Cinta Suci Humaira

Cinta Suci Humaira
Kenangan Terindah


__ADS_3

Ibnu segera menuju ke kamar adiknya. Ia menghampiri ranjang adiknya, terlihat jika Iqbal sedang tertidur dengan sedikit menggigil. Segera ia pasangkan sebuah selimut tebal agar adiknya itu nyaman saat tidur dan lekas sembuh. Ia meraba kening adiknya ternyata demamnya belum turun. Ia segera berlari ke dapur untuk mengambil baskom diisi air dan kain untuk mengompres adiknya. Dia dengan telaten mengurus adiknya, hingga tak terasa ikut tertidur.


Iqbal yang saat itu bangun terkejut karena kehadiran kakaknya dengan air untuk kompres di sampingnya. Dilihatnya jika kakaknya itu tak sempat berganti pakaian.


"Bu, adik lapar, ibu masak apa?" tanya Iqbal menuju ruang tamu


"ibu sudah buatkan bubur untukmu nak, karena kamu sakit jadi sengaja ibu membuat kan bubur. Duduklah di meja makan dan akan ibu ambilkan buburnya."


"iya Bu. Bu itu tadi ka Ibnu pulang sekolah kenapa tidak mengganti baju dahulu. Kaka merawat ku dan mengompres ku tadi Bu. Apakah mungkin Kaka kecapean ya sehingga tidur di kamar adik."


"masyaallah, Ibnu masih di kamar mu nak? Anak itu memang bandel, tapi dia tidak menjahili mu kan?"


"tidak Bu, malah ada bekas baskom air sisa untuk mengompres ku Bu."


"ternyata anak itu memang sudah berubah sejak mengenal Humaira "


"iya benar Bu."


"ya sudah kamu lanjutkan kalau makan ibu akan membangunkan kakak mu, kasihan sejak siang belum makan ia pasti lapar dan lelah"


"iya Bu"


Ibu pun bergegas menuju kamar Iqbal untuk membangunkan Ibnu


"kak, bangun sudah sore. kamu sejak pulang sekolah belum makan siang lho nak, apa kamu tidak lapar"


"tadi pas nengok adik demamnya tinggi dan menggigil Bu akhirnya aku tambah selimutnya juga aku kompres setelah itu aku ngantuk ternyata ketiduran. Iqbal mana Bu"


"dia sedang makan di ruang makan"


"apakah demamnya sudah turun Bu"


"Alhamdulillah jika begitu Bu. Aku mau mandi dulu bu, setelah itu baru makan karena badanku gatal semua."


"iya nak ibu tunggu di meja makan ya"


Ibnu dan melangkah menuju kamarnya dan bergegas mandi di kamar mandi yang ada di kamarnya. 10 menit berselang akhirnya dia selesai mandi dan berpakaian, ia segera menuju ke ruang makan.


"Ibnu sudah turun kamu nak, itu nasi, lauk sama sayurnya sudah ada di meja ya nak. Ibu mau arisan dulu di RT sebelah"


"iya Bu"


terdengar suara pintu dibuka, dapat dipastikan jika itu ibunya yang keluar rumah karena berpamitan akan arisan tadi.


Ia pun segera mengambil nasi lauk juga sayur bening yang dimasak ibunya. walaupun masakan sederhana namun terasa nikmat manakala kita dapat mensyukuri nya.


"kak, terimakasih ya sudah merawat aku tadi, hingga kakak ketiduran" ucap iqbal


"sama-sama dek. Kita sebagai anggota keluarga wajib menjaga antara satu sama yang lain. Jadi jika ada yang sakit sudah menjadi kewajiban kita untuk menjaganya.".


"iya kak."


"bagaimana kondisi mu dek, apakah masih demam atau pusing?"


"sudah tidak ka hanya saja badan masih terasa lemas"


"sebaiknya kamu minum obat dan kembali tidur dek agar cepat sembuh"


"iya ka, oiya bagaimana tentang ka Humaira, apakah sampai sekarang papa belum menemukannya."


"belum dek kemungkinan dia bukan berasal dari kota ini. Atau bahkan bukan di pulau Jawa "


"kenapa kakak berpikiran seperti itu?"


"jika hanya di pulau Jawa pasti kita sudah mendapatkan informasi dari beberapa teman kolega papa dek. Berbeda jika ia berbeda pulau dengan kita. Selain aksesnya sudah dijangkau tidak banyak teman papa disana."

__ADS_1


"benar juga katamu ka"


*****


POV yg Farhan


Saat itu menunjukkan pukul 12 siang. Farhan Sudah pulang dari sekolah, namun jemputan belum ada akhirnya ia menelpon supirnya. Menunggu sekitar 10 menit mobil jemputan pun sampai dan segera mengantarkan Farhan menuju rumahnya.


Ketika sampai di rumah Bu Laura sudah menunggu kedatangannya.


"bagaimana sekolahmu hari ini nak?"


"alhamdulilah lancar ma, sudah berkenalan dengan beberapa teman juga hari ini"


"semoga hari-hari mu menyenangkan ya."


"iya ma. Aku mau ke kamar ganti baju dulu ya ma."


