
Ibnu dan Humaira segera menuju taman depan komplek. Disana ada anak-anak yang bermain. Ada yang bermain perosotan, ayunan, bermain pasir, jungkat-jungkit jug letak umpet. Di sebelah timur taman komplek itu juga ada kandang kelinci. Kelinci-kelinci itu terlihat imut dan manis gemesin. Ibnu pun membeli sekantong wortel untuk memberi makan kelinci. Ia memegang sebuah wortel dan mendekati seekor kelinci dan memberikan wortel itu. Namun kelinci lain yang berada satu kandangnya heboh ingin merebut wortel itu. Gaduh pun kandang kelinci itu juga ketiga kandang lain disebelahnya. Satu kandang berisi 3 ekor kelinci. Mereka pun saling berebut wortel. kehebohan kelinci-kelinci itu mengusik anak-anak lain yang sedang bermain.
Seorang anak laki-laki menghampiri Ibnu.
"bolehkah aku bergabung denganmu memberi makan kelinci," tanya anak itu
"tentu saja boleh kemari lah bantu aku memberi makan kelinci-kelinci ini."
"tapi aku tidak membawa wortel"
"ini ambillah, kebetulan aku membawa beberapa wortel"
"apakah kami pun boleh minta" tanya beberapa anak
"tentu saja boleh ini ada banyak wortel. Ayo kita beri makan kelinci-kelinci ini."
"apakah kamu tidak di marahi ibumu jika menghabiskan wortel nya."
"tidak apa-apa tadi aku sudah ijin sama ibuku"
"untung ibu mempunyai stok wortel di kulkas. Ia pun meminta ijin untuk membawa wortel itu kepada ibu. Ibnu beberapa kali melewati taman itu jadi ia tahu jika di taman itu ada kandang kelinci makanya ia berinisiatif untuk membawa wortel. Tak disangka ia menemukan teman baru karena wortel." batin Ibnu
Humaira yang berada tidak jauh dari tempat Ibnu dan teman-teman nya memberi makan kelinci hanya tersenyum. Ia mengingat tentang saudara-saudara nya di panti asuhan dulu. Bagaimana kabar mereka, Ummi, Farhan, aku kangen sama kalian. kapan aku bisa kembali dan berkumpul bersama kalian lagi?
Humaira sedang asyik dengan pikirannya sendiri sehingga tidak menyadari Ibnu dan teman-teman nya menghampiri. Terlihat anak-anak itu tidak mengetahui keberadaan Humaira kecuali seorang anak perempuan berusia sekitar 7 tahun. Ia menatap ke arah Humaira dengan tatapan penuh tanya.
"Mai, ayo kita pulang aku sudah selesai memberi makan kelinci" ajak Ibnu
"ayo, tapi mereka?" tanya Humaira
"mereka akan ikut denganku untuk bermain di rumah. Ketika aku ajak awalnya mereka takut, lalu aku ajak mereka menghampiri orang tua nya lalu meminta ijin mengajak merek semua untuk bermain ke rumah. Alhamdulillah mereka tidak keberatan."
"syukurlah jika begitu, jangan bepergian tanpa ijin dari orang tua kalian"
"pasti ka, Kaka sungguh cantik" ucap anak cewek yang terus memperhatikan Humaira
"Isma kamu berbicara dengan siapa?" tanya temannya
__ADS_1
"aku berbicara dengan Kaka cantik di sebelah Ibnu."
"kenapa kamu tidak melihat apapun?"
"aku tidak tahu akan hal itu. Apakah???" wajah Isma terlihat kaget menyadari sesuatu
"jangan takut dek, Kaka roh baik tidak suka jahil dan nakal terhadap orang lain. Siapa namamu adek cantik" tanya Humaira sambil tersenyum
"namaku Isma kak,"
"nama Kaka Humaira biasa di panggil Mai,"
"apakah Kaka hantu?"
"bukan dek, kakak adalah roh."
"apakah Kaka menjaga Ibnu? Apakah sudah lama?"
"belum lama sekitar 2 bulan yang lalu"
"ayo kita ke rumah Ibnu, jangan keasikan berbincang disini. Kata kalian ingin bermain di rumah Ibnu?"
"oiya hampir lupa"
Akhirnya Ibnu dan keempat temannya berjalan menuju rumah Ibnu. Sedangkan orang tua mereka mengikuti dari belakang. Sekitar 10 menit mereka berjalan mereka sampai di pintu gerbang.
"Ibnu apakah ini rumahmu? rumahmu seperti istana dan bagus sekali
"selamat datang di rumahku, mari teman-teman masuk."
"mari tante-tante masuk ke dalam, jangan sungkan ya. Saya akan memanggil ibu dahulu. "
para orang tua itu terlihat terkejut saat mengetahui jika rumah Ibnu sangat megah itu pertanda jika Ibnu dan keluarganya merupakan orang kaya.
"selamat sore ibu-ibu perkenalkan saya Maryam ibunya Ibnu"
"saya Vira ibu dari Isma"
__ADS_1
"saya Dita ibu dari Vino"
"saya Eni ibu dari Ari"
"saya Linda ibu dari Wulan"
"salam kenal ibu-ibu semua. Maaf ya saya jarang berkumpul karena banyak kesibukan mengurusi beberapa bisnis bersama suami"
"tidak apa-apa Bu Maryam, tadi anak-anak bermain di taman kemudian mereka menjadi akrab dan Ibnu mengajak bermain kemari. Awalnya kami ragu dan sungkan namun karena anak-anak memaksa jadi kami ikut"
"subhanallah, akhirnya Ibnu mendapatkan teman."
"apa selama ini Ibnu tidak memiliki teman Bu?"
"mungkin karena saya over protective sehingga melarang Ibnu bermain di luar rumah sehingga membuat dia tidak memiliki teman Bu."
"mengapa demikian Bu"
"dulu saat Ibnu berusia 2 tahun diajak berjalan-jalan oleh pengasuhnya. Saat itu saya masih bekerja di luar rumah sehingga Ibnu dan Kaka perempuannya lebih dekat dengan pengasuh mereka dibandingkan saya. Saat berjalan-jalan itu sang pengasuh lengah dan Ibnu hampir di culik oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Alhamdulillah ada orang-orang baik yang membantu menyelamatkan Ibnu waktu itu. Semenjak peristiwa itu Ibnu selalu merasa takut jika berada di keramaian dan banyak orang. ia pasti akan gemetar ketakutan hingga keluar keringat dingin. Jika tidak ada yang segera memeluk atau mendekatinya ia bisa pingsan sampai berhari-hari "
"astaghfirullahal'adzim, maafkan kami ya Bu jika pertanyaan kamu membuka luka lama untuk ibu dan keluarga"
"tidak apa-apa Bu, kita jadikan itu sebagai pelajaran untuk kita kedepannya agar hal itu tidak sampai terulang kembali."
"benar kata Bu Maryam"
"lihatlah anak-anak kita terlihat bahagia dan begitu akrab seakan-akan mereka sudah berteman lama padahal biasanya mereka sendiri-sendiri. Saat Ibnu bergabung mereka semua bisa menjadi akrab.
"iya benar kata Bu Dita."
"semoga kedepannya kita bisa sering-sering berkumpul seperti ini ya."
"dengan senang hati ibu-ibu. Pintu rumah kami selalu terbuka untuk kalian. Disini banyak mainan anak-anak jadi pasti mereka bisa betah." ucap Bu Maryam
"iya Bu, kami harap mereka akan selalu akrab hingga besar nanti."
"aamiin ya rabbal'alamin " jawab merek serempak.
__ADS_1