Cinta Suci Humaira

Cinta Suci Humaira
Jalan-jalan di Dunia Gaib Last Part


__ADS_3

Humaira dan Jeslyn segera meneruskan perjalanan mereka ke arah timur laut, disana ada sebuah daerah gurun pasir yang sering terjadi badai pasir. Disini kekuatan insting juga pertahanan dan kepekaan terhadap sekitar akan di uji. perjalanan menuju gurun pasir yang identik dengan unsur angin dan pasir itu membutuhkan waktu 7hari 7 malam tanpa istirahat. Namun Humaira yang memandangi pemandangan Yang asing dan baru tidak dapat menyembunyikan rasa kagumnya.


Ia tidak beristirahat ia terus berlalu memandangi pemandangan yang dilewati. Terbentang Padang rumput tinggi menjulang sampai tidak dapat dilihat sejauh mana mereka tinggi ke atas karena dari atas tak dapat dilihat ujung dari tanaman itu. Namun jangan berani mendekati mereka karena jangan kaget bisa gatel-gatel karena daunnya itu seperti ada bulu-bulu halus namun sangat gatal.


Tak terlihat adanya hewan disekitarnya atau angin yang berhembus disekitarnya. Hal ini sangat kontras dengan keadaan alam 15 menit kemudian. Terlihat tanah yang tandus seakan kekurangan mata air dan panas yang menyengat tanpa adanya pohon untuk berlindung dari panasnya matahari.


Humaira yang baru saja berada di alam ini seakan tidak kuat untuk melewati ujiannya. namun ia berpikir ini merupakan tempat ujian terakhir, apakah ia akan layak atau tidak menjadi pemimpin di alam itu. Walau banyak orang menyukai dirinya tidak menutup kemungkinan jika ada orang-orang yang jahat terselubung seakan ia mendukung Humaira naik tahta namun akhirnya setelah ada dukungan dan kesempatan mereka akan melakukan pemberontakan.


Tak lama ia berpikir namun tiba-tiba terdengar suara seseorang meminta tolong,


"tolong.... Tolong.... Tolong....."


"tolong.... Tolong .... Tolong..."


"Jeslyn apakah kamu mendengar suara meminta tolong"


"aku tidak mendengar suara apa-apa yang mulia ratu"


"coba kamu ikuti arah suara yang aku tunjuk itu."


"ke arah mana yang mulia?"


"arah jam 4 dari posisi kita sekarang"


"baik yang mulia"


Jeslyn dan Humaira segera meneruskan perjalanan sesuai arah yang di tunjuk oleh Humaira. walau Jeslyn tidak mendengar suara apapun namun ia percaya akan yang disampaikan oleh Humaira.


beberapa saat sebelum ia menemui Humaira, ia telah diberi tahukan oleh neneknya Humaira yang merupakan penasehat di alam gaib itu. Ia menyampaikan jika telah ada saatnya Humaira akan bangkit maka itu tidak dapat ditahan atau ditunda oleh siapapun. Itu akan terbuka dengan sendirinya namun hal itu harus ada yang membimbing agar Humaira tidak sampai salah jalan dan melindungi kejahatan.


Jeslyn diminta untuk menemani dan mengarahkan Humaira agar tidak kaget nantinya dengan kemampuan juga kelebihannya agar dapat dimanfaatkan untuk membantu sesama. Awalnya Jeslyn ragu apakah ia akan mampu untuk menjadi pengawal dan juga seseorang yang akan mengingatkan ia juga menjaganya dari keserakahan orang-orang yang jahat.


Disinilah ia sekarang menjadi pemandu juga sahabat dari Humaira. Karena modal sebuah kepercayaan maka kedekatan akan terjalin dengan sendirinya. Ia akan mudah diingatkan maupun di arahkan ke hal yang lebih penting agar tidak salah dalam mengambil keputusan yang benar.


kembali ke perjalanan Humaira dan Jeslyn, mereka segera mengikuti arah suara yang didengar oleh Humaira. Sampai dimana suara itu semakin lemah namun Humaira merasakan jika ada aura atau luapan energi yang kacau terjadi disekitar nya. Humaira meminta agar Jeslyn turun dan merubah bentuknya menjadi wujud manusia. Ia akan berjalan sendiri menuju asal suara itu. namun Jeslyn mengkhawatirkan keadaan Humaira saat ini. Ingin ia ingatkan jika sebaiknya Humaira menenangkan diri juga pikirannya unm sebelum masuk ke dalam. namun saat ia akan mengikuti langkah Humaira seakan ada dinding transparan menghalangi langkahnya. Jeslyn paham jika Humaira saat ini berada di tempat ujian ke empat berlangsung. Namun ia mengkhawatirkan kondisi Humaira.


Di lain pihak Humaira terus melangkah menuju suara itu, setelah berjalan di tengah panasnya gurun pasir sekitar 10 menit, ia merasakan jika pasir yang ada di depannya mulai gembur dan lembut. Untung hanya 1 kaki yang ia tapakkan ke pasir itu. Ia segera melompat ke belakang karena menyadari jika itu pasir hisap.


