Cinta Suci Humaira

Cinta Suci Humaira
Masuk Sekolah


__ADS_3

waktu pun terus bergulir dan tak terasa Humaira telah di rawat di rumah sakit kurang lebih 2 bulan lamanya. Kini kesehatannya jauh lebih baik dari sebelumnya. Ia pun telah diperkenankan meninggalkan rumah sakit. Namun ia diminta tetap rutin berobat jalan agar kesehatannya terus terpantau.


Beberapa hari kemudian pak Gilang juga Bu Laura mendatangi panti asuhan dengan tujuan membawa Farhan untuk diajak kerumahnya. Sekali lagi pak Gilang menawarkan kepada Humaira untuk ikut dan menjadi anak asuhnya. Namun dengan halus ia menolak. Farhan dan Humaira akan berada jauh setelah ini karena pak Gilang di pindah tugaskan ke kota lain oleh kantornya.


Awalnya Humaira menjadi dilema, namun setelah dijelaskan jika mereka dapat tetap berkomunikasi dan berinteraksi melalui telpon seluler hatinya menjadi gembira lagi. Humaira dibelikan sebuah hp oleh pak Gilang agar memudahkan jika ia ingin menelpon Farhan atau sebaliknya.


Namun Humaira menitipkan hp itu kepada ummi Hasanah karena ia sering teledor, ia takut jika ia yang menyimpannya nanti hp itu akan hilang dan membuat pak Gilang maupun Farhan kecewa kepadanya.


perpisahan itu pun tiba. Sekuat tenaga Humaira berusaha untuk tegar dan tidak menangis namun semua orang memahami jika ia menahannya.


Tiga hari setelah perpisahan itu Humaira diajak ummi untuk memilih sekolah yang ia inginkan. Humaira memilih untuk masuk ke Madrasah Ibtidaiyah dibandingkan Sekolah Negeri pada umumnya dengan tujuan ia ingin memperdalam agama dan juga bisa memudahkan ia mendalami Al Qur'an. Ia bersekolah bersama Annisa juga Cahyo sama-sama anak panti asuhan juga. Mereka saudara sekaligus sahabat Humaira. Sebenarnya ada 4 anak lagi yang seumuran dengan mereka, namun mereka memilih masuk ke sekolah negeri. Di Panti asuhan memang di bebaskan anak-anak mau bersekolah dimana dan tidak ada paksaan sama sekali.


hari itu pertama kali masuk sekolah, Humaira dan kedua temanya di antar kan Bu Fatimah menggunakan angkot yang biasa lewat di depan panti asuhan itu. Mereka sampai disekolah 10 menit kemudian. Bu Fatimah mengantar kan anak-anak hingga ke depan kelasnya. Setelah itu ia berlalu menuju ke ruangan kepala sekolah.


"assalamualaikum "


"wa'alaikumsalam, Bu Fatimah silahkan masuk Bu"


"terimakasih Bu Rahayu. maaf jika pagi-pagi saya mengganggu waktu anda"


"santai saja Bu, jangan sungkan begitu. Bukankah kita kawan lama. kamu dulu terkenal dengan prestasi mu yang segudang." kelakar Bu Rahayu


"bisa saja Bu Rahayu. Oiya Bu, saya kemari mengantarkan anak-anak panti asuhan yang ingin melanjutkan sekolah disini. Mereka adalah Humaira, Anisa juga Cahyo."


"subhanallah, saya sungguh merasa terhormat menerima mereka Bu. Beberapa tahun ini anak-anak panti asuhan sudah tidak pernah memilih sekolah kesini lagi karena jaraknya yang lumayan jauh."


"benar Bu, sebenarnya yang ingin sekolah disini itu Humaira Bu, dua anak lainnya merupakan sahabat Humaira. Mereka mengikuti Humaira karena ingin menjaganya."

__ADS_1


"memangnya kenapa Humaira perlu dijaga Bu ,"


"Humaira memiliki kelainan jantung dari bayi. Makanya itu dia gampang sakit dan ngedrop. Humaira termasuk kesayangan kami semua di panti asuhan Bu. Karena ia tak segan membantu siapapun yang butuh pertolongan walau akhir-akhir nya ia selalu dimarahin karena dia tidak boleh kelelahan. Tujuan saya kesini ingin meminta dispensasi untuk Humaira sekiranya ada kegiatan yang menguras kekuatan fisik terutama pelajaran olahraga agar diijinkan untuk tidak ikut"


"baik Bu Fatimah akan saya sampaikan kepada guru-guru lainnya terutama wali kelasnya nanti agar Humaira diperhatikan."


"terimakasih Bu Rahayu, jika demikian saya ijin pamit dahulu, akan kembali ke panti asuhan karena pekerjaan masih banyak yang belum ditangani.