"iya nak, setelah ganti baju kamu sebaiknya turun dan segera makan siang agar kesehatan mu terus terjaga."


"baik mah"


Farhan pun segera menuju kamarnya dan mengganti seragam sekolah nya dengan baju rumah. Tak lupa ia tunaikan sholat Dzuhur terlebih dahulu lalu turun ke bawah untuk makan siang.


"mama masak apa hari ini?"


"mama masak telur balado dan tumis kangkung nak"


"pasti enak mah"


"makanya lekas kah makan."


"iya mah"


Walau Bu Laura terlahir dari keluarga yang kaya dan berada tidak menyurutkan niatnya untuk memasak sendiri makanan untuk keluarganya. karena sesungguhnya makanan yang dimasak sendiri akan lebih higienis dan terjamin dibandingkan makanan yang dijual di luar.


"mah, apakah Humaira sudah pulang sekolah ya?"


"kenapa nak, apakah kamu mau menelponnya?"


"iya mah, apakah boleh?"


"tentu saja boleh sayang. lagipula dia kan saudara mu. sudah sewajarnya kalian bertukar kabar."


"terimakasih mama cantik deh" puji Farhan sambil berlari menuju kamarnya


"anak itu pandai memuji kalau ada maunya."


Farhan menuju kamar dan mengambil hpnya. Ia mencoba menghubungi Humaira.


"Tut...Tut...Tut..."


"Tut... Tut...Tut..."


"assalamualaikum siapa ini?" tanya suara di seberang


"wa'alaikumsalam, ummi ini Farhan. Apakah Humaira sudah pulang sekolah?"


"belum nak, Humaira biasa pulang jam 1 karena sekolahnya di madrasah jadi pulangnya lebih lama dibandingkan sekolah dasar biasa."


"baiklah ummi nanti Farhan telpon lagi jika Humaira sudah pulang"


"iya nak"


Farhan segera mengakhiri telponnya. Ia lalu mengambil gitar yang dibelikan oleh papanya beberapa waktu lalu. Ia mulai memetik gitar dan menyanyikan sebuah lagu. tanpa disadari oleh Farhan Bu Laura lewat depan kamarnya, ketika mendengar anaknya memainkan gitar sambil bernyanyi dengan suara merdu. Segera ia mengetuk pintu kamar.

__ADS_1


"tok..tok...tok..."


"apakah mama boleh masuk sayang"


Farhan segera menghentikan permainan gitar nya dan melangkah kearah pintu untuk membukanya.


"masuk saja mah, pintunya tidak pernah Farhan kunci"


"terimakasih nak"


"ada apa mah, apa mama mau Farhan nyanyikan sebuah lagu untuk mama"


"lagu apa itu sayang"


"mama mau request lagu apa?"


"boleh lagi saat terakhir dari Setia Band"


"kenapa lagi sedih mah, apakah ada kenangan tersendiri untuk lagu itu?"


"benar sayang, dulu sebenarnya mama pernah hamil bahkan sudah memasuki 8 bulan. Namun hal naas terjadi saat mama dan papa akan pulang ke rumah setelah bekerja, kami mengalami kecelakaan. mama dalam keadaan koma sedangkan anak dalam kandungan mama meninggal karena kecelakaan itu. akibat kecelakaan itu rahim mama harus diangkat karena terus terjadi pendarahan dan hal itu yang menyebabkan mama tidak memiliki anak hingga mama ketemu kamu dan Humaira."


"maafkan Farhan ya ma jika pertanyaan Farhan membuka luka lama mama."


"Tidak apa-apa nak. Ayo bernyanyi bersama"


Farhan segera memetik senar gitarnya


"*tak pernah terpikir olehku"


"tak sedikitpun ku bayangkan"


"kau akan pergi tinggalkan ku sendiri"


"begitu sulit ku bayangkan"


"begitu sulit kurasakan"


"kau akan pergi tinggalkan ku sendiri"


"dibawah batu nisan kini tlah kau sandarkan kasih sayang kamu"


"begitu dalam, hingga ku tak sanggup ini terjadi karena ku sangat cinta"


"inilah saat terakhir ku melihat kamu"


"jatuh air mataku menangis pilu"


"hanya mampu ucapkan selamat tinggal kasih..."


"satu jam saja ku telah bisa cintai kamu...kamu...kamu dihatiku"


"namun bagiku melupakan mu butuh waktuku seumur hidup"


"satu jam saja ku telah bisa sayangi kamu... Dihatiku"


"namun bagiku melupakan mu butuh waktuku seumur hidup"


"dihatiku*"


Baik Farhan ataupun Bu Laura sama-sama meneteskan air mata saat menyanyikan lagu ini. Bayangan anak bayi yang hanya dapat dilihat Bu laura saat terbangun dari Koma terus terngiang di pelupuk mata. Beberapa kali ia terus menangis meratapi anaknya.


"sabar ya ma insyaallah Kaka akan menjadi tiket ke surga untuk papa dan mama kelak di akhirat."


"aamiin ya rabbal'alamin, iya nak"

__ADS_1


Tak lama kemudian terdengar suara nada dering telpon dari hp farhan


__ADS_2