Cinta Suci Humaira

Cinta Suci Humaira
Jalan-jalan di Dunia Gaib 1


__ADS_3

"yang mulia ratu bisa saja"


Humaira segera beralih kepada neneknya.


"nek bisakah engkau menjelaskan sebenarnya apa yang terjadi kenapa semua berbalik seperti ini? apakah ada yang niat jahat, lalu mengapa engkau diam saja saat almarhum kakek berbuat semena-mena terhadap orang tua ku juga q dan kakak-kakak ku."


"aku sebagai manusia h****u tidak dapat bertindak secara langsung nak. Aku tidak bisa jika harus turun tangan dalam permasalahan duniawi. Walau aku memiliki kemampuan untuk mengendalikan kakekmu namun itu bertentangan dengan prinsip kita "


"kenapa aku harus jadi bagian dari kalian orang-orang yang egois. Kenapa kalian tidak melepaskan ku saja agar aku dapat hidup dengan normal?"


"kembalikan aku ke ragaku, aku ingin hidup dan berkumpul dengan keluargaku yang utuh bukan dengan keluarga sedarah namun tak ada perasaan welas asih"


"jangan pernah ganggu aku dan kehidupanku. Aku benci kalian semua. Jangan pernah libatkan aku dalam permasalahan kalian. Kalian semua jahat"


"nak,"


"berhenti nek, kenapa engkau muncul saat aku mulai tumbuh, kemana engkau saat kami ditelantarkan? Apakah engkau merasakan di ejek oleh orang lain karena tidak memiliki ayah ataupun ibu. Sakit nek rasanya."


"maafkan nenek yang tidak bisa menolongmu. Tolong maafkan almarhum kakek mu."


"apa kompensasi untukku dan keluarga ku atas apa yang dilakukan oleh almarhum kakek? Aku bukan orang yang gila harta, aku tidak mau dibeli dengan yang. Kembalikan aku ke tubuhku. jangan pernah ganggu kehidupanku lagi. Dan kau Jeslyn, maaf Asmara jangan pernah kamu mendekatiku lagi"


"nek, jika kamu mengasihi ku, kembalikan aku kembali ke tubuh ku. Aku tidak peduli akan apa yang terjadi di sini. Aku hanya ingin hidup tenang dan bahagia. Silahkan cabut kemampuan ini aku tidak mau berhubungan dengan alam ini" kata Humaira


Humaira segera melangkah cepat setengah berlari menuju Padang rumput yang berada di selatan istananya. Iapun berteriak untuk melampiaskan kekesalannya namun bukan teriakan yang keluar melainkan Auman. Mendengar Auman Humaira banyak penghuni hutan disekitar istananya berlari tunggang langgang karena energi yang dipancarkan sangat besar.


Namun hal ini tidak disadari oleh Humaira. iapun tidak berteriak sekali atau dua kali bahkan berkali-kali sebelum sang nenek mendatangi nya dan menegurnya.


"hentikan teriakanmu nak, apakah kamu akan memporak-porandakan barisan pegunungan ini"


"eh.... Apa yang terjadi mengapa pohon-pohon bertumbangan dan juga Padang rumput yang luas itu kini telah berganti dengan tanah yang tandus" batin Humaira


"apa yang terjadi nek. Kenapa hutan menjadi tandus seperti ini?'


"itu akibat teriakan mu nak,"


"apa? mana mungkin nek aku adalah anak yang lemah mengapa tiba-tiba saya mempunyai kekuatan seperti ini?"


"sesungguhnya engkau kuat nak, namun karena ada satu hal penghalang makan kekuatan aslimu belum muncul. Selain itu ragamu saat ini belum cukup kuat untuk melakukan apapun yang ingin kamu ketahui. Bersikaplah seperti anak wajar, anak kecil pada umumnya. Namun jika kamu mengetahui secara fisik kaum kita tidak memiliki lekuk hidung di atas bibir. Walau wujud kita dapat berubah menjadi wujud manusia utuh namun hal ini yang menjadi perbedaan. Tetaplah membantu sesama dengan apa yang kau yakini. Karena sesungguhnya nenek akan selalu ada untuk membantumu. asalkan yang ingin kau tolong dalam hal kebajikan, maka nenek tidak mempermasalahkan hal ini,"


"baik nek, "

__ADS_1


"nek apakah Humaira boleh berkeliling tempat ini. Bukankah kelak aku akan menjadi pemimpin disini jadi aku harap untuk bisa membiasakan diri dengan lingkungan sekitar. Dan apakah aku boleh mengajak Asmara. Karena sejak awal kami saling mengenal tapi aku tidak paham jika ia adalah sosok yang sangat kuat"


"benar nak Asmara dapat dipercaya dan kamu pada awalnya sudah saling mengenal. nanti nenek akan mengirim pengawal untuk melindungi mu."


"tidak apa-apa nek semua akan aman-aman saja. Tidak nak, tidak ada yang aman di daerah sini, semua orang bisa berbuat nekat dan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang ia impikan."


"berarti sama seperti di dunia nyata ya nek"


"benar nak sesungguhnya disini semua sama seperti di dunia nyata, ada yang bertani, berdagang, membuat obat, membuat senjata juga pasukan keamanan juga ada para petinggi kerajaan, dan yang lainnya nak"


"tapi mengapa tidak semua orang bisa memasuki dunia nek"


"karena jika manusia normal tanpa ada pegangan memasuki alam kami secara tidak sengaja maka ia akan susah kembali ke alam nyata karena energi mereka tersedot secara otomatis. Berbeda dengan orang-orang terpilih yang mempunyai kemampuan khusus."


