
Tak terasa 10 hari berlalu sejak pertemuan Humaira dan Jeslyn berlangsung namun Jeslyn belum menampakkan diri kembali kepada Humaira. Apakah Jeslyn akan membohongi Humaira. namun sosok Jeslyn yang ia kenal tidak pernah dia ingkari.
Selain kegiatan sekolah mulai full dia pun mulai sibuk dengan belajar menjadi Hafizah bersama ustadzah. Setiap sore pukul 4 Ustadzah akan mengajari anak-anak panti mengaji selain itu ada waktu khusus untuk Humaira yang memang sejak awal ingin menjadi Hafidzah. Memulai niat untuk menjadi seorang hafidzah membawa banyak manfaat untuk Humaira diantaranya ia jarang mengeluh tentang kesehatannya baik sakit di dada ataupun sesak nafas.
Pikiran pun semakin jernih dalam menyikapi masalah apapun. Selain itu dalam memahami pelajaran yang disampaikan guru disekolah menjadi mudah di mengerti. Jadi Humaira termasuk murid yang cerdas dan menjadi kesayangan para guru. Walau kekurangan fisik tidak menjadi masalah untuknya berprestasi.
6 bulan berlalu, semua siswa sekolah akan menghadapi ujian kenaikan kelas. Humaira tidak merasa ketakutan atau merasa susah dalam memahami materi pelajaran di sekolah. Terkadang ia membantu teman-temannya belajar juga untuk mengerjakan tugas rumah. Tak hanya teman-teman di panti asuhan bahkan teman-teman sekolahnya pun ikut belajar kelompok bersama. mereka tidak merasa malu atau canggung berteman dengan Humaira yang merupakan anak yang dibesarkan di panti asuhan tanpa diketahui kedua orang tuanya.
Sedangkan perkembangan hafalan Alquran Humaira saat ini sudah mencapai 7 juz, entah apakah ini termasuk cepat atau lambat. Karena jika kondisi Humaira menurun maka sementara pembelajaran akan dihentikan untuk Humaira, namun untuk anak panti asuhan yang lain tetap mengaji.
Humaira tak pernah luput mengerjakan sholat 5 waktu juga sholat malam. Setelah sholat ia sempatkan untuk menghafal atau mengkaji kembali isi kandungan Al Qur'an. Ia tak pernah lelah untuk belajar hanya saja terkadang ummi Hasanah akan menegurnya jik ia sudah lupa waktu dan segera mengajaknya untuk beraktivitas yang lain. Humaira memiliki fisik yang berbeda dengan anak normal lainnya. Ia memiliki penyakit jantung bawaan dari lahir, maka dari itu ia sering mendapatkan perhatian khusus dari para pengurus panti asuhan. Namun tak ada anak-anak asuh lainnya yang merasa iri akan hal itu karena mereka paham apa yang terjadi.
Hari ini kenaikan kelas, dan Alhamdulillah saat raport dibagikan Humaira mendapatkan juara 1. Dan ia mendapatkan beasiswa dari sekolah berupa alat-alat sekolah dan potongan harga untuk buku-buku LKS maupun buku paket yang dibagikan oleh sekolah. Humaira pun rajin mengikuti ekstrakulikuler marawis di sekolah nya.
Mengapa ia sejak kecil menyukai kegiatan di luar rumah walau banyak orang yang menegurnya agar tidak mudah capek dan tentunya untuk kesehatan Humaira sendiri. Ia hanya tak ingin di bedakan dengan yang lain. Walau ia memiliki banyak kekurangan maka ia akan menonjol hal yang lain.
Pada suatu malam, jendela kamar Humaira di ketuk dengan keras. Namun anehnya, teman sekamar Humaira yakni Mira, Lisa, dan Ana sama sekali tidak terganggu dengan ketukan tersebut. Hingga menyebabkan Humaira heran akan hal itu. Ia mulai menerka-nerka siapa gerangan yang mengganggu waktu istirahatnya. tak lama muncul sosok Jeslyn di hadapan Humaira.
"Jeslyn itu kamu, kemana saja kenapa kamu tidak ada kabar. Aku kira kamu sudah melupakan janjimu" ujar Humaira kesal
"sabar neng jangan seperti itu, kenapa kamu kesal? Jika bertanya satu persatu agar aku tidak bingung menjawabnya."
"maaf Jeslyn karena kamu tidak menepati janjimu"
"apa sekarang kamu mau ikut aku untuk menemukan jati dirimu sebenarnya?"
"memangnya bisa? Bagaimana caranya?"
"bisa dong, selama ada Jeslyn semua akan menjadi lebih mudah, tubuhmu insyaallah sudah kuat dan memiliki tameng jika kamu mau ikut aku tanpa khawatir akan apa yang akan terjadi pada tubuhmu.
__ADS_1
"apa maksudmu Jeslyn?"
"apakah kamu paham tentang ilmu raga Sukma Humaira?"
