
Setelah Humaira tertidur para orang tua berbincang bagaimana cara membujuk Humaira agar mau segera di operasi. Karena kondisi jantungnya semakin menurun dan dapat berakibat fatal untuknya. Tak terasa waktu sudah menunjukkan sholat Maghrib yang ada di ruangan untuk yang laki-laki beranjak ke masjid rumah sakit. untuk yang perempuan sholat berjamaah di ruangan.
Humaira terbangun ketika yang sholat sedang berdoa. ia ingin minum air putih yang ada dimeja sebelah kanan. maksud hati ingin mengambil sendiri namun karena tubuhnya demam dan gemetar gelas itu bukannya terambil malah ke senggol dan jatuh. Ketika gelas yang jatuh pecah mengagetkan orang-orang yang sedang sholat. Ummi segera menghampiri Humaira
"Mai mau minum, ummi ambilkan ya nak."
Humaira tidak menjawab hanya mengangguk lemah. Bukannya ia tak mau menjawab perkataan ummi namun badannya terlalu lemas walau hanya untuk mengucapkan kata-kata.
Akhirnya Humaira memaksa untuk bicara walau akhirnya suara yang keluar sangatlah lemah.
"ummi,, bisa bantu Mai, adek kedinginan." terdengar suara Humaira bergetar.
"Mai, apakah kamu baik-baik saja nak.? "
"aku tak apa-apa ummi hanya pusing di kepala dan badan lemas. Ummi, Mai belum sholat Maghrib, tolong bantu Mai ya."
"baik nak, pelan-pelan jangan dipaksa sholat sambil duduk, sambil berbaring pun tidak apa-apa."
"iya ummi,"
namun saat ummi membantu Humaira untuk tayamum, ia kaget karena suhu badan Humaira tinggi. Baru rakaat kedua dilaksanakan tiba-tiba Humaira muntah-muntah. Baju dan mukena Humaira terkena muntahan. Ummi segera membantu Humaira duduk agar posisinya nyaman.
"maafin Mai ya ummi, mukenanya jadi kotor."
"tidak apa-apa nak. Mukena bisa di cuci."
"ummi, Humaira tidur ya kepala ku sangat pusing."
"ummi panggilkan suster ya nak?
"tidak usah Ummi"
"kalau ada apa-apa panggil ummi ya nak"
"iya ummi, dimana Abang ummi?"
__ADS_1
"Abang dan yang laki-laki sholat di masjid nak. Gak cukup kalau semua orang sholat disini"
"iya ummi".
Jam 18.30 seorang dokter dan perawat masuk ingin memeriksa keadaan Humaira. Saat di cek suhu tubuh Humaira mencapai 39,3 derajat Celcius. Humaira menjawab pertanyaan dokter seadanya karena kepalanya terasa sangat berat. Belum selesai dokter melakukan pemeriksaan tiba-tiba Humaira mual lagi dan tiba-tiba muntah kembali.
Keadaan Humaira menurun dan kesadaran nya kembali menurun.
"suster siapkan 3 kantong darah dan segera transfusikan kepada Humaira."
Saat dokter itu akan beranjak keluar ruangan suster yang tadi membantu berteriak memanggil dokter.
"pasien kejang dokter."
"siapkan alat segera."
dokter itu segera mengambil sebuah obat dan menyuntikkan obat lewat infus. tak lama suster tadi kembali masuk membawa beberapa alat. Dokter segera membuka mulut Humaira dan memasukkan selang mulai dari mulut hingga kerongkongan. Alat ini untuk membantu Humaira bernafas.
Sesaat pas diperiksa dan tubuh Humaira mengalami kejang terlihat jika bibirnya biru menandakan kurangnya asupan oksigen yang masuk ke tubuh Humaira. Seorang suster sedang memegang alat yang dipompa melalui selang tadi sementara hingga Humaira di pindahkan ke ICU lalu tugas suster itu di gantikan dengan alat ventilator. Kemudian Humaira di siapkan untuk dipindahkan ke ruang ICU.