P


"apakah bang Farhan juga ada keturunan dari kaum kita nek?"


"tidak nak, sayangnya darah kita tidak menurun kepadanya."


"mengapa bisa demikian nek, padahal kami orang yang kembar dan kami dilahirkan selang beberapa menit."


"takdir Allah tidak ada yang tahu nak, hal ini tidak dapat kita minta ataupun menolaknya nak karena itu sudah sebuah garis tangan.


"belum pernah ada nak, namun kaum kita kini terpecah belah karena adanya perang saudara antara kubu kanan dan kiri. Padahal kita adalah pelindung untuk tanah S***a ini nak. dengan terpecahnya kekuatan kaum kita maka pertahanan kita akan melemah. Yang ditakutkan adalah musuh menyerang saat kita lengah. Nenek tidak bisa senang walau kita menang jika banyak warga kita yang meninggal karena perang."


"benar apa kata nenek, lalu nek, Datuk atau suami nenek di alam ini kemana?"


"datukmu sudah meninggal sekitar 120 tahun yang lalu saat membela tanah airnya. Sejak saat itu kami kehilangan sosok pemimpin yang Arif, bijaksana juga menyayangi rakyatnya. bahkan ia tidak segan turun tangan langsung untuk membantu seseorang yang membutuhkan bantuannya."


"subhanallah, kek tolong berkahi aku untuk menjadi penerus mu. Walau aku tidak tahu apakah mampu menerima dan mengemban tugas yang memiliki banyak tanggung jawab ini. Aku ingin meneruskan cita-cita mu untuk menyatukan kedua kubu bahkan jika kaum kita yang berada di seluruh dunia dapat berkumpul untuk mengatasi permasalahan bersama. Karena sesungguhnya semua kita bersaudara walaupun berbeda tempat juga." setelah Humaira berkata demikian langit seakan menjawab dengan suara Guntur yang keras, air di laut pun bergemuruh gelombang naik dan tinggi. Seakan menjawab perkataan Humaira.


"nek tolong bimbing aku agar dapat menjadi pemimpin yang amanah, lugas, tegas dan menyayangi rakyatnya layaknya kakekku."


"pasti nak, nak apakah kamu memperhatikan jika seluruh alam mengaminkan ucapannya tadi. Ucapan yang tulus dari lubuk hatimu tanpa ada paksaan ataupun hati bimbang. kamu adalah calon pemimpin yang baik."


"nek jika aku lama berada disini apakah tubuhku di dunia ni nyata baik-baik saja?"


"saat ini kamu masih dalam keadaan kritis dan belum sadarkan diri (bagaimana Humaira bisa sadar jika ruhnya saja berada di alam gaib)."


"aku sudah berapa hari disini nek?"

__ADS_1


"kamu sudah berada disini 4 hari"


"apa nek 4 hari?"


"tenanglah disini 1 hari sama dengan 1 jam di waktu lokal jadi kamu tidak usah ragu dan takut"


"syukurlah nek, baiklah aku akan jalan-jalan dulu ya." iapun segera .memejamkan mata dan fokus untuk memanggil Asmara (Jeslyn).


Tak berapa lama Asmara pun datang,


"malam yang mulia ratu"


"jangan memanggilku seperti itu Jeslyn. Bisakah kamu mengantarkan ku berkeliling ke beberapa tempat di dunia ini."


"baiklah ratu"


"kenapa kamu kaku sekali Jeslyn?"


"ratu baru saja terjadi ledakan di salah satu alam yang tidak jauh dari dunia kita ini ratu"


"apakah dampak negatif dari hal itu Jeslyn "


"bisa mempengaruhi keseimbangan alam yang terjadi pada semua tatanan alam yang ada ratu."


"lalu apakah rakyat kita semua aman."


"insyaallah semua aman ratu."


"syukurlah jika demikian aku jadi tenang mendengar nya"


"antarkan aku touring alam ini ya"


"baiklah ratu"


Perjalanan pun dimulai, mereka segera menuju ke arah barat, dengan kondisi alam Padang rumput, terlihat jika ada beberapa orang yang sedang menanam jagung. sengaja Humaira meminta Jeslyn untuk agak tinggi agar tidak mengundang perhatian orang-orang dibawahnya. Semua orang sudah mengerti jika ia adalah calon pemimpin masa depan mereka nantinya.


walaupun ia memakai sebuah topeng untuk menutupi wajahnya namun dari aura terpancar aura seorang pemimpin yang menonjol dari tubuhnya dan surat itu tidak akan ada yang dapat menyamainya. Walau para raja terdahulu dikumpulkan namun aura dari masing-masing pemimpin tidak sama dan sesuai kekuatan mereka masing-masing.


Kekuatan itu di nilai berdasarkan bakat dan kemampuan mereka dalam memimpin sebuah kaum yang jika di nilai dalam alam nyata maka seluas pulau k**n.


perjalanan di lanjutkan kembali, tak terasa ada air yang memancar kan cahaya pelangi yang indah. Humaira pun mengajak Jeslyn untuk menuju arah tadi yang ternyata adalah sebuah air terjun.

__ADS_1


,"Jeslyn apakah kamu pernah melihat air terjun ini sebelumnya."


"hamba tidak pernah melihatnya ratu, padahal setiap hari hamba melewati arah kesini namun tidak menemukan keanehan apapun apalagi air terjun.


__ADS_2