Cinta Suci Humaira

Cinta Suci Humaira
Jalan-jalan di Dunia Gaib 4


__ADS_3

Jeslyn dan Humaira beranjak ke daerah timur yang dominan dilapisi es dan iklim bersalju. Di daerah ini matahari bersinar hanya 6 jam selebihnya malam hari. Suhu disana sangat dingin sehingga Jeslyn meminta Humaira menyiapkan baju hangat yang tebal. Humaira belum mendapatkan pandangan tentang tempat ini karena di dunia nyata hanya ada dua iklim yaitu kemarau dan penghujan. Namun ia menuruti ucapan Jeslyn. Ia hanya perlu membayangkan baju hangat tebal yang dapat mengatasi dinginnya udara disana.


Perjalanan telah di tempuh selama 3 hari 3 malam dan hanya berhenti beberapa kali saat Humaira lelah dan meminta untuk istirahat. Sebenarnya Jeslyn tetap kuat jika tanpa istirahat namun ia hanya melakukan apa yang dikatakan Humaira. Saat awal bertemu dengan Humaira dia yakin jika kelak Humaira dapat menjadi seseorang yang sukses dan dapat membantu sesama yang membutuhkan. Karena sejak kecil ia telah memperlihatkan sifat welas asih yang membuatnya disayang orang-orang disekitarnya.


Malam ini Humaira sedang capek dan meminta Jeslyn untuk turun dan istirahat. Suhu telah mencapai -6 derajat Celcius. Namun udara dingin itu bisa di netralisir dengan bulu-bulu halus dari Jeslyn, bulu itu sehalus kapas dan selembut sutera. Humaira tidak mengerti mengapa bisa seperti itu. Namun ia nyaman berada di atas Jeslyn. setelah turun di sebuah hutan yang cukup rimbun iya segera turun dari tubuh Jeslyn dan mengumpulkan kayu untuk membuat kayu bakar. Jeslyn membantunya untuk membuat api unggun. Tak lama ia merasakan mengantuk yang sangat berat dan akhirnya tertidur. Tanpa disadari oleh Humaira ada sosok penunggu hutan itu yang tertarik oleh aura yang dipancarkan oleh Humaira. Ia pun mendekati tempat Humaira berkemah dan berusaha untuk mengusik tidurnya dan memakannya. namun sebelum hewan itu muncul, Jeslyn segera berubah menjadi wujud harimau dan mengaum dengan keras menyebabkan makhluk itu lari terbirit-birit. namun anehnya dengan kegaduhan itu dan beberapa kali terjadi peperangan seakan Humaira tidak terusik dengan perkelahian mereka. Mungkin karena Humaira kecapekan dan mengantuk berat. Setelah sosok itu pergi Jeslyn segera melingkarkan tubuhnya seakan membungkus tubuh Humaira dengan tujuan memberikan kehangatan. Ia tidak tega melihat Humaira. Jeslyn menunggu Humaira terbangun dari tidurnya lalu bergegas mengajak Jeslyn untuk melanjutkan perjalanan.


Diperkirakan kurang dari dua hari lagi mereka akan sampai ke pusat alam es itu. Namun saat perjalan mencapai setengah dari jarak yang seharusnya dicapai, Humaira merasakan jika keningnya berkedut dan mengeluarkan cahaya biru keemasan. Cahaya yang keluar terlalu mendominasi sehingga penunggu hutan itu yang lemah merasa lebih baik menyingkir bahkan yang berkekuatan besar tak berani mengusik Jeslyn dan Humaira karena aura yang dikeluarkan oleh Jeslyn terlalu besar.hal ini tentu memperlancar perjalanan mereka, dan seakan burung-burung ikut mengiringi Humaira dan juga Jeslyn saat mereka lewat. Suasana semakin rame saat burung-burung itu berbunyi seakan-akan musik yang terus mengikuti Humaira. Hal ini tentu membuat mereka senang dan gembira. Namun tiba-tiba hal ini dihentikan oleh ucapan Humaira


"berhenti disini Jeslyn"


"ada apa ratu?"


"didepan ada sebuah bukit kecil yang tandus karena semua disini berunsur es dan kurang air. dibalik bukit itu yang ada di lembah sebelah tenggara tolong turunkan aku disana."


"tapi tempat ini jauh dari pusat tempat ini ratu"


"kita tidak perlu pergi ke inti dari tempat ini karena tempat yang kita cari ada di depan kita"


"baiklah ratu hamba mengerti," Jeslyn paham, hal-hal yang terjadi pada dirinya dan Humaira banyak hal ganjil dan semua itu terjadi karena apa yang dialami oleh Humaira adalah murni karena sosoknya yang akan menjadi pemimpin suku mereka kelak.

