Cinta Suci Humaira

Cinta Suci Humaira
Siapa Aku Sebenarnya


__ADS_3

POV Humaira


saat ini Humaira berada disebuah tempat yang dipenuhi dengan kabut, ia terus berjalan mencari jalan keluar. Tak lama terdengar suara gemericik air dari kejauhan. Ia pun segera melangkah up. Ia pun sudah kelelahan ingin rasanya ia menyerah begitu saja tanpa ingat keluarganya dan orang-orang yang mengasihi nya.


Disaat ia akan menyerah, sebuah suara lembut berbisik di telinga nya. Namun sayang suara itu tidak memiliki wujud. Ia berbisik,


"jika kamu ingin mengetahui jati dirimu sesungguhnya jangan pernah engkau menyerah. Karena untuk mengetahui itu dibutuhkan perjuangan keras. Tidak ada yang gratis di manapun bahkan jika itu berada di alam gaib.


Humaira tidak mengenali siapa itu namun ia yakin jika itu sebuah petunjuk untuknya. Dengan tertatih ia terus berjalan seraya membacakan sholawat nabi tanpa henti. Tak lama kemudian muncullah sebuah cahaya di bagian alam itu yang tak berujung. Awalnya adalah hanya setitik cahaya, semakin lama Humaira mendekatinya semakin besar cahaya itu hingga ia membentuk sebuah pintu.


Ia tidak tergesa-gesa memasuki pintu itu, namun ia berjalan perlahan agar tidak kehabisan tenaga. Ia duduk bersila dan menenangkan pikirannya seraya memulihkan tenaganya. Setelah ia tidak merasakan capek lagi, ia pun segera melangkah maju setahap demi setahap. sampailah ia di depan pintu cahaya itu. Seketika itu pula ada seseorang menyambut. ternyata pintu itu memiliki penjaga, mereka dua orang cowok berbaju putih dan kulitnya pun putih bersih tidak seperti kebanyakan kulit orang Asia.


"selamat datang di kerajaan maung yang mulia ratu"


"ratu?? Siapa?? Aku??" tanya Humaira bertubi-tubi


"benar ratu"


"apa maksud kalian aku sama sekali tidak paham."


"tunggu sebentar disini ratu hamba akan menghubungi istana agar mengirimkan seseorang untuk menjemput anda"


"mengapa harus di jemput, apakah aku tidak bisa berjalan saja kesana?" tanya Humaira penasaran


"tidak bisa yang mulia karena istana anda berada di tengah-tengah barisan pegunungan dan tempat itu berada di tengah-tengah pegunungan dengan gunung tertinggi."


Humaira tak segera menjawab karen ia bingung harus berbuat apa. Ia berpikir jika sedang bermimpi dan berada di negeri dongeng sedangkan ini semua tidak nyata.


Tak selang beberapa waktu muncullah seekor harimau putih seperti kapan tanpa memiliki loreng dan memiliki sayap turun dan mengucap salam kepada Humaira


"salam hormat hamba kepada yang mulia ratu"


"sebenarnya siapa aku kenapa kalian menyebutku sebagai ratu"


"mungkin ratu belum memahami apa yang terjadi namun setelah hamba mengantarkan yang mulia ratu ke istana maka akan ada penjelasan disana."

__ADS_1


"baiklah jika demikian maka aku akan ikut denganmu"


Lalu Humaira segera naik ke tubuh harimau itu. Ketika ia naik ke punggung harimau itu, ia terpesona akan kelembutan bulunya. Bulunya sehalus sutera, jika saja ia tidak sedang dalam perjalanan menuju istananya ia pasti akan tertidur.


Terlihat dari atas pemandangan yang ada di bawah sungguh menakjubkan. Hutan rimba yang penuh dengan pepohonan yang menjulang tinggi sampai matahari pun seakan enggan menapak tanah. beberapa pegunungan berjajar rapi bak barisan pegunungan.


