
Di sepertiga malam, Sani bersujud diatas sajadah nya, kepada Allah SWT. Ia mengadukan semua permasalahan yang tengah dihadapi nya itu, hanya kepada Allah Ta'ala, yang senantiasa merahmati dirinya.
Tangis nya tumpah, pada sujud terakhir. Ia tak kuasa membendung kesedihan nya yang begitu mendalam, Sani merasa malu dan berdosa kepada Allah, atas perbuatan nya selama ini.
Sani terus berdzikir, sambil sesekali ia menyeka air mata nya. Ia bermunajat kepada Allah, sang pencipta langit dan bumi beserta isi nya, pemilik hidup dan mati setiap hamba nya. Ia benar-benar menangis sesenggukan, mengingat kembali atas dosa dan kesalahan yang telah ia lakukan selama ini.
Segala puji dan doa ia panjatkan kepada Allah. Kedua tangan nya bertengadah, memohon ampunan kepada-Nya.
" Ya Allah yang Maha pengasih lagi Maha penyayang ... ampunilah segala dosa-dosaku selama ini, ampunilah segala kesalahanku, kekhilafakan ku, yang selalu lalai akan perintah mu." Aku berdoa dengan air mata yang tak bisa berhenti berlinang.
" Ya Allah ... engkaulah yang Maha tau segala nya, mana yang terbaik untukku, mana yang pantas untuk hidupku. Ya Allah ... aku tak tau harus mengadu kepada siapa lagi, selain hanya kepada-Mu. Berilah aku petunjuk-Mu, atas apa yang sedang kualami. Tunjukkan lah yang terbaik dari-Mu, ku percaya itu tidak akan pernah salah." Tangisku pun semakin terisak.
" Ya Allah ... jika memang dia adalah jodohku, maka berilah kemudahan untuk kami dengan cara-Mu. Tapi, jika memang dia bukan jodohku, maka ikhlas kan hatiku untuk menerima takdir-Mu, dan berikanlah aku orang yang lebih baik dari nya, Aamiin ...."
Setelah memanjtkan doa yang terakhir, tiba-tiba saja Sani tersungkur diatas sajadah nya, dalam keadaan masih mengenakan mukenah lengkap.
***
* TOK ... TOK .... "
" San ... Sani, bangun sholat subuh." panggil Bunda sembari mengetuk pintu.
Hingga beberapa kali, tak ada jawaban dari Sani, akhir nya Bunda pun memutuskan untuk membuka pintu kamar putri nya, yang ternyata tidak di kunci.
__ADS_1
Setelah masuk kedalam, ia mendapati Sani sedang tertidur lelap di atas sajadah nya.
" Nak ... Sani ... Sani, bangun nak." ujar Bunda terus menepuk-nepuk pipi Sani, namun Sani tetap saja tidak bangun. Bunda mulai panik, setelah berulang kali ia membangunkan putri nya, namun Sani tak kunjung sadar juga.
" Ayah ... Ayah ... Sani Yah." panggil Bunda teriak histeris.
Ayah yang kala itu masih mengenakan sarung, baju koko dan peci pun, datang dengan tergopoh-gopoh.
" Kenapa bun?" tanya Ayah ikut panik.
" Sani Yah, dia dari tadi gak bangun-bangun." bunda mulai menangis.
" Hah! kenapa Sani! " pekik Ayah.
Ayah pun langsung duduk, dan mencoba untuk membangunkan Sani.
" Sani, bangun, nak ... nak, bangun nak." panggil nya.
" Sani kenapa Yah .... " bunda mulai menangis histeris.
" Ayah gak tau bun." jawab Ayah sangat panik.
" Sani kenapaaaa ... nak bangun nak, kamu kenapa .... " bunda terus saja mengguncang-guncang tubuh Sani.
__ADS_1
Kemudian, Ayah pun memeriksa hidung dan nadi putri nya itu, ia benar-benar tak mengharapkan apapun terjadi.
" Ayah ... Ayah ... Sani kenapa?" bunda terus bising bertanya.
" Ayah kok gak bisa menemukan denyut nadi Sani ya." ujar Ayah dengan suara bergetar.
" Gak ... gak, Ayah coba yang bener." ujar bunda tak berhenti menangis.
Lalu Ayah pun, memeriksa hidung Sani, rupanya masih ada hembusan nafas, walaupun itu sangat lemah.
" Ayah ... Sani kenapa, Ayah ... " bunda pun menangis histeris sambil mendekap tubuh Sani.
" Sayang ... bangun nak, bangun .... " bunda dan ayah terus berusaha menyadarkan Sani.
" Kita harus segera bawa ke Rumah Sakit bun." ucap Ayah.
Tanpa berpikir panjang lagi, bunda dan ayah pun bergegas membawa Sani ke Rumah Sakit terdekat.
Bersambung....
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hhmm ... kira-kira, apa yang sebenar nya terjadi pada Sani ya ????
__ADS_1
Yuk kita simak, di part selanjut nya yaaa :)