"aku pernah mendengar tentang hal itu Jeslyn. Berarti ruh kita akan keluar dari tubuh kita kan? Namun jika tidak memiliki tameng atau pelindung dikhawatirkan saat kita ingin kembali ke raga kita tidak bisa karena ada sosok lain yang menempati tubuh kita."
"betul sekali. Karena kamu sudah paham aku tidak perlu menjelaskan apapun."
"lalu apa yang harus aku lakukan?" tanya Humaira
"sabarlah dulu. hafalkan doa berikut. Ingat jangan pernah memberikan doa ini pada siapapun. Jika orang lain membaca dan mengamalkannya lalu belum mempunyai persiapan yang matang maka ia akan binasa dan tidak akan kembali ke jasadnya."
"baiklah" tak lama kemudian ia pun membaca amalan tersebut dan tercengang bukankah ini termasuk dalam salah satu ayat Al Qur'an.
"Jeslyn, bukankah ini ada dalam bacaan Al Quran?"
"benar Mai, aku muncul dan mendekatimu karena hafalanmu sudah mumpuni untuk mendapatkan ilmu raga Sukma itu"
"hahahaha ...."
"Mai, Mai kamu itu terlalu banyak lihat YouTube atau televisi jadi pikiranmu aneh-aneh. Bacaan Al Qur'an berbeda dengan hafalan atau amalan yang lain Mai. Bukankah setelah kamu menghafal beberapa juz dalam Alquran kamu merasakan perbedaan daripada sebelumnya."
"iya juga sih benar katamu Jeslyn"
"tapi tunggu sebenarnya kamu itu dalam golongan apa? Hantu,, setan,, iblis,, jin atau yang lain?"
"aku adalah jin Islam dalam naungan yayasan Islam di salah satu pondok pesantren di alam gaib yang terletak di sebuah pegunungan di pulau s****a. tanpa ijin penguasa disana, tidak akan ada yang mengetahui sisi baik dari alam gaib. Karena hanya orang-orang terpilih yang dapat memasuki nya."
"apakah aku termasuk kedalamnya? Aku ingin berkunjung ke pondok pesantren itu apakah sama dengan pondok pesantren yang ada di dunia manusia atau bukan."
__ADS_1
"suatu saat nanti kamu akan mendapatkan jawabannya Mai"
"tapi Jeslyn apakah kamu tahu tentang kedua orang tua kandung ku.?"
"apa yang akan kamu lakukan jika kamu mengetahui tentang kedua orang tuamu."
"aku hanya ingin tahu apakah mereka masih hidup atau sudah meninggal. apakah keduanya merasakan bahagia, apakah mereka mengingat tentang ku atau Abang Farhan" jawab Humaira dengan suara lirih karena ia bertanya sambil menangis
"sabar ya Humaira insyaallah kelak kamu dapat menemukan mereka. Keduanya sehat, untuk ibumu ia sudah membuka usaha kecil-kecilan untuk menabung dan kelak dapat mengambil engkau kembali juga Farhan. Sedangkan ayahmu, ia telah lama menjadi orang yang depresi. Tidak ada yang dapat mengobati luka hatinya karena keegoisan orang tuanya."
" maksudmu apa Jeslyn"
"setelah kepergian ibumu dalam keadaan mengandung juga membawa kakakmu, ayahmu berusaha menentang keinginan kakekmu. Hingga ia berusaha menyuruh orang untuk mencari kalian. namun semua itu di halang oleh kakekmu. Ia selalu menghalalkan segala cara agar menghambat usaha dari ayahmu. Hingga saat ini ia seperti layaknya orang depresi tanpa mengetahui apa yang terjadi selanjutnya. mulai dari ayahmu yang depresi dan masalah yang bertubi-tubi menimpa keluarga besar mu datang silih berganti dan tak kunjung membaik kakekmu tutup usia dengan penuh penyesalan."
"mungkin itu karma yang ia dapatkan"
"apakah kamu membencinya Mai"
"bohong jika aku mengatakan kalau tidak kecewa atau marah atas sikap kakek namun mungkin ia sudah mendapat hukuman dari apa yang ia tanam"
"benar Mai"
"lalu kenapa kamu datang dan memberi gambaran peristiwa yang lalu hingga aku hampir membenci semua orang yang berhubungan dengan kakekku"
"itu...."
"jawab Jeslyn, apakah kamu merupakan pegangan atau jin yang melindungi keluarga ayahku. Sehingga kamu menemui ku dan memperlihatkan apa yang terjadi kepadaku agar aku memaafkan mereka? Apa mereka tidak merasakan penderitaan yang aku rasakan hingga mereka dengan tega ?memisahkan ku dan keluargaku. apa salahku Jeslyn?"
"sabar Mai, kamu harus perhatikan kesehatan mu jaga kondisi jantungmu Mai."
__ADS_1
"biarkan aku mati saja Jeslyn. aku sudah tidak mampu menahan beban ini."
setelah berkata seperti itu Humaira mengalami sesak nafas juga sakit di dada semakin menjadi. Ingin kau meminta tolong namun apa daya tubuhnya tak mau diajak kompromi. akhirnya ia pingsan di lantai tanpa ada yang mengetahui.