__ADS_1


"pandu aku ke arah mana yang tepat ratu"


"kamu lihat ada pohon kembar disana? Itu adalah pintu gerbangnya. Tolong turunkan aku di tempat itu"


"baiklah ratu"


tidak membutuhkan waktu lama untuk Jeslyn dan juga Humaira untuk sampai ke depan pintu kembar itu. Sesampainya disana seakan ada yang terus memanggil-manggil untuk Humaira segera masuk ke dalam. Sebelum Humaira masuk ia menyuruh Jeslyn untuk pulang dulu dan mengabari ke neneknya bahwa ia sedang mengikuti ujian ketiga. Jadi kemungkinan ia akan lama disana.


Jeslyn menyanggupi hal tersebut. Sesaat sebelum Humaira masuk kedalam itu Jeslyn segera kembali ke tempat asalnya. Humaira pun melangkahkan kaki menuju gerbang dunia gaib itu. Mengapa dikatakan gerbang dunia gaib karena aura dunia dibalik pintu gerbang itu berbeda dengan aura yang ada di dunia sekitar daerah kaumnya. Entah ada dimana ini namun ia tidak akan ragu untuk mencari tahu ujian apa selanjutnya. karena pernah suatu ketika sebuah suara entah siapa itu berkata jika ia ingin kembali ke tubuhnya di dunia nyata maka dia harus melewati lima ujian untuk menjadi pemimpin itu. Ke lima ujian itu mewakili lima unsur di alam semesta yakni, air, api, tanah, angin juga petir atau Guntur. dua ujian telah dilewati dengan baik oleh Humaira saat ini ia akan menjalani ujian di alam Guntur atau petir.


Di alam ini terlihat ada sebuah pulau kecil mengapung dan terlihat petir abadi mengelilingi pulau tersebut. Humaira melangkahkan kaki menuju tempat itu. Tepat setelah berada di bawah pohon itu ada satu sosok yang terbentuk dari petir yang ada di daerah itu.


"selamat datang di alam petir ratu, disini adalah ujian ketiga ratu untuk dinilai apakah bisa menjadi pemimpin kaumnya di dunia ini" karena sesungguhnya kelompok mereka tidak hanya berada di bukit barisan saja namun menyebar di beberapa daerah di wilayah Indonesia bahkan sampai keluar negeri


"namaku Peter ratu, benar ratu itu adalah ujian untuk keseluruhan kepulauan yang ada di Indonesia."


"baiklah jika demikian. Kapan aku dapat memulai ujian ini?"


"sebaiknya ratu mempersiapkan semua yang sekiranya dapat membantu ratu, seperti stamina yang kuat juga fisik yang kuat."

__ADS_1


"baiklah aku akan menyesuaikan diri dengan lingkungan disini dahulu dan perlahan mendekat ke arah petir-petir abadi itu"


"baiklah ratu, saya ijin kembali dahulu"


"silahkan"


Humaira segera beranjak ke arah tengah bawah pulau mengambang yang ada petir-petir abadi. Ia pun duduk bersila dan menutup mata. tanpa ia sadari tubuhnya otomatis terangkat seakan ada kekuatan kasat mata yang menyedotnya ke arah pulau mengambang. entah dari mana asalnya ketika tubuh Humaira telah berada di depan perisai energi petir abadi itu seakan ada pintu yang terbuka sehingga ia bisa masuk ke dalam.


Tubuhnya ditempa oleh sambaran-sambaran petir abadi itu. Awalnya Humaira kaget ketika mendapat sengatan listrik pertama kali. Namun lama kelamaan ia menjadi terbiasa. Walau demikian pakaian yang ia pakai telah compang-camping dan bau terbakar dimana-mana beruntung hanya ada dia di pulau mengambang itu.


Sekitar 7hari Humaira ditempa di tempat itu sampai akhirnya petir-petir abadi itu sudah tidak berefek apa-apa untuknya. Peter segera menegurnya,


"salam yang mulia ratu, selamat telah melalui ujian di tempat ini, anda telah dinyatakan lulus dalam hal ini"


"benarkah, terimakasih Peter. Lalu setelah ini sebaiknya aku kearah mana dahulu ya?"


"sebaiknya yang mulia ratu segera ke arah tenggara disana ada tempat bernama gua api abadi. Disana ada api abadi yang kata legenda berasal dari api neraka. Namun dalam hal ini yang akan di tempa adalah unsur tanah dalam tubuh yang mulia ratu"


"baiklah jika demikian terimakasih atas sarannya."

__ADS_1


"ini ada beberapa hadiah untuk yang mulia"


Humaira segera menerima hadiah dari Peter dan melihat apakah itu. Terlihat seperti gelang pada dua tempat sebelumnya yang memiliki tanda air dan api. Sedangkan yang ia dapat dari sini berlambangkan petir. Yang satunya adalah pisau kecil yang berlambangkan petir. Kata Peter itu adalah bilah pisau yang terbentuk dari petir-petir abadi.


__ADS_2