Cinta Suci Humaira

Cinta Suci Humaira
Kisah Masa Lalu


__ADS_3

"assalamualaikum bang Farhan tadi kata ummi Abang telpon kah? Maaf aku baru pulang tadi."


"wa'alaikumsalam, iya dek tadi Abah telpon ternyata belum pulang. Ganti ke video call dek"


"iya bang sebentar"


Tak lama Humaira pun mengalihkan panggilan itu menjadi video call. Ia sempat bengong dan terpana manakala video call nyala. Bukan karena wajah abangnya lucu atau bagaimana tapi ada anak berumur sekitar 7 tahun hanya memakai kain untuk menutupi ***********.


"ba.... halo kakak cantik aku kakak nya Farhan"


Melihat jika adiknya bengong ia pun menegur Humaira


"dek kenapa malah melamun, kamu lihat sesuatu yang aneh ya?"


Sebenarnya baik Farhan maupun Humaira sama-sama memiliki indera keenam bawaan dari lahir. memang mereka ada keturunan dari kakek atau nenek buyut mereka. Jadi kemampuan mereka alami bukan karena belajar. Namun Farhan tidak dapat melihat secara langsung namun bagus dalam pertahanan. Auranya lebih kuat untuk melindungi. sedangkan Humaira lebih kuat auranya dan peka serta bisa berkomunikasi dengan makhluk gaib.


"bang, apakah sudah punya teman?"


"kamu merasakan juga ya dek?"


"bukan cuma merasakan bahkan sebelum Abang bicara setelah panggilan di pindah menjadi video call muncul dia duluan."


"memang dia siapa dek?"


"tidak jelas bang hanya mengatakan jika ia kakak Abang, memangnya siapa ya bang?"


"apakah dia masih ada disekitar sini dek?"


"masih bang itu ada di sebelah gitar Abang dan duduk di pangkuan Mama Laura"


"benarkah itu Mai?" saat ini yang bertanya adalah Bu Laura


"iya benar ma,"


"gak berat atau apa sih hanya mama merasakan dingin dipangkuan mama "


"apakah mama pernah mengalami koma?" tanya Humaira


"iya nak,"


Humaira bingung dengan sosok itu ia tak mengatakan siapa sesungguhnya dia. Selain itu terlihat ada yang aneh karena seakan ada benang merah yang menghubungkan ia dan juga mama Laura. Seperti ada sebuah kabut yang menyebabkan hal itu tertutupi. Namun jika ia jahat tapi kenapa dia bergelayut seakan minta di gendong.


pada saat Humaira asik dengan lamunannya ia dikejutkan dengan kedatangan se sosok makhluk di pohon Randu belakang panti. Jika Humaira fokus pasti ia akan mengenali sosok itu. Lama tak ada kabar Humaira mengira ia kembali ke alamnya. (Hayo siapa dia, cek bab 3 ya)


"hai manis,,"


Humaira yang sedang asik dengan lamunannya terkejut seketika. Ia hampir terjatuh dari kursi yang di dudukinya.

__ADS_1


"astaghfirullahal'adzim," ucap Humaira sambil memegang dada


pemandangan ini tidak luput dari pandangan Farhan dan mama Laura.


"ada apa dek kenapa kamu seperti terkejut begitu dan memegang dada. Apa sakit lagi dadanya?"


"tidak bang, ada yang jahil ngagetin Mai, iseng benar itu orang,,, eh salah hantu,,,"


"hantu memangnya bagaimana wujudnya dek?"


"gak terlalu jelas bang hanya saja"


"hanya saja apa dek, jangan buat Abang bingung"


"sepertinya sosok itu memiliki hubungan akrab dengan mama Laura "


"apakah mungkin dia"


"cewek apa cowok dek? Tanya Farhan lagi


"cewek bang tapi dia kelihatan sedih seperti saat kita ingin mendapatkan sesuatu namun tidak dikabulkan."


"berarti ia lebih tua dari kita ya dek"


"iya bang"


Tak lama dari hp Humaira terdengar seseorang yang memanggil namanya.


"belum ummi, ini masih telponan sama bang Farhan. bang aku minum obat dulu ya. Nanti sore insyaallah kita sambung lagi. karena biasanya habis minum obat adek pasti ngantuk dan tertidur."


"tidak apa-apa dek, yang penting adek bisa sehat lagi"


"apakah adek bisa sembuh bang?"


"insyaallah dek percaya lah pada mukjizat Allah"


"iya bang. Aku tutup ya assalamualaikum "


"wa'alaikumsalam ".


Telpon pun segera di tutup dan Humaira segera menghampiri umminya yang ada di luar kamar.


"ummi kenapa tidak langsung masuk ke kamar Mai saja?"


"tidak nak, tidak boleh tanpa ijin yang punya kamar. tapi Mai kan sudah mengijinkan ummi."


"maafkan ummi ya nak, janganlah kamu marah lagi sama ummi"

__ADS_1


"iya ummi"


"ya sudah segera minum obat dan istirahat ya nak."


"iya ummi"


Humaira pun segera meminum obatnya dan tertidur. Sampe hampir Maghrib ia baru bangun.


"kenapa tidak ada yang membangunkan ku ya."


"sudah bangun nak,"


"iya Bu, kenapa tidak ada yang membangunkan ku sampai hampir Maghrib begini."


