Cinta Tapi Beda

Cinta Tapi Beda
Episode Sepuluh


__ADS_3

Tiga hari sudah berlalu. Sejak pesan whatsapp yang kukirim waktu itu, aku dan Rendi tak lagi berkomunikasi. Bahkan pesanku itu belum juga di bacanya hingga kini. Aku sama sekali tidak tau, apa maksud dari semua ini, aku hanya bisa pasrah jika memang hubunganku dan Rendi akan berakhir.


Malam kian larut, Ita sudah tertidur pulas. Jam dinding menunjukkan pukul 11 malam, tapi aku belum juga mengantuk.


Untuk mengusir rasa jenuhku, aku mulai berselancar di media sosial. Hingga akhirnya sebuah pesan masuk di whatsappku. Rendi mengirim pesan. Ah ... akhirnya, dia menghubungiku juga.


Ternyata Rendi mengirimkan sebuah foto,lalu aku membukanya. Setelah kulihat foto tersebut, aku benar-benar tercengang dengan kedua bola mata yg melotot bagai hendak keluar. Rendi mengirim sebuah foto, ia berada di suatu tempat yang terlihat tak asing bagiku, seperti tempat peribadatan. Dan di bawah foto itu, Rendi membubuhi sebuah kalimat.


" San ... mungkin ini saat nya aku harus jujur sama kamu. Awal nya aku ragu, aku bimbang, aku bingung. Tapi aku memaksakan diri untuk berterus terang, semua sudah kupikir matang. Mau gak mau, pada akhirnya aku harus jujur juga sama kamu. Aku gak tau gimana reaksi kamu, tanggapan kamu setelah tau yang sebenarnya. Ini yang aku takutkan, San ... kita berbeda keyakinan, maaf kalau aku gak pernah berterus terang sama kamu, jujur aku gak mau kehilangan kamu." ungkapnya sedih.

__ADS_1


Akhirnya, sebuah kebenaran yang sama sekali tidak pernah aku bayangkan sebelumnya. Apa yang menjadi dugaanku selama ini benar, apalagi jika aku mengingat cerita Putri beberapa bulan yang lalu, bahkan aku sempat tidak mempercayainya.


Tapi sekarang, aku mendapati kebenaran itu langsung dari mulut Rendi. Tangisku seketika pecah, aku tidak tau harus bicara apa lagi. Semula yang awal nya mungkin, kini seakan menjadi tak mungkin. Seketika aku merasa sangat jauh dengan Rendi, laki-laki yang sangat aku cintai.


" Ren ini serius?" tanyaku, aku mengetik pesan tersebut diiringi air mata yang terus mengalir membasahi pipi.


" Iya San, ini serius. Maaf kalau beberapa hari ini aku menghilang, aku benar-benar bingung."


" Apa kita masih bisa sama-sama kayak biasanya?"

__ADS_1


" Apa yang di harapkan dari hubungan ini Ren?"


Aku merasa akan sangat sia-sia sekali, jika aku terus melanjutkan hubungan ini. Seketika ada jarak antara aku dan Rendi. Ini bukan jarak antar kota, benua, negara atau yang lain nya. Tapi ini jarak antara Tuhan. Namun, hatiku masih sangat menyayangi Rendi. Aku bingung sekali malam ini, tidak tau harus berbuat apalagi kalau sudah begini.


" Aku berharap kita masih terus sama-sama San. Aku sayang sama kamu, aku mau berjuang sama kamu San. Please, aku mohon." ungkap Rendi penuh iba.


" Aku gak tau Ren ... Apa semua masih bisa di perjuangkan.."


Aku dan Rendi memiliki mimpi yang indah. Kami berdua sudah menyusun rencana, tentang apa yang akan kami lakukan setelah lulus kuliah. Jelas, aku dan Rendi ingin menikah dan hidup bersama selama nya. Tapi malam ini, mimpi itu seakan hancur seketika. Apa mungkin semua itu masih bisa terwujud?

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2