Cinta Suci Humaira

Cinta Suci Humaira
Mengobati Bibi 1


__ADS_3

Humaira terlihat senang dengan perubahan yang terjadi pada Ibnu juga keluarga nya.


"dengan begini aku akan merasa tenang keluarga ini tidak akan pernah lagi merasa kesepian. semua anggota keluarga saling memiliki antara satu dengan yang lain. Kata nenek aku harus mempersiapkan kekuatan untuk misi terakhir ini. Agar aku bisa membantu bibinya Ibnu dan juga kembali ke tubuh asliku."


"kenapa kamu terlihat sedih nak?" tanya aki


"apakah aku salah Ki misalkan muncul di dalam mimpi ibu dan bapaknya Ibnu kemudian aku menceritakan tentang apa yang terjadi pada bibi Ibnu. Sekalian mengenalkan diriku kepada mereka karena selama ini mereka hanya mendengar cerita dari Ibnu maupun Aini tentang diriku. Aku Pun akan menjelaskan jika setelah ini aku akan kembali ke tubuhku"


"kenapa harus seperti itu nak?"


"beberapa waktu lalu ibnu menceritakan tentang masalahku ibunya. Dan aku mendengar apa yang dikatakan oleh ibunya, jika diberi kesempatan ia ingin berjumpa dengan ku seorang yang telah menolong anaknya juga merubah keluarganya menjadi lebih baik. Ia ingin agar sebelum aku benar-benar kembali ingin memelukku. Apakah ide ku ini buruk Ki? Apakah sulit untukku berpamitan. Selama disini aku merasakan hangatnya keluarga, kasih sayang dari orang tua juga mempunyai adik juga kakak. Hal yang selama ini tidak mungkin aku terima Ki."


"insyaallah kamu di jalan yang benar nak karena kamu tidak merugikan siapapun. tidak ada salahnya jika kamu berpamitan kepada mereka."


"terimakasih Ki,"


Beberapa hari ini Humaira terlihat tidak semangat ia yang biasanya terbang kesana kemari, hari itu hanya memilih tiduran di sofa kamar Ibnu. Ibnu pun memerhatikan perubahan yang ada pada Humaira. Baik Aini, Ibnu maupun Iqbal merasa sedih karena jika ruh Humaira seperti itu berarti kondisi tubuh Humaira sedang fase tidak baik-baik saja. Apakah Humaira akan kuat sampai akhir. mereka bertiga pun mengatakan kondisi Humaira ini kepada kedua orang tuanya yang dalam posisi bingung karena saat ini bibi pun mejalani perawatan di rumah sakit.


Kedua orang tua Ibnu segera pergi ke rumah sakit dengan alasan untuk menjenguk sang bibi. Ibnu pun diajak karena hanya perantara Ibnu Humaira dapat membantu bibinya. Saat tiba di ruang perawatan terlihatlah tubuh kurus kering bibi nya dengan bantuan oksigen di hidung untuk bernafas. Seakan kontras dengan keadaan tubuhnya, perut bibi terlihat membesar seakan seperti balon yang terus di pompa dan siap untuk meletus.


Kondisi bibi semakin menurun karena tidak ada asupan makanan atau susu yang dapat dicerna oleh tubuh. Setiap makanan ataupun minuman itu diberikan tak lama kemudian bibi pasti memuntahkan nya kembali. orang tua Ibnu segera menghampiri pamannya untuk menanyakan kondisi bibi. Sedangkan Ibnu sengaja mengambil posisi ke belakang untuk berbicara kepada Humaira.


"Ibnu kondisi bibi mu semakin mengkhawatirkan, jika tidak segera di tangani dalam jangka waktu 5 hari ke depan mungkin bibi mu tidak dapat di tolong lagi" tutur Humaira


"lalu apa yang bisa aku lakukan Mai"


"minta bapakmu untuk bertanya kepada paman apakah ia percaya kepada hal gaib. Misalkan di bantu untuk pengobatan secara medis dan non medis (dengan air ruqyah) apakah berkenan."


