menit setelah sosok itu tertarik, bibi terlihat kaget dan membuka mata. Tak lama ia memuntahkan isi perutnya beberapa kali hingga ia berhenti muntah. paman pun sigap menyiapkan wadah untuk menampung muntahan bibi. Setelah itu bapaknya ibnu menghampiri paman dan memberikan air yang telah di doakan (oleh aki) untuk diminumkan kepada bibi.


Sosok nenek Humaira berada di belakang punggung nenek yang sengaja di dudukkan dan beliau menarik aura hitam yang selama ini menyelubungi tubuh bibi ibnu. Hal yang terjadi di luar dugaan aura hitam itu berubah menjadi se sosok roh yang siap menerkam nenek Humaira namun terlihat jika kekuatan nenek Humaira lebih kuat dan sosok hitam itu dengan mudah dikalahkan olehnya.


Setelah sosok yang akan mengambil nyawa bibi berhasil dimusnahkan, nenek segera menghampiri Ibnu dan kedua saudaranya.


"terimakasih kepada kalian selama ini mau menjadi teman untuk cucuku. maaf jika ia tak sempat berpamitan kepada kalian namun saat ini ia telah kembali ke tubuhnya. Jika terlambat 1 detik maka Humaira tidak akan dapat kembali ke tubuhnya dan pasti akan meninggal."


Ibnu menangis mendengarnya. ia salah kenapa seharian ini tidak mau menuruti keinginan Humaira yang selalu ada di sampingnya. Namun kini nasi telah menjadi bubur.

__ADS_1


"nek, tolong sampaikan kepada Humaira jika aku menyayanginya, kami menyayanginya. jika kita berjodoh kelak dewasa pasti akan bertemu kembali. sampaikan juga maaf ku jika selama ini tak menjadi sahabat dan saudara yang baik untuk semua." ucap Ibnu


"baiklah jika demikian nanti akan aku sampaikan. Katakan kepada paman kalian jika bibimu terbangun dan meminta air minum sebaiknya memberikan air yang dibawa dari rumah kemarin dan usahakan untuk dihabiskan."


"baik nek nanti saya sampaikan"


"bapak, paman Alhamdulillah proses pembersihan di tubuh bibi telah selesai. Insyaallah bibi akan kembali sehat seperti sedia kala."


"Alhamdulillah," ucap keduanya sambil melakukan sujud syukur.


bapaknya Ibnu pun menanyakan tentang keberadaan Humaira, Ibnu segera menjawab jika Humaira kembali ke tubuhnya. Untuk kedua orang tua Ibnu mereka merasakan kesedihan yang mendalam karena kepergian Humaira.


Disisi lain yang mereka merasa sedih kehilangan sosok yang selalu membantu dalam suka maupun duka. Mereka pun mendoakan agar Humaira dapat sehat kembali dan dapat bertemu kembali di lain kesempatan dengan tempat yang terbaik.


Tak lama kemudian sang bibi terlihat membuka matanya dan mencari paman juga anaknya. Beliau merasa lebih baikan dan segera meminta untuk pulang ke rumah. tiga hari kemudian iya di perbolehkan untuk pulang.


*****"

__ADS_1


Disisi lain, Humaira masih terbaring di ruang ICU namun ventilator telah dilepas dan diganti dengan oksigen biasa, ia pun mulai sering membuka mata di bandingkan 3 hari sebelumnya.


Siang itu Humaira meminta seorang suster untuk memanggil abangnya. Suster itu pun menyanggupi keinginan Humairah


"assalamualaikum dedek bagaimana kondisimu saat ini.? tanya Farhan cemas


"wa'...alai...kum...sa...lam, di...ma...na... Um...mi?"


"ummi pulang ke panti asuhan dek karena beberapa hari ini beliau sakit jadi kami memintanya istirahat di rumah."


"um... mmi... sa...kit ... kar..ena...aku.."


"tidak ada dek ummi memang beberapa hari tidak enak badan dan drop."


"um...mi..."


"jangan bersedih dek itu membawa pengaruh buruk kepadamu. Kamu harus kuat jangan mudah menyerah dalam melakukan beberapa hal dek. Jangan meninggalkan Abang lagi. 3 bulan Dede koma sama seperti Abang kehilangan adek"

__ADS_1


"ti...dak...bo...Leh....me...na..ngis..mm," setelah berkata demikian tiba-tiba Humaira tertidur.


"Mai,, Mai bangun. jangan buat Kaka bersedih lagi, "


__ADS_2