Ia pun memilih berjalan memutar untuk menghindari pasir hisap itu. beberapa waktu berlalu dari arah sebelah kanan terdengar suara minta tolong yang terus melemah. mungkin orang yang meminta tolong itu hampir tenggelam oleh pasir hisap itu. Ia segera mendekati asal suara itu. Setelah berjarak 200 meter terlihat sosok perempuan yang tinggal kepala dan kedua tangan yang kelihatan sedangkan tubuhnya yang lain sudah tenggelam di dalam pasir hisap.


"bersabarlah aku akan mencari tapi atau kayu untuk membantu menarikmu keluar dari pasir hisap ini. Aku tidak bisa lebih dekat lagi karena ini jarak aman agar tidak ikut terhisap."


Perempuan itu dapat mendengar apa yang di bicarakan oleh Humaira namun ia tidak dapat menjawab nya karena semakin banyak ia melakukan gerakan maka dia akan semakin tenggelam ke dasar pasir hisap itu sendiri. sedangkan Humaira sendiri mulai mendekati sebuah pohon yang terdapat sulur-sulur (akar yang menggantung) seperti pohon beringin. Ia pun segera menjalin akar itu, dan menyambungnya hingga panjang sekiranya dapat menolong perempuan yang hampir tenggelam tadi. setelah diperkirakan cukup panjang, ia segera mendatangi posisi perempuan tadi. Ia pun meminta perempuan itu bersiap karena ia akan melemparkan tapi dari akar itu.


"bismillahirrahmanirrahim, aku biarkan untuk membantu sosok perempuan ini, mudahkanlah hamba untuk membantunya keluar dengan ijin dan ridho-Mu ya Allah." dia Humaira dalam hati

__ADS_1


Setelah berdoa ia pun segera melempar sulur akar itu dan Alhamdulillah perempuan itu pun menangkap nya dengan mudah tanpa kesulitan. Ketika perempuan itu menangkapnya entah kekuatan apa yang muncul dari tubuh Humaira sehingga ia mengeluarkan aura keemasan dan simbol istana di dahinya muncul.


Kekuatan yang ditimbulkan pun sungguh diluar dugaan, bukan hanya kekuatan seorang anak kecil yang menariknya namun seakan ada 1000 ekor siluman membantunya sehingga penarikan itu mudah. perlahan demi perlahan sosok itu keluar dan ia dapat melihat jika ada tanda di dahi Humaira. Ia sebagai seorang panglima daerah perbatasan mengetahui makna tanda istana pada dahi Humaira itu.


"salam yang mulia ratu, saya Linggar panglima daerah perbatasan menghadap."


"tunggu, bagaimana kamu mengetahui kalau saya seorang ratu? Padahal kita baru saja bertemu dan juga saya masih calon ratu karena di daerah sini ujian terakhir saya."


"ada sebuah simbol atau tanda di antara dua alis anda ratu, itu adalah pertanda jika anda adalah seorang ratu. Tidak ada seorang pun yang dapat menyamai tanda itu ratu."


"benar juga apa yang kau sampaikan kenapa aku tidak pernah berpikiran demikian. Lalu kenapa disini ada pasir hisap Linggar? Sedangkan kata nenek ujian disini adalah mengenai badai pasir juga suasana atau hawa panas yang mendominasi."


"memang benar ratu jika disini banyak terjadi fenomena badai pasir. Namun selain itu di beberapa tempat pun terdapat pasir hisap karena daerah itu dominan dengan unsur air berpadu dengan pasir. Sedangkan badai pasir itu perpaduan antara unsur angin dan unsur pasir. Pada ujian terakhir ini lebih di tekankan pada keserasian penggabungan dua unsur yang mulia ratu pahami. Jadi yang mulia ratu mulai dapat belajar memadukan dua unsur yang berbeda menjadi satu kesatuan yang menjadi kekuatan baru untuk yang mulia"


"memadukan dua unsur. Namun bukankah mustahil memadukan dua unsur yang bertolak belakang seperti halnya unsur api dan unsur air?"


"benar yang mulia ratu, jadi anda harus pandai memilah unsur apa yang pantas untuk di padukan agar tidak menjadi sebuah bencana nantinya. Misalkan, unsur air dipadukan dengan unsur angin, maka akan menjadi uap air atau bilah-bilah pisau dari air yang dipadatkan bersama unsur angin. kecepatan, kepadatan dan ketajaman ke untungan dari perpaduan unsur ini. Selain itu ada unsur api dan unsur petir yang dijadikan menjadi satu akan sangat berbahaya jika dipadukan namun jika suatu saat untuk menghadapi iblis atau makhluk sesembahan pemuja iblis ini akan menjadi titik lemah mereka dan akan menjadi senjata tersembunyi yang mulia ratu "


"apakah kamu mempunyai atau mengetahui sebuah tempat untuk melatih beberapa unsur yang telah aku pahami?"


