
Ummi Hasanah berteriak histeris ketika mengetahui Humaira pingsan. Ingin rasanya ia memaki ibu itu yang datang di saat yang tidak tepat. sehingga kedatangannya menunda perjalanan mereka untuk memeriksakan Humaira ke rumah sakit. Ia segera menelpon dokter Mira tentang kondisi Humaira. Tak menunggu lama l itu diangkat oleh dokter Mira, ia siap siaga menunggu di UGD.
"Ummi bolehkah saya ikut? Saya tidak ingin berpisah dengan anakku untuk kedua kalinya, rasa bersalah saya semakin tinggi melihat kondisi nya saat ini"
"naik lah terlebih dahulu, pangku kepala Humaira biar saya bagian kakinya."
"terimakasih ummi"
"jika boleh tahu siapakah namamu nak?"
"saya Khadijah ummi, saya yang meletakkan kedua bayi saya tepat di halaman belakang panti asuhan ini beberapa tahun yang lalu"
"aku tidak akan bertanya atau menghakimi mu. Namun berilah penjelasan kepada Humaira nantinya setelah ia sadar kembali."
"ia Ummi, apakah Humaira sering sakit seperti ini Ummi?"
"benar Khadijah, ia sejak kecil mengalami kelainan jantung. Kata dokter itu merupakan penyakit keturunan."
"astaghfirullahal'adzim, dari keluarga aku tidak ada keturunan jantung, apakah ini karena?"
"kenapa kamu terus membuatku menderita. Bertahun-tahun aku tidak bertemu anak-anak ku karena ulah orang tuamu, apa belum cukup derita yang kau berikan?" ujar Khadijah sambil menangis
"tidak baik berkata demikian Bu. Tidak semua karma itu buruk. Ada karma baik dan juga karma buruk"
"benar kata ummi, terimakasih sudah mengingatkan ku."
Tak terasa mobil itu masuk ke dalam wilayah rumah sakit dan langsung menuju ruang UGD. Dokter Mira telah menanti mereka di depan pintu masuk dengan dua orang suster dan juga sebuah brankar. Humaira segera dipindahkan ke brankar dan dimasukkan ke ruang UGD. Sedangkan Ummi dan Khadijah (ibu Humaira dan Farhan) menunggu dengan khawatir perkembangan kesehatan Humaira.
Tak lama kemudian terdengar suara hp berdering, ternyata itu adalah bunyi hp Khadijah dari suaminya yakni bapaknya Humaira dan Farhan.
"Bun, bagaimana apakah kamu sudah menemukan anak-anak kita dan juga panti asuhan yang dimana kamu menitipkan mereka tempo hari?"
"Alhamdulillah sudah pak, tapi saat ini Humaira sedang di rawat di ruang UGD karena penyakit jantung bawaan nya kambuh."
"astaghfirullahal'adzim, mengapa hidup ini tidak adil. Setelah kita dipisahkan bertahun-tahun dengan anak-anak kita, salah satu anak kita mewarisi penyakit kakeknya yaitu jantung. semoga bisa disembuhkan. Aamiin."
"aamiin ya rabbal'alamin,"
"pa, bunda mau cari sarapan dahulu bersama orang yang selama ini sudah merawat anak kita. nanti bunda telpon lagi jika sudah ada kabar terbaru tentang kondisi Humaira "
"baiklah Bun"
"Ummi sebaiknya kita mencari sarapan dahulu sambil menunggu pemeriksaan Humaira"
"baiklah Bu"
Mereka segera menuju kantin rumah sakit yang pagi itu terlihat lumayan rame karena ada beberapa pegawai rumah sakit sedang sarapan atau hanya membeli kopi.
__ADS_1
Khadijah dan ummi Hasanah menuju sebuah meja yang ada di pojok ruangan. Mereka memesan teh karena keduanya telah sarapan. Khadijah mengajak ummi untuk sarapan agar memiliki waktu untuk mengobrol bersama.
"ummi maafkan jika kedatangan saya mendadak dan di waktu yang tidak tepat"
"tidak apa-apa Bu, memang kondisi Humaira sejak habis subuh tadi sudah lemah dan kami memang berencana mengajaknya berobat pagi ini."
"apakah Humaira sering sakit Bu?"
"jika beberapa tahun belakangan ini tidak ada keluhan berarti Bu. Misalkan kurang sehat pun tidak sampai di rawat inap. namun entah kenapa hari ini dia begitu lemah. apakah sebenarnya dia sudah merasakan sakit sejak lama dan dia pendam sendiri kami tidak mengetahui. Karena ia termasuk anak yang pendiam dan penyayang."
"bagaimana dengan akademiknya ummi"
"selain olahraga yang memang ia tidak dianjurkan untuk menjalani aktivitas yang berat, prestasi akademik nya cukup menonjol dan dia termasuk anak yang cerdas dan berprestasi. Selain itu sejak umur 10 tahun ia telah menjadi seorang hafidzah atau penghafal Al-Qur'an."
"apa? Penghafal Al-Qur'an Ummi?"