"tapi bagaimana caranya,"


"sementara katakan seperti itu dulu, nanti malam aku akan masuk ke mimpi orang tuamu insyaallah bisa meyakinkan mereka. Aku akan meminta bantuan nenek. Karena saat ini tidak memungkinkan aku turun tangan sendiri."

__ADS_1


"iya Mai,"


Malam itu diputuskan bapaknya Ibnu menginap di rumah sakit menemani paman menjaga bibi sedangkan ibunya berada di rumah untuk menemani anak-anak nya. Sementara itu Humaira berkonsultasi kepada neneknya apa yang harus dilakukan pertama karena sebelumnya sudah mengatakan hal ini kepada Ibnu dan kedua orang tua nya sehingga mereka sudah paham akan hal yang di alami bibi.


malam itu dengan bantuan neneknya kedua orang tua Ibnu di panggil ruhnya ke sebuah tempat oleh nenek. Tempat ini tentunya berada di alam gaib, mengapa demikian? Nenek Humaira menguasai sebuah ilmu yang memungkinkan seseorang bisa dengan mudah keluar ataupun masuk ke alam gaib tanpa ada rintangan apapun. Dan kelak ilmu itu akan di turunkan kepada Humaira.


***


POV kedua orang tua Ibnu


"assalamualaikum om dan Tante salam kenal dan selamat datang di alam kami" sambut Humaira


"di mana kami berada saat ini?"


"sebelumnya perkenalkan namaku Humaira dan ini nenekku. Om dan Tante berada di alam gaib dengan bantuan nenekku. Tujuanku memanggil om dan Tante adalah untuk memperlihatkan wujud ku seperti ini. Mungkin di lain waktu kita dapat bertemu kembali dengan keadaan lebih baik. Untuk hal kedua niat ku memanggil kalian karena aku ingin membantu bibi (adik dari Tante) karena sejujurnya penyakit yang di alami oleh bibi bukan murni medis tapi dibuat orang yang tidak bertanggung jawab"


"maksudnya seperti apa? Saya tidak mengerti" tanya bapaknya Ibnu.


Tak lama setelah Humaira berkata-kata di depan nya muncul sebuah gambar seperti hologram. gambar itu menampilkan suasana di rumah sakit tempat bibi di rawat. Seperti pemutaran film berlangsung beberapa detik mulai dari keluarga Ibnu masuk ke kamar berbincang-bincang kemudian Ibnu dan ibunya pamit pulang namun bapaknya Ibnu memutuskan untuk menginap di rumah sakit.


Namun pemandangan yang lebih mengagetkan adalah diatas tubuh bibi (posisi bibi tertidur di atas dipan rumah sakit) namun bagian perutnya di duduki sosok makhluk berwarna hijau berlendir. Dan lendir itu masuk ke dalam mulut bibi, sehingga menyebabkan bibi susah bernafas. Dan sosok itu pula yang menyebabkan perut bibi membesar.


"inilah yang terjadi pada bibi. Ini sekilas gambaran yang dapat saya tampilkan namun hanya bisa terpenggal di sini karena kekuatan saya belum cukup untuk menampilkan lebih lanjut lagi."


"mengapa adikku di siksa sosok aneh itu? Tanya ibunya Ibnu


"maaf Tante, sosok itu merupakan kiriman orang dengan tujuan menjadikan bibi sebagai calon tumbal pesugihannya. Dan ritual itu akan diadakan 5 hari dari sekarang tepat pada malam bulan purnama. Tolong jangan tanyakan mengapa saya bisa mengetahui semua ini karena saya tidak dapat menjawabnya." Ujar Humaira jujur


"lalu apa yang dapat kami lakukan untuk menolong adikku nak Humaira "


"apakah om dan Tante ikhlas dan ridho jika saya dan nenek saya membantu bibi?"

