Cinta Suci Humaira

Cinta Suci Humaira
Kondisi Humaira


__ADS_3

Tak lama kemudian beberapa orang perawat dan dokter menghampiri ranjang Humaira dan meminta Farhan keluar karena akan melakukan pemeriksaan. Waktu terasa bergulir begitu lama menunggu kepastian kondisi Humaira yang tiba-tiba drop. Setelah 45 menit menunggu akhirnya seorang suster keluar dari ruang ICU.


"bagaimana kondisi Humaira suster?"


"Humaira baik-baik saja namun karena pengaruh obat yang masih kuat sehingga dia lebih sering tertidur. insyaallah seiring waktu kondisinya membaik. Alhamdulillah perkembangan kesehatan Humaira naik signifikan. tolong kamu ke PMI dan meminta stok darah AB Rhesus negatif untuk Humaira karena stok darah di rumah sakit kosong. Dan ini ada resep obat yang harus di tebus."


"baik suster"


Suster maupun dokter di rumah sakit itu sudah hafal dengan sosok Farhan yang sering menunggu Humaira selama 3 bulan lebih karena ia dalam kondisi koma. Farhan lah yang terus memandikan dan merawat tubuh Humaira sejak awal. Ia tidak mau orang lain memegang tubuh adiknya terutama perawat laki-laki.


namun sikap Farhan begitu ramah dan sopan kepada siapapun jadi membuat banyak orang yang suka kepadanya.


setelah kurang lebih 60 menit berkeliling dari PMI satu ke yang lain akhirnya ia mendapatkan kantong darah yang dibutuhkan Humaira sebanyak 5 kantong. Setelah itu ia pun bergegas menuju apotek untuk menebus obat. Karena resep berasal dari ruang ICU biasa resep itu didahulukan dibandingkan dengan resep obat yang lain jadi ia tidak menunggu lama. Ia segera bergegas menuju ruang ICU dan memberikan obat-obatan dan kantong darah itu kepada seorang suster.


Di karenakan Humaira masih berada di ruang ICU dan tidak boleh sering di jenguk ia segera beranjak ke ruang perawatan ummi Hasanah. Ummi Hasanah sakit karena shock saat kondisi kesehatan Humaira drop dan sempat gagal jantung. Ummi Hasanah menderita penyakit lambung dan darah rendah.


"assalamualaikum ummi"


"wa'alaikumsalam," terdengar dua suara yang menjawab salam Farhan


Farhan pun segera membuka pintu ruangan ia membawa sebungkus roti bakar, di tangan kirinya. Terlihat ada Bu ustadzah yang menemani Ummi Hasanah. Farhan pun segera mencium tangan ummi dan Bu ustadzah.


"bagaimana kondisi Humaira nak? Tanya ummi


"Alhamdulillah kata dokter kondisinya semakin membaik, namun belum bisa di jenguk lama karena kondisinya masih lemah. tadi aku sempat berbicara dengannya namun tiba-tiba dia kembali tertidur. Awalnya aku khawatir jika kondisinya drop kembali, namun suster menjawab jika Humaira seperti itu karena masih dalam pengaruh obat. jika kondisinya semakin membaik insyaallah Humaira akan sering terjaga dibandingkan tidur."


"Alhamdulillah jika demikian. kamu sepertinya sangat lelah nak. Sebaiknya kamu istirahat dahulu, agar nanti jika ada panggilan dari ruang ICU kamu bisa segar kembali. Maafkan ummi saat ini sakit jadi tidak bisa membantu mu menjaga Humaira "


"ummi kenapa berucap seperti itu, Farhan ikhlas ummi. Yang terpenting sekarang ummi harus sembuh. Jika nantinya Humaira sudah dipindahkan ke ruang perawatan biasa dan ummi masih sakit pasti Humaira akan sedih"


"benarkah itu nak, kapan adikmu bisa pindah ruangan?" tanya Bu ustadzah

__ADS_1


"tadi dokter mengatakan jika dalam dua hari ke depan kondisi Humaira terus membaik ia bisa segera dipindahkan ".


"Alhamdulillah "


"aku istirahat dulu ya ummi, ini hpnya aku taruh di meja. nanti jika ada telpon ummi angkat saja, jika itu dari ICU segera bangunkan aku ya ummi"


"iya nak, segeralah tidur agar badanmu segar kembali"


"baik ummi"


Terlihat Farhan segera menggelar tikar dilantai dan bersiap untuk tidur.


Tak lama seorang dokter dan perawat masuk ke kamar perawatan ummi Hasanah untuk memeriksa beliau.


"bagaimana kondisi ummi hari ini? Apakah masih ada keluhan"


"Alhamdulillah saya jauh lebih baik dari sebelumnya dan tidak ada keluhan lagi. namun jika malam saya jarang bisa tidur."


"tapi dok, apakah tidak akan mengganggu mental Humaira mengetahui jika saya sakit"


"insyaallah tidak ummi, sambil nanti diberi pengertian agar Humaira memahami kondisi ibu. Oiya ummi nanti jika Farhan terbangun dari tidurnya minta ia segera ke ICU karena sejak bangun Humaira selalu mencarinya."


"baik dokter, terimakasih atas informasinya. Jadi penyemangat agar lekas sembuh"


"harus itu ummi"


Dokter itu pun segera meninggalkan ruangan perawatan itu dan segera memeriksa pasien lain. 15 menit kemudian terdengar suara hp Farhan berbunyi. Ummi pun segera mengangkat telpon itu, ternyata yang menelpon adalah perawat dari ruang ICU yang meminta Farhan segera ke ICU karena Humaira mencarinya.


"nak, Farhan" ucap Ummi yang turun dari ranjang sambil membawa tuang infus ia pun menggoyang tubuh Farhan


"iya ummi" jawab Farhan yang baru terbangun

__ADS_1


"tadi perawat dari ICU menelpon mengatakan jika Humaira mencari mu dan menangis para suster mencoba menenangkan namun tak berhasil. Sebaiknya kamu cuci muka dan kesana nak. Kasihan Humaira"


"baik ummi"


Farhan segera bergegas ke kamar mandi untuk cuci muka lalu segera berlalu menuju ruang ICU


"assalamualaikum adek Kaka yang cantik" sapa Farhan kepada Humaira


"wa'alaikumsalam, Abang...." panggil Humaira sambil bangkit dan memeluk Farhan


"dek hati-hati kamu masih sakit"


"aku tidak apa-apa bang. kenapa Abang jahat, kenapa Abang pergi."


"maaf ya dek ini kan ICU jadi Abang tidak boleh lama-lama disini"


"benar Humaira, tapi insyaallah sore ini kamu akan dipindahkan ke ruang perawatan jadi kamu bisa bersama terus dengan abangmu. Jadi jangan menangis terus."


"benarkah itu suster?"


"buat apa suster bohong"


"Alhamdulillah" ucap Farhan dan Humaira bersamaan


"kalian berdua ini kompak sekali menjawabnya."


"pasti dong sus"


"sebaiknya Humaira istirahat lagi bukankah nanti sore sudah pindah ruangan dan dapat terus bersama Farhan. Jika tiba-tiba kondisimu turun lagi pasti dokter Edo akan berubah pikiran dan tidak jadi memindahkan kamu ke ruang perawatan."


"jangan sus, ya udah Humaira mau tidur lagi. Abang juga istirahat ya. Nanti sore jemput adek ya." ujar Humaira senang

__ADS_1


"iya dek, "


__ADS_2