Cinta Suci Humaira

Cinta Suci Humaira
Keterkejutan Humaira


__ADS_3

Saat itu waktu menunjukkan jam 2 dini hari jadi tidak ada yang mengetahui keadaan Humaira. tak berapa lama akhirnya Humaira tersadar dengan tubuh penuh keringat dingin dan baju basah. Ia ingin melangkah keluar untuk menunaikan shalat malam namun kepalanya terasa sangat berat dan juga badannya begitu lemas. akhirnya ia mendekati dinding, sambil berucap dalam hati.


"ya Allah dengan segala keterbatasan yang aku miliki dengan kondisiku saat ini tidak memungkinkan untukku bangun dan menunaikan wudhu yang seharusnya. Aku berniat untuk melakukan shalat malam dengan semua keterbatasanku semoga engkau menerima ibadah ku malam ini, juga mudahkanlah hamba menjadi seorang penghafal Alquran"


Setelah itu ia mulai melakukan tayamum (berwudhu tanpa menggunakan air namun di ganti dengan air atau debu). Ia melakukan gerakan tayamum dengan khidmat dan khusyu'.


Dengan perlahan dan khusyu' ia melakukan sholat malam lalu dilanjutkan dengan hafalan Alquran. Tak terasa ia mulai tertidur sambil memeluk Alquran. Hingga pagi menjelang, pada waktu masuk sholat subuh Humaira belum bangun padahal ia biasa yang paling rajin dan akan membangunkan teman-temannya. akibatnya hari itu mereka sekamar hampir terlambat menunaikan sholat subuh. Kemudian seorang anak yang berada dan tidur satu kamar nya menghampiri Humaira yang terlihat tertidur sambil memegang Alquran. Ia berusaha membangunkannya namun beberapa saat ia tak bergerak.


Setelah beberapa kali mencoba untuk membangunkan Humaira namun ia tak berhasil ia segera mengetuk pintu kamar ummi Hasanah.


"tok... Tok... Tok... Ummi"


"tok... Tok... Tok... Ummi"


"Ana, ada apa nak, kenapa kamu begitu gugup. Ummi baru selesai sholat subuh"


"ummi kesiangan juga,"


"iya nak, karena biasanya Humaira yang bangun duluan dan membangunkan yang lainnya. Ummi semalam kurang sehat jadi bangun pun telat. ada apa kamu kemari nak?"


"Humaira ummi, ia tertidur dengan memakai mukena dan memeluk Alquran, namun saat akan dibangunkan untuk sholat subuh tak kunjung bangun."


"astaghfirullahal'adzim, ayo kita segera ke kamarmu dan membangunkan Humaira"


Secara otomatis ummi Hasanah dan Ana segera berlari ke kamar Humaira. Terlihat wajah pucat Humaira masih menggunakan mukena dan juga memeluk Alquran kesayangannya. Beberapa kali mencoba pun tak membuahkan hasil. Humaira tetap memejamkan matanya. Ia segera menelpon Ustadz Ibrahim untuk meminta tolong mengantarkan mereka ke rumah sakit.


"Tut...Tut...Tut..."


"Tut...Tut...Tut..."


"halo, assalamualaikum " suara seseorang mengangkat Telpon dari seberang


"wa'alaikumsalam, Bu ustadzah ini ummi Hasanah. Apakah pak ustadz ada, pagi ini saat akan shalat subuh kami menemukan jika Humaira pingsan dengan memakai mukena dan memeluk Alquran namun badannya telah dingin. kemungkinan setelah sholat tahajud ia pingsan. Bisa tolong kami ustadzah."


"pak ustadz masih ada di kamar mandi ummi, tolong ummi persiapkan Humaira kita akan segera kesana setelah ini. Jadi kamu harapkan setelah sampai disana telah siap dan segera berangkat ke rumah sakit"


"baik ustadzah "


Ummi Hasanah segera melepaskan mukena yang masih dipakai oleh Humaira dan mengganti nya dengan kerudung. Teman-teman Humaira masih berusaha membangunkannya dengan memberi minyak kayu putih di hidung juga menggosok-gosokkan telapak kaki dan telapak tangan Humaira sebelumnya diberi minyak kayu putih juga.


10 menit berlalu terlihat mobil ustadz Ibrahim memasuki halaman panti asuhan. Beberapa anak asuh di panti asuhan itu segera membantu mengangkat tubuh Humaira ke dalam mobil itu.

__ADS_1


setelah semua siap dan ummi Hasanah sudah masuk ke dalam mobil segera mereka menuju rumah sakit.


"apa yang terjadi Ummi, mengapa Humaira bisa pingsan seperti ini?


"saya pun tidak mengetahuinya pak ustadz karena kemarin malam semua masih normal dan tidak ada keluhan apapun darinya. Apakah mungkin serangan dadakan pak ustadz"


Beruntung sepanjang perjalanan tidak terjadi kemacetan seperti sebelumnya. Sekitar 30 menit berselang mereka telah berada di UGD rumah sakit tempat biasa Humaira di rawat. Saat perjalanan ummi Hasanah sempat menelpon dokter Mira yang selama ini menangani Humaira. Dokter Mira pun bergegas menuju rumah sakit saat mengetahui Humaira pingsan.