"silahkan Bu dan hati-hati dijalan."


Bu Fatimah segera mencari angkot dekat dengan pintu gerbang sekolah nya. Humaira dan kawan-kawan nanti saat pulang akan ikut bis sekolah yang biasanya mengantar kan anak-anak sekolah yang rumahnya jauh jadi Bu Fatimah tidak akan mengkhawatirkan tentang pulangnya Humaira dan kawan-kawan nantinya.


*****


di lain sisi Farhan yang siap untuk berangkat sekolah diantarkan oleh pak Gilang sedang memikirkan tentang Humaira. Apakah nantinya Humaira akan baik-baik saja dan dapat beradaptasi dengan sekolah dan teman-teman barunya. disepanjang perjalanan ia terus melamun sehingga tidak menyadari jika mobilnya sudah sampai di depan gerbang sekolah.


"iya pak terimakasih sudah mengantarkan saya hari ini. Pa, Farhan sekolah dulu ya."


"iya nak belajar yang rajin ya. Nanti pulang sekolah akan dijemput oleh pak Nurman lagi, jadi jika belum dijemput di tunggu ya, "


"baik pa"


Farhan segera memasuki gerbang sekolahnya dan mencari ruang kelasnya. Tak lama kemudian pelajaran dimulai dan Farhan mengikutinya dengan serius."


*****


di kota j*** tempat tinggal Ibnu dan keluarganya juga sedang bersiap-siap melakukan aktivitas sehari-hari. Aini dan Ibnu sudah siap dengan seragam sekolah mereka sedangkan Iqbal asyik bermain dengan Lego nya. Hari ini merupakan hari pertama ia sekolah. Ia merasa deg-degan dan takut akan pengalaman pertamanya bertemu teman-temannya.

__ADS_1


Seketika itu ia pun ingat tentang Humaira, sudah 6 bulan sejak pertemuan mereka kala itu dalam wujud Humaira masih roh karena koma. Sejak saat itu keluarga Ibnu berusaha mencari informasi tentang Humaira namun tidak menemukannya. awalnya ia sempat pesimis dan takut jika Humaira tidak selamat pada waktu itu. Namun suatu hari ia yang terpuruk karena memikirkan Humaira dibawa ke seorang ustadz menanyakan mengenai kejadian yang menimpa Ibnu dan juga keberadaan Humaira apakah ia meninggal atau selamat. Beruntungnya ia mendapatkan kabar jika Humaira masih selamat hingga saat ini.


Ia pun berharap suatu saat nanti mereka dapat bertemu dan Humaira bisa menjadi jodohnya. Karena ia berhutang nyawa selain itu sejak beberapa bulan bersama ia mulai menyukai Humaira.


hari itu Ibnu belum memulai pelajaran hanya pengenalan para murid juga pengenalan lingkungan sekolah. Hingga akhirnya ia pulang pagi dan menghubungi supir bapaknya untuk menjemput. Sedangkan Aini pulang dengan waktu yang berbeda karena ia sekarang sudah kelas 3 SD.


jarak sekolah dengan rumah Ibnu lumayan jauh sekitar 20 menit. Jika Humaira ada Disana pasti dia hafal sekolahan ini. Karena sebelum bertemu dengan Ibnu dan keluarganya ia sering terdiam duduk di halte depan sekolah itu. Terkadang di waktu sore banyak makhluk gaib bermunculan di tempat itu layaknya sebuah desa gaib jadi jika pengguna jalan tidak hati-hati atau hilang fokus dapat dipastikan ia akan mengalami kecelakaan.


Sesampainya Ibnu di rumah ia disambut oleh ibunya


"siang anak ibu, kenapa hari ini pulang sekolah kamu lemas sekali. apakah kamu belum dapat teman baru?"


"bukan mah, di halte depan sekolah bukannya pertemuan kita pertama kali dengan Humaira dan ia yang menolong Ibnu saat itu. tanpa keberadaan nya pasti Ibnu sudah meninggal Bu."


"iya benar nak, kita punya hutang nyawa dan hutang Budi kepadanya. Semoga kelak kita dapat bertemu kembali dengan Humaira ya."


"aamiin ya rabbal'alamin, Iqbal mana Bu?"


"biasa adekmu itu bermain game di kamar nya"


"ya udah Bu, Ibnu ke kamar Iqbal dulu ya."


"jangan kamu jahili dia ya nak, hari ini dia sedang kurang sehat badannya demam"


"benarkah Bu, Ibnu tidak akan menjahilinya Bu, hanya ingin mengeceknya saja. Biasanya dia kan selalu bermain bersama Ibnu namun sekarang sudah tidak ada yang bermain dengannya."


"iya nak"

__ADS_1


__ADS_2