__ADS_1


"saya percaya kepada mu nak, karena dirimu baik saya dan keluarga telah berubah menjadi lebih baik. Jadi tolong kami nak, jika engkau mampu tolong bantu agar adikku bisa sembuh seperti sedia kala."


Humaira tak lekas menjawab namun ia menoleh kepada sosok neneknya. Neneknya pun paham dan gantian beliau yang menjelaskan.


"maaf sebelumnya nak, mungkin Humaira hanya bisa menjelaskan sampai disini karen itu batasan yang ia tahu tentang kondisi adik kalian. Tapi jangan khawatir karena saya yang akan menolong adik kalian."


"apakah ada yang harus kami siapkan nyai"


"tidak perlu menyiapkan apapun, cukup lakukan sholat 5 waktu dan terus berjaga hingga waktu subuh karena itu waktu yang rentan untuk seorang berilmu hitam menyerang korbannya selebihnya percayakan kepadaku". Ucap nenek


"baiklah nyai, kami serahkan masalah adik kami kepadamu. Mohon bantuannya. Mungkin saat ini kami tidak dapat memberikan imbalan yang layak, namun di kemudian hari jika Humaira membutuhkan bantuan kami dengan senang hati kami menolongnya."


"baik aku pegang perkataan kalian dan tolong jaga cucu ku. Walau aku masih hidup namun tempat kami terlalu jauh dipisahkan jarak sehingga kami tidak dapat bertemu dalam jangka waktu dekat. Humaira apakah ada yang akan kamu sampaikan lagi nak?"


"om, Tante pada kesempatan ini Humaira pun ijin pamit, setelah menolong bibi dan beliau sembuh kembali aku akan pergi. Aku akan kembali ke tubuh kasar ku. Dan aku harap di dunia nyata kita dapat dipertemukan kembali. "


"terimakasih Humaira, karena kamu telah membantu keluarga kami terus menerus dengan ikhlas dan tanpa mempertimbangkan apapun termasuk kondisi badanmu sendiri. Tante dan om akan terus berdoa agar kamu selalu diberi kesehatan yang melimpah dan dimudahkan segala urusannya."


"aamiin ya rabbal'alamin, sebelum aku mengembalikan om dan Tante ke tubuh kalian. Aku mempunyai kenang-kenangan untuk om sekeluarga. (gelang karet bermutiara giok warna merah menyala penuh dengan energi positif). Gelang ini akan memberi sinyal kepadaku atau siapapun yang memakainya kelak jika bertemu di dunia nyata kita dapat saling mengenali karena di gelang itu ada untaian ilmu warisan yang diberikan oleh nenek. om dan Tante masing-masing memakai satu dan untuk yang lain aku titip untuk Aini, Ibnu dan Iqbal."


"baik nak esok akan Tante berikan kepada mereka"


"salam untuk mereka Tante aku tak mampu berpamitan kepada mereka karena pasti akan berat untuk mereka melepaskan ku. Aku berharap kelak kita dapat berjumpa kembali".


"terimakasih nak"


"besok malam tolong ajak semua anak-anak om agar mudah di awasi saat kami menolong bibi. Sampai ketemu besok malam om, Tante" ucap Humaira yang tak lama ia menghilang.


Seketika itu pula ibunya Ibnu terbangun, ia merasa semua hanya halusinasi semata hingga ia merasakan di genggaman tangan kanannya merasakan sesuatu. Ketika telapak tangan itu di buka terlihat ada 4 gelang.


"terimakasih nak Humaira telah memberikan petunjuk bahkan engkau banyak menolong keluarga kami selama ini." ujar ibunya Ibnu

__ADS_1


"sama-sama Tante, jaga selalu ketiga saudara ku Tante agar kelak kami dapat bertemu kembali." ujar sosok Humaira sebelum ia menghilang.


__ADS_2