Humaira di letakkan pada brankar rumah sakit dan segera di dorong menuju ruang UGD. Segera setelah nya Humaira mendapatkan penanganan tim medis namun sayang dokter Mira belum sampai rumah sakit.


ummi Hasanah pun mengingat tentang pak Gilang dan Bu Laura yang merupakan orang tua asuh dari Humaira dan Farhan, ia pun segera menelpon beliau


"Tut...Tut...Tut..."


"Tut...Tut...Tut..."


"assalamualaikum ummi, ada apa pagi-pagi seperti ini anda menelpon apakah ada keadaan darurat? Tanya Bu Laura


"wa'alaikumsalam, Bu ini Humaira sakit dan kami larikan ke rumah sakit ia di temukan pingsan dan badannya telah dingin ini berarti jika ia telah lama pingsan"


"astaghfirullahal'adzim, lalu apakah kalian sudah sampai di rumah sakit?"


"iya Bu, dan kini Humaira sedang dalam penanganan medis"


"iya ummi, saya tutup dulu telponnya"


Bu Laura segera bergegas menuju kamarnya dan membangunkan sang suami.


"pah,, bangun pah,,"


"pah, bangun pah" ucap Bu Laura berusaha membangunkan suaminya


"ada apa sih mah, bukannya ini masih lagi"


"bangunlah bukankah papa belum sholat subuh? Selain itu tadi ummi Hasanah menelpon jika Humaira pingsan dan dilarikan ke rumah sakit"


"astaghfirullahal'adzim,, sejak kapan ummi?"


"entah pah, tapi saat ummi menelpon tadi mereka sudah sampai di rumah sakit dan Humaira telah mendapatkan penanganan tim medis."


"segera bangunkan Farhan mah, jangan lupakan ia karena ia merupakan saudaranya."

__ADS_1


"iya pah."


Bu Laura segera menuju kamar Farhan saat ia membuka kamarnya terlihat jika ia baru selesai melaksanakan sholat subuh.


"mama, ada apa?"


"maaf jika mama mengganggu mu nak. Tadi ummi Hasanah menelpon dan mengabarkan jika Humaira pingsan dan saat ini berada di rumah sakit."


"astaghfirullahal'adzim adek, apakah tadi malam yang terjadi sama aku adalah firasat akan keadaan Humaira."


"memangnya firasat apa nak?"


"aku selalu terbayang-bayang wajah Humaira juga selain itu entah perasaan sedih apa yang tiba-tiba datang melanda hatiku tanpa tahu apa penyebabnya ummi."


"sebaiknya kamu cepat bersiap nak, kita harus segera berangkat. perjalanan kesana membutuhkan waktu 90 menit dengan harapan tidak ada kemacetan agar kita dapat cepat sampai ke rumah sakit."


"baik mah"


"kenapa kamu tiba-tiba pingsan setelah lama tidak pernah kambuh dek. apakah ada yang memicu dan membuat penyakit mu kambuh lagi. Tapi apa itu dek? Aku harap engkau tak lama tidur tidak seperti dulu dek" batin Farhan


Ia pun segera bersiap dan mengikuti kedua orang tuanya untuk berkendara menuju kota M. Sepanjang perjalanan hatinya gelisah memikirkan Humaira. Tak henti-hentinya dia terus ia panjatkan untuk kesembuhan Humaira.


Bu Laura yang melihat anaknya terus diam sambil menahan air mata hanya membiarkan. Dia tidak tega melihat Farhan saat ini. Ia pasti sangat mengkhawatirkan Humaira.


*****


Situasi di rumah sakit tempat Humaira di rawat.


dokter Mira terlihat keluar dari ruangan UGD, ummi Hasanah Bu ustadzah maupun pak ustadz segera menghampiri beliau


"saat ini kondisi Humaira sedang kritis karena saturasi oksigennya rendah dan detak jantung nya lemah. dia memerlukan perawatan intensif karena itu kami akan memindahkannya ke ruangan ICU. Apakah ada hal yang mengakibatkan kondisinya drop seperti ini. Dan dari pemeriksaan awal di dapati bahwa ia telah lebih dari dua jam pingsan sebelum di temukan teman sekamarnya."


"astaghfirullahal'adzim, apa yang kamu alami nak, kenapa tak pernah berbagi kepada ummi atau saudaramu"


"apakah Humaira tidak pernah mengatakan jika ia memiliki permasalahan atau hal lain yang mengganjal hatinya ummi?"


"tidak pernah dokter, makanya saya bingung. Bahkan semalam sebelum dia pingsan dia bahkan tidak mengeluh apapun dan wajahnya tidak terlihat pucat."


"jika keadaanya sudah memungkinkan sebaiknya ummi ajak dia bicara dari hati ke hati jangan sampai disimpan olehnya sendiri. Karena hal itu dapat berakibat buruk kepadanya."


"baik dokter"

__ADS_1


Tak lama brankar Humaira pun di dorong menuju ruang ICU oleh perawat. ummi diminta menebus sejumlah obat untuk Humaira.


__ADS_2