Cinta Suci Humaira

Cinta Suci Humaira
Jalan-jalan di Dunia Gaib 3


__ADS_3

Saat matahari telah terbit mereka segera melakukan perjalanan kembali ke arah selatan. Terlihat jika ada tanah yang subur penuh dengan pepohonan juga sayur mayur atau hasil bumi yang sangat banyak. 10 kilometer telah berlalu saat ini banyak hal berubah, hawa di daerah itu semakin panas dan tanah disana tandus. Seakan-akan tidak ada kehidupan maupun air yang ada disana. Tak ada tumbuhan yang dapat tumbuh Bakan hewan kecil pun tak dapat di jumpai disana.


semakin mereka melangkah menjauh dari awal mereka datang maka suasana semakin panas. Baik di udara, maupun di tanah seakan-akan menimbulkan panas. mereka segera meneruskan perjalanan sambil mengedarkan kemampuan mereka agar selalu waspada jika ada bahaya mengintai.


Namun untuk Jeslyn ia merasa heran, mengapa saat ia membawa Humaira yang sesungguhnya adalah calon pemimpin masa depan mereka nantinya seakan wilayah kekuasaan kaum mereka berubah drastis dari yang seharusnya. ia tidak paham mengapa ini terjadi. Apakah semua itu bagian dari ujian yang harus di lewati oleh Humaira sebelum ia menjadi seorang pemimpin.


Tak lama mereka menerobos kabut yang berasal dari uap panas. mereka keheranan mengapa bisa ada fenomena seperti ini di tanah ini. Apakah yang menyebabkan fenomena ini terjadi. apakah ada hal yang tersembunyi atau dilindungi oleh lingkungan seperti ini. Tak lama kemudian di depan mereka terdapat sebuah kolam yang berisi uap panas yang menyengat jika kita terus mendekatinya. Jeslyn sudah hampir menyerah dan mengajak Humaira untuk kembali. namun ia menolak dengan tegas, ia mengatakan jika Jeslyn tidak kuat sebaiknya ia berhenti dan.menunggunya disini. Sedangkan Humaira terus melangkah mendekati kolam itu. Seakan ada yang memanggil nya dan keinginan untuk menolak panggilan itu seakan melebur dengan uap panas yang ada.


Tak lama kemudian uap panas itu berkumpul dan berembun menjadi se sosok laki-laki yang gagah dan perkasa. awalnya Humaira kaget dan seakan ingin melarikan diri dari tempat itu. Namun saat ia akan lari seakan-akan kakinya dipaku ke tanah sehingga ia tidak bisa bergerak sedikitpun bahkan untuk berlari.


"salam yang mulia ratu, maafkan hamba jika membuat yang mulia ratu menjadi takut dan ingin pergi. Perkenalkan hamba adalah Dirga, hamba adalah penunggu mata air panas ini. Tempat ini merupakan ujian fisik bagi seorang calon pemimpin di masa depan"


"Dirga, apakah tempat ini tidak ada yang menemukan sebelumnya?"


"hanya seorang terpilih dan kelak akan menjadi seorang yang kuat dan dihormati akan menjalani ujian kelayakan."


Ujian kelayakan seperti apa?"


"seorang pemimpin harus mempunyai jiwa yang tegas berwibawa tidak berat sebelah dan mengayomi rakyatnya. Hal itu dapat tercerminkan dari ujian yang akan yang mulia ratu alami. Masing-masing ujian memiliki tingkat ujian berbeda-beda. Semakin tinggi ilmunya maka akan semakin susah ujian yang diberikan. Untuk menyesuaikan diri sebaiknya yang mulia ratu bermeditasi disekitar kolam air panas ini agar mulai terbiasa. Dan pada saat yang mulia ratu sudah siap silahkan yang mulia ratu melangkah masuk ke dalam kolam tersebut tahap bertahap." ucap Dirga


"oke terimakasih Dirga. Aku akan mencobanya"


setelah beberapa saat berlalu, Humaira perlahan mulai mendekati kolam air panas itu. Dia berhenti sesekali sambil menetralisir hawa panas yang terus keluar dan mengganggu konsentrasi nya. Dia memusatkan pikiran dan energinya kepada kolam air panas itu. walau awal-awal ia harus beradaptasi namun lama kelamaan hawa panas itu bukan lagi menjadi penghalang untuk nya bahkan menjadi aura di sekitarnya. Hawa panas itu mulai pudar dan berpendar disekitar Humaira membentuk sebuah perisai yang seakan menjadi pelindung untuk Humaira.