"ikuti saya yang mulia"


Humaira segera mengikuti Linggar menuju sebuah akar pohon mahoni yang sangat besar. Tepat di tengah-tengah akar yang melengkung tersebut Linggar mengucapkan beberapa doa yang dipanjatkan olehnya. Tak berapa lama terbentuklah sebuah pintu yang dipenuhi aura besar yang menenangkan pikiran.


"terimakasih Linggar"


Humaira segera melangkah kan kaki menuju pintu itu. Pertama ia melangkah melewati pintu ia disambut oleh cahaya yang sangat menyilaukan mata. Sehingga ia menutup kedua matanya menggunakan punggung tangannya. Tak lama kemudian dia mendengar suara burung berkicau yang sangat merdu. Ia segera membuka kedua matanya.


"subhanallah, sungguh ciptaan yang sempurna". Humaira merasa takjub akan keindahan alam yang ia lihat di depannya. Sungai jernih yang mengalir dari hilir ke hulu, ikan kecil-kecil yang berenang saling berkejaran satu dengan yang lain.


Tak ingin ia terus terlena dengan keindahan alam itu, ia segera mulai berlatih dengan berbagai unsur yang ia kuasai. Selama berlatih seakan ada suara yang ia dengar berbisik di telinganya atau bahkan melakukan telepati kepadanya. Namun siapakah sosok itu mengapa ia tidak menampakkan wujudnya kepada Humaira.


Humaira terus berlatih dengan giat sehingga ia dapat memadukan beberapa unsur yang benar-benar ia kuasai.


Tanpa Humaira sadari ia telah berlatih selama dua bulan di dunia kecil dibawah akar pohon mahoni itu. saat ini di depan pintu gerbang telah berkumpul Jeslyn dan beberapa panglima atau penjaga ketiga tempat ujian yang telah Humaira lalui sebelumnya. Mereka semua sebenarnya adalah rakyat dan anak buah Humaira namun sesuai pesan neneknya Humaira (penasehat mereka) jika mereka harus merahasiakan identitasnya kecuali Jeslyn yang merupakan jenderal utama yang bertugas melindungi Humaira.


"kapan yang mulia ratu akan keluar dari latihannya?" tanya Larasati


"entahlah aku harap jika ia segera keluar karena tubuhnya di dunia nyata semakin melemah jika ia tidak segera kembali."


"aamiin ya rabbal'alamin"


Tiga hari berlalu, tak lama kemudian Humaira keluar dari pintu itu dan menemui keempat penjaga sebelumnya.


"assalamualaikum"

__ADS_1


"wa'alaikumsalam, salam yang mulia ratu" ujar merek bersama


"janganlah terlalu formal kepadaku, aku takut akan besar kepala dan menjadi lupa daratan" jawab Humaira


"insyaallah hal itu tidak akan terjadi yang mulia karena kami paham akan sifat yang mulia"


"benarkah?? Baiklah Jeslyn antarkan kembali aku menemui nenek. Aku harus segera berpamitan kepada beliau karena aku sudah meninggalkan dunia nyata terlalu lama. Untuk kalian semua aku pamit ya. Insyaallah dilain kesempatan kita akan bertemu kembali "


"baiklah ratu"


Humaira dan Jeslyn segera menuju ke istana utama untuk menemui neneknya.


"salam yang mulia ratu, selamat telah melalui ujian dengan sempurna," ujar beberapa orang dari ruang pertemuan


Humaira kaget dengan ucapan mereka karena ia bahkan belum menapakkan kaki ke istana itu tapi bagaimana mereka tahu akan kedatangannya.


"terimakasih, bangunlah kalian semua"


Semua sosok di ruang pertemuan segera bangkit dan kembali duduk di kursinya.


"selamat cucuku sekarang kamu sudah resmi menjadi bagian dari kami,"


"terimakasih nek, tapi apakah aku masih dapat menjalankan kehidupan ku dialam nyata."


"pastinya nak, hanya saja saat di alam ini membutuhkan kehadiran mu maka Jeslyn akan datang dan menjemput mu."


"baiklah jika demikian nek, apakah aku bisa kembali sekarang nek?"


"kenapa terburu-buru kamu ingin kembali nak"


"aku kangen dengan keluarga ku nek"


"apakah jika kelak kita dipertemukan di dunia nyata engkau akan membenci nenekmu ini nak"


"insyaallah tidak akan nek, saat ujian kemarin saya belajar beberapa hal, tak seharusnya kita melihat kebelakang hal yang tidak dapat kita ubah. Sebaiknya kita menyiapkan hal-hal yang dapat terjadi kedepannya agar lebih baik dari masa lalu."


"syukurlah nak, jika engkau lebih bijak dalam menghadapi masalah."


"terimakasih nek telah mau membimbing ku. Insyaallah aku akan menjadi lebih baik dari sebelumnya. Aku pamit nek" ucap Humaira sambil mencium tangan neneknya


"hati-hati lah nak, Jeslyn aku titipkan cucuku kepadamu jagalah ia dengan baik"


"baik penasehat "


Setelah berpamitan Humaira tersedot oleh kekuatan gaib dan kembali ke tubuhnya yang sedang di rawat di rumah sakit.

__ADS_1


__ADS_2