"Humaira sakit lagi Farhan. Untung tadi pas ada dokter yang memeriksa jadi dengan cepat ditangani. Sementara ini Humaira akan di bawa ke ruangan ICU lagi ya. Sementara kita tidak boleh menunggui Humaira."
"kasihan Mai ummi, disana dia sendirian, Farhan takut Mai menangis mencari Farhan.
"tenanglah nak, Humaira sedang tertidur saat ini. kita doakan agar Humaira cepat sembuh ya nak."
"iya ummi"
Tak lama kemudian ranjang Humaira di dorong ke luar menuju ruang ICU oleh dua orang perawat.
"permisi ummi, tadi dokter berpesan jika ingin berbicara sama ummi. Ummi diminta menuju ruangan dokter."
"baik sus"
Ummi segera mengikuti suster itu menuju ke ruangan dokter Mira. Terlihat jika dokter itu sudah menunggu ummi Hasanah dengan cemas.
__ADS_1
"bagaimana kondisi Humaira dokter?" tanya ummi
"kondisi jantung Humaira semakin menurun ummi, operasi harus segera dilaksanakan jika kita tunda takutnya Humaira tidak dapat bertahan malam ini."
Seketika itu ummi langsung menangis di hadapan dokter Mira.
"kapan operasi itu akan dilakukan dokter? Tolong berikan yang terbaik untuk Humaira. Dia masih kecil dan masa depannya masih panjang."
"kami akan melakukan yang terbaik yang dapat kamu lakukan ummi. Dengan harapan dapat memperpanjang umur Humaira. Karena sejujurnya penderita jantung itu akan susah untuk sembuh kecuali mendapatkan donor jantung. Namun untuk donor jantung saat ini sudah didapatkan."
"lakukan yang terbaik apapun itu dokter agar Humaira dapat hidup. Dia memiliki banyak impian. Kasihan jika anak sekecil itu menanggung sakit yang tak kunjung reda."
"sabarlah ummi, Humaira akan di operasi 1 jam dari sekarang. Kami membutuhkan waktu untuk mempersiapkan kamar operasi juga beberapa dokter yang terlibat dalam operasi ini. Operasi ini termasuk operasi besar dan membutuhkan waktu antara 10-12 jam. Semoga tidak ada masalah saat operasi nanti sehingga pemulihan Humaira dapat berlangsung cepat."
"aamiin ya rabbal'alamin,"
"ummi bisa kembali ke keluarga dan menyampaikan hal ini kepada anggota keluarga yang lain. Kami akan segera mempersiapkan Humaira untuk segera di operasi.
Satu jam berlalu, brankar Humaira di dorong keluar dari ICU menuju ke ruang operasi. terlihat wajah pucat Humaira diatas brankar. Farhan segera mendekat, ia menggenggam tangan Humaira dan berkata
"kamu anak yang kuat dek, kamu harus berjuang jangan menyerah dek. Abang menunggu senyuman dan panggilanmu untuk Abang." ucap Farhan sambil berurai air mata
"sabar nak, insya Allah Humaira anak yang kuat, dia pasti akan mampu melewati ini semua. ucap Bu Laura.
semua orang bersedih mendengar kondisi Humaira, doa-doa terucap dari semua orang yang menyayangi Humaira.
Sepuluh jam berlalu begitu saja namun operasi itu belum selesai dilakukan. keluarga yang menunggu pun harap-harap cemas. Satu jam kemudian ruang operasi terbuka dan terlihat Humaira di dorong menuju ruang ICU. Begitu banyak kabel dan alat-alat yang menopang kehidupan Humaira.
"dokter bagaimana kondisi Humaira, apakah operasi nya berhasil dilakukan?" tanya ummi
"Alhamdulillah operasi berjalan lancar, namun saat ini kondisi Humaira masih kritis. kondisinya harus di siapkan agar tidak kaget nantinya dengan kondisi yang di alami nya hari ini. Terus support Humaira , bangkitkan semangat juangnya untuk segera sembuh."
"baik dok, akan kami ingat perkataan dokter. Terimakasih dokter" ucap pak Gilang
'terus doakan Humaira agar ia kuat menghadapi masa-masa kritis."
__ADS_1