__ADS_1


Saat ia sudah tidak merasakan lagi hawa panas yang awalnya ia rasakan dengan segera ia melangkah menuju kolam air panas. Awalnya ia merasakan jika tubuhnya seakan akan melepuh dan juga kulitnya terkelupas. Ia segera duduk bersila dan memohon petunjuk Allah apa yang harus ia lakukan. Tak lama ia seakan berbicara kepada air yang ada dihadapannya seakan-akan kolam air panas itu memiliki kesadaran sendiri dan bisa menolak jika yang akan masuk itu bukan calon pemimpin masa depan mereka.


Air itu seakan ingin berontak dan melontarkan keluar Humaira. Tanpa Humaira sadari tanda di antara kening itu muncul dan memancarkan cahaya merah keemasan menuju ke air itu. Saat roh air itu mengetahui tanda apa yang ada di kening Humaira ia langsung menghentikan ulahnya yang awal ingin marah dan mengeluarkan Humaira. tak lama kemudian air itu bergerak seperti akan bersujud di hadapan Humaira. Humaira yang melihat hal ini langsung terkejut. ia tidak pernah menyangka jika hal seperti ini akan terjadi didepannya tanpa ada yang menyadari.


Sesaat setelah terlihat jika air itu bersujud ia segera bergerak ke bawah tubuh Humaira dan dengan entengnya ia mengangkat tubuh Humaira. Humaira berteriak ketakutan akan kelakuan roh air itu. Ia melontarkan perkataan- perkataan yang kurang enak didengar kan oleh siapapun.


Akhirnya ia dapat berdamai dengan keadaan dan akhirnya ia meneruskan untuk memasuki kolam itu tanpa ada perlawanan dari roh air itu. Ia pun melakukan meditasi agar memulihkan tenaga juga untuk menjaga raganya.


Humaira menghabiskan waktu selama 3bulan dalam waktu dunia gaib dan ia tidak menyadari akan hal itu. Humaira semakin cantik, bersih dan juga berbeda dengan ia yang sebelumnya. tak lama ia membuka mata dan melangkah keluar. Terlihat sebuah sosok lelaki yang tak lain adalah Dirga muncul dan menunggu sosok Humaira keluar.


"selamat yang mulia ratu Karena telah selesai melakukan ujian dan pelatihan calon pemimpin masa depan kaum kita."


"kenapa ya aku merasa jika aku berbeda sekarang, terasa jika badanku lebih ringan apakah mungkin aku telah banyak kekurangan berat badan "


"bukan demikian yang mulia namun karena tubuh yang mulia ditempa oleh roh air panas bumi ini jadi semakin kuat. Selain itu aura juga kekuatan yang mulia telah meningkat drastis dibandingkan dengan sebelumnya."


"tiga bulan yang mulia."


"ternyata tidak ada hal yang mulus untuk menggapai apa yang kita harapkan dan menjadi sebuah kenyataan agar tidak tenggelam ke dalam mimpi."


"baiklah Dirga aku akan melanjutkan perjalanan kembali, karena tidak mungkin untukku terlalu lama meninggalkan tubuh ku yang berada di dunia manusia..salam untuk teman-teman mu yang lain karena saat aku memanggil mereka, bukannya mendekat namun semakin menjauh"


"mereka adalah siluman yang berada di sekitar daerah sini yang mulia. Mereka membantuku menjaga tempat ini.

__ADS_1


"tapi kenapa mereka tidak keluar saat aku menyapa?"


"mungkin karena aura yang mulia membuat mereka menjadi ketakutan"


"memangnya bisakah seperti itu?"


"bisa yang mulia"


"oke kembali jaga tempat ini untukku, suatu saat aku pasti akan berkunjung kembali kesini"


"saya akan selalu siap menyambut anda yang mulia."


"oiya apakah kamu tahu ke arah timur ada tempat yang berlangsung nya ujian yang sama seperti disini kah?"


"daerah timur identik dengan salju yang mulia. disana ada sebuah kristal abadi yang sangat besar menjadi warisan untuk calon pemimpin kami. sama seperti tempat ini dan tempat yang telah anda kunjungi sebelumnya ratu. Hanya ratu sendiri yang akan menemukan tempat itu Karena akan ada yang membimbing yang mulia untuk memasuki ujian disana."


"baiklah aku akan segera melakukan perjalanan"


"tunggu yang mulia ini ada pertanda jika anda telah melewati ujian dintenpat ini"


Benda itu berbentuk seperti gelang pada saat pertama. Yang membedakan adalah jika gelang pertama ada pola gambar air, sedangkan yang kedua ada pola gambar api. Humaira tidak mengerti akan hal ini. Namun ia menerimanya.


Segera ia mendatangi tempat Jeslyn mengistirahatkan tubuh nya. Terlihat ia terbangun saat merasakan aura tubuh Humaira.

__ADS_1


"kita lanjutkan perjalanan Jeslyn "


"baik ratu"


__ADS_2