"jika aku tetap ngeyel ingin jalan, berapa tahun aku berjalan baru akan sampai tujuan ya?" batin Humaira


Mendekati sebuah puncak gunung terlihat beberapa ratus ekor harimau putih loreng, duduk seakan bersujud, dengan dua kaki depan di tekuk saat Humaira akan lewat. Humaira menjadi merinding jika ia bertemu begitu banyak harimau pastinya dia akan menjadi daging cincang. tapi kenapa ini mereka patuh dan seakan bersujud?


semilir angin yang dirasakan Humaira saat diajak terbang oleh sosok harimau putih tadi membuatnya hampir tertidur namun ada suara yang mencegahnya agar tidak tertidur. Humaira tidak paham akan hal yang terjadi, namun ia hanya bisa menuruti apa yang dibisikkan suara itu.


Tak selang beberapa waktu ia melihat ada sebuah istana megah yang semula kecil menjadi terus membesar karena jarak mereka semakin dekat dengan istana itu. harimau itu pun turun perlahan tepat di depan gerbang istana itu. Tak lama para penjaga menjurus hormat kepada Humaira. Tanpa Humaira sadari sejak ia berada di depan pintu istana itu sebuah tanda simbol muncul di keningnya diantara dua alis.


Simbol itu menyala dan istana itu pun meresponnya. Beberapa saat istana itu bergetar seakan bertemu dengan si pemilik mereka. Tiba-tiba pintu gerbang terbuka dengan sendirinya seakan ada sihir yang mengendalikannya.


"istana ini mengenali anda yang mulia ratu"


"apa maksudmu harimau"


"bisakah kamu menjelaskan sesungguhnya kalian itu apa dan di dunia apa ini mengapa ini berbeda dengan alam gaib yang selama ini aku kunjungi "


"ada seseorang yang berhak menceritakan hal ini kepada anda ratu. Hamba hanya seorang suruhan dan pengawal anda."


"apakah kamu harimau yang datang pada waktu itu saat aku hampir terjebak di alam gaib"


"hamba ratu,"


"subhanallah"


"Silahkan ratu memasuki istana ini dengan mengaktifkan tanda yang ada di kening."


"bagaimana caranya Jalu?"


"pikirkan dan pusatkan pada tanda yang ada di kening. Insyaallah tanda itu akan aktif dengan sendirinya."

__ADS_1


"baiklah aku akan mencobanya"


Humaira mengikuti arahan dari Jalu dan tak lama muncul kembali tanda itu pada keningnya dan otomatis istana itu terbuka. Di atas singgasana terdapat seseorang yang sangat ia kenali, tidak lain adalah nenek dari ayahnya.


"nenek"


"selamat datang cucuku?"


"apa artinya ini nek?"


"ini adalah takdir mu nak, engkau merupakan pemimpin dari kumpulan manusia h*****u disini?"


"apa? Kenapa harus aku nek, aku anak yang penyakitan dan juga tidak pandai dalam hal apapun"


"kamu salah nak, untuk menjadi seorang pemimpin maka kekuatan dari manusia h*****u itu memilihmu sendiri. Hal itu tidak dapat di tolak dan juga tidak bisa diminta."


"berarti aku sama seperti mereka nek? Apakah aku pun dapat berubah wujud, tapi setahuku bukankah merek berada di pulau Sumatera?"


"kamu benar nak namun apakah kamu sadar bahwa kamu pun berada di pulau Sumatera namun berbeda karena berada di pulau kecil."


"jujur aku tidak paham akan hal ini nek. Namun apakah aku mampu memegang amanah ini? Aku masih kecil dan butuh bimbingan nek"


"tenanglah ada seseorang yang akan senantiasa membantu mu dan akan mengingat kan mu jika kamu salah jalan. Selain itu jika kamu ingin menemui nenek bisa memanggilnya dan ka mengantarkan mu kesini."


"siapa dia nek"


"kemarilah," perintah sang nenek


"tak berapa lama muncul seorang sosok perempuan yang selama ini ia sangat mengenal nya. Ia adalah Jeslyn.


"Jeslyn, itukah kamu"


"hamba ratu, namun nama asli hamba Asmara."


"namamu unik" ucap Humaira sambil tersenyum

__ADS_1


__ADS_2