"benar Bu,"
"subhanallah di usia muda ia sudah menjadi kebanggaan dan kesayangan orang-orang disekitarnya "
"dulu saat kawan-kawannya asyik bermain bersama dia merasa lebih baik menjadi penghafal Al-Qur'an Bu. Selain karena fisiknya yang lemah,ia pun pernah berkata jika ingin menjadi seseorang yang kelak akan dapat membawa orangtuanya memasuki surga dengan menjadi penghafal Al-Qur'an."
"subhanallah, sungguh niat yang mulia " ucap Khadijah
"mari kita segera kembali ke UGD Bu, takutnya ada hal yang perlu persetujuan kita disana."
Keduanya lalu berjalan beriringan menuju ke ruang UGD. terlihat banyak kesibukan disana dan ambulans silih berganti memasuki pelataran UGD. Sepertinya terjadi kecelakaan parah entah di daerah mana.
Sekitar 30 menit kemudian, dokter Mira terlihat melangkah ke luar ruang UGD.
"Ummi, silahkan ikut saya ke ruangan. Ada beberapa hal yang akan saya sampaikan mengenai Humaira."
"baik dokter"
Ummi Hasanah segera menuju ke ruangan dokter Mira bersama dengan Khadijah.
"tok...tok...tok..."
"silahkan masuk dan silahkan duduk" sapa dokter Mira
"siapa ini Ummi,"
"beliau adalah orang tua kandung Humaira dan Farhan dokter. Beliau menunjukkan bukti-bukti jika memang beliau yang menitipkan keduanya di panti asuhan beberapa tahun yang lalu."
"baiklah jika demikian, semoga dengan bertemu ibu, membuat Humaira semangat lagi dalam menjalani pengobatan dan juga tidak putus asa lagi."
"begini Ummi, saat ini kondisi Humaira masih lemah dan alhamdulilah kondisinya baik-baik saja hanya agak kambuh sakitnya. Setelah di beri obat dia dapat beristirahat dengan baik. Humaira telah sadarkan diri dan sekarang sedang istirahat, tapi sebaiknya ia dirawat inap agar dapat dipantau kondisinya "
__ADS_1
"baiklah dokter tolong berikan yang terbaik untuk Humaira, dan saya akan mempersiapkan kamar VIP untuk Humaira."
"baik Bu, silahkan anda mengurus terlebih dahulu administrasi nya."
"baik dokter"
Bu Khadijah segera ke ruang administrasi untuk mengurus kamar rawat inap untuk humaira. Setelah itu ia kembali ke UGD dan menyerahkan nya kepada seorang suster.
Tak lama Humaira telah siap dipindahkan ke ruang perawatan VIP, terlihat wajahnya yang cantik namun pucat terbaring tanpa daya. Ada rasa bersalah pada hati Khadijah karena telah meninggalkan Humaira dan Farhan yang telah ia tinggalkan sejak mereka bayi.
Jam tiga sore Humaira terbangun, dia melihat ke sekeliling dan menyadari jika ia di rumah sakit lagi. ia tak melihat seorang pun ada disekitarnya.
"dimana ummi, kenapa aku ditinggal sendirian. Aku haus tapi badan masih lemas mau ambil minum sendiri" batin Humaira
Humaira mencoba untuk duduk dan mengambil air minum di nakas tempat tidurnya. Namun tangannya gemetar, dan tidak sengaja menyenggol dan menjatuhkan gelas itu.
Mendengar suara gelas yang jatuh Khadijah segera berlari menuju ranjang Humaira.
"sudah bangun nak? Mau minum, bunda ambilkan ya" tanpa menunggu jawaban Humaira ia segera mengambil gelas lain dan mengisi dengan air putih lalu mendekati ranjang Humaira dan menaikkan tempat tidur nya sedikit di bagian kepala.
Khadijah membantu Humaira meminum air putih itu. Tanpa disadari Humaira menitikkan air matanya.
"kenapa kamu menangis nak? Apakah ada yang sakit?"
"aku tidak sedang mimpi kan Bun? Ini benar-benar bunda?"
"iya nak, ini memang bunda dan ada di sampingmu."
Mendengar perkataan bunda nya ia segera memeluk Khadijah erat seakan tidak mau melepaskannya lagi. Ummi Hasanah yang datang dari mushola dan akan membuka pintu kamar itu menghentikan niatnya. Melihat tangis haru Humaira yang telah bertemu dengan bundanya yang menjadi impian selama ini.
"bunda jangan tinggalkan Humaira lagi, Humaira takut tidak bisa bertemu dengan bunda lagi."
"bunda akan selalu disini sayang jangan pernah merasa takut ya sayang."
"terimakasih bunda, oiya Bun dimana Ummi."
"tadi ummi pamit akan sholat di mushola rumah sakit nak karena lupa tidak membawa mukena."
"jam berapa sekarang Bun?"
"jam 15.23 nak"
"May mau sholat tapi bingung tidak ada mukena ya Bun,"
"bagaimana jika bunda belikan di kios sekitar rumah sakit sini nak"
"baiklah bunda, tapi segera kembali ya. May tidak mau berpisah dengan bunda lagi. Jangan tinggalkan May"
__ADS_1
"iya nak"