Bu Fatimah tidak menjawab hanya tersenyum dan berbalik pergi. Humaira merasa ada yang aneh dengan tempat ini. kenapa panti asuhan ini begitu sepi, seharusnya kan rame karen banyak anak-anak asuhnya.


Humaira segera berjalan mengikuti lorong. Tak ada yang berbeda dengan rumah ini, namun terlihat lebih sempit. Tak lama terdengar suara bayi dan orang-orang pada keluar. Ia melihat ada dua box bayi yang menangis. Terdapat sebuah surat yang mengatakan bahwa itu ia dan juga Farhan yang pertama kali di temukan di panti asuhan.


apakah bayangan ini,? Namun kenapa hal ini terasa begitu nyata. Sebenarnya apa yang terjadi" batin Humaira


scene berlanjut hingga saat ini ia berumur 6 tahun. Tak lama kemudian muncul 2 sosok orang tua yang salah satunya ia kenal yaitu nenek yang pernah menemui nya.


"nenek, ini siapa nek"


"ini kakekmu nak, sayangnya beliau telah meninggal."


"innalilahi wa innailaihi roji'un."


"nak kedatangan kami kemari bermaksud meminta maaf kepadamu karena perlakuan kami terhadap ayah dan ibumu telah membuat kalian menderita. Itu karena ada benalu dalam kehidupan kami dan menghasut kami untuk membenci kedua orang tua mu. Kakek berharap suatu saat kamu dapat menyelamatkan keluarga Mahendra."


"apa maksudnya ini kek, lalu apa yang dapat aku lakukan saat ini, sedangkan aku sendiri hanya anak kecil yang tidak memahami apapun. Bahkan tempat tinggal kalian dimana, dimana ayah dan ibuku? Apakah kalian merasakan penderitaan kami? Sejak bayi kami yang seharusnya mendapatkan kasih dan sayang dari kedua orang tua kami malah dipisahkan tanpa tahu apa salah kami. apakah kami salah telah dilahirkan. apakah kami dapat memilih dari rahim dan keluarga siapa kami dilahirkan? Karena keegoisan kakek membuat kami semua menderita. Lalu apa yang kakek lakukan saat kami berjuang untuk hidup. Kakek sama seperti penjahat yang lain. Kakek orang jahat " ucap Humaira menyampaikan keluh kesah nya selama ini kepada kakek dan neneknya sambil menangis.


"maafkan kami nak, mari ikut kakek akan kakek perlihatkan sebelumnya perjalanan cinta ibu dan ayahmu sampai akhirnya mereka menikah dan saat ibumu mengandung 8 bulan kami usir dari kediaman Mahendra "


Setelah sang kakek mengatakan hal itu, seakan ada kekuatan gaib yang menyedot atau menyeretnya menuju sebuah ruangan.


Saat itu terlihat bahwa ada sepasang muda-mudi yang tengah di mabuk cinta. Mereka adalah Khadijah Maharani ea(ibu) dan Galuh Mahendra (bapak) dari Humaira dan Farhan. Awal-awal mereka berhubungan secara sembunyi-sembunyi karena keluarga Galuh yang termasuk keluarga elit dan terpandang di kotanya termasuk keluarga yang tidak gampang menerima orang lain masuk ke dalam keluarganya. Semua dipertimbangkan "bibit, bebet dan bobotnya".


romantisme percintaan mereka akhirnya terhalang karena pak Johan Mahendra (sang kakek) tidak menyetujui hubungan keduanya. Karena ia mengetahui jika ibunya hanyalah orang miskin dan tidak memiliki titel atau kedudukan dalam masyarakat. Mereka pun diminta untuk bercerai namun keduanya menolak dengan tegas.


Akhirnya keduanya memilih untuk melarikan diri jauh di pulau sebrang, mereka menikah secara agama dan negara tanpa restu dan kehadiran orang tua dari pihak Galuh. Kehidupan keduanya makmur walau dengan kehidupan yang sederhana dan apa adanya berbeda dengan kehidupan Galuh biasanya. Untuk Khadijah ia memang terbiasa hidup susah jadi ia tak kaget dengan masalah itu.


sepuluh bulan berlalu mereka lalui dengan kebahagiaan karena tak ada yang mengetahui keberadaan mereka. Hingga suatu hari Galuh yang sedang bekerja ditempat pelelangan ikan, diseret sejumlah orang yang ternyata itu adalah suruhan dari tuan Johan Mahendra.


mereka menarik paksa Galuh untuk dibawa kembali ke tanah jawa sesuai perintah Johan. Saat itu Khadijah yang berniat mengirim makanan untuk makan siang suaminya kaget melihat sang suami di serat-seret. Tak lama terdengar suara dari suaminya"


"Khadijah ini perbuatan orang tuaku tanpa aku pahami apa maksud terselubung mereka memisahkan kita. Tolong jaga anak kita dan besarkan ia dengan penuh kasih dan sayang" ucap suaminya sebelum ia diangkut dengan kapal milik pribadi oleh bodyguard ayah mertuanya.

__ADS_1


"aku janji bang untuk menjaga kedua anak kita". ucap Khadijah, ia sudah memiliki seorang putra bernama Khalid yang berusia 8 tahun saat itu. Dia tidak mengetahui jika anak yang ia kandung merupakan anak kembar karena selama mengandung tidak pernah melakukan USG.


"aaaaaa....." teriak Humaira


__ADS_2