Cinta Tapi Beda

Cinta Tapi Beda
Episode dua


__ADS_3

 


Masa liburanku kini tinggal 2 hari lagi. Itu artinya aku akan segera kembali ke kosant dan kuliah seperti biasa. Cukup menyenangkan rupanya liburan di rumah tante, karena selama liburan aku sering membantu tante di kebun jagung milik nya. Meskipun aku tidak tau caranya menanam jagung, tapi setidak nya aku banyak belajar dari tante.


 


Sejak pertemuanku dengan Rendi di acara arisan beberapa hari lalu, aku tidak lagi bertemu dengan nya. Pertemuan pertamaku dengan Rendi pun saat itu hanyalah kebetulan saja. Aku pun sudah lupa mungkin juga dengan Rendi. Bahkan saat bertemu waktu itu pun kami tidak saling bertegur sapa, hanya sebatas senyuman saja karena waktu itu Rendi membantuku dan tante.


Siang itu matahari begitu terik, hanya topi anyaman dari bambu lah yang menutupi kepalaku, jam ditangan menunjukkan pukul 12 siang. Itu artinya aku,tante dan om akan segera pulang kerumah untuk sholat dzuhur.


" Ayo pulang " ajak Om Hengki sambil memasukkan beberapa jagung yang tadi kami petik kedalam karung.


"Ayo San" timpal tante ku.


Kemudian kami bertiga pun berjalan diantara hamparan tanaman jagung yang begitu luas. Sepanjang mata memandang, hanyalah tanaman jagung yang kulihat entah berapa hektar luas nya.

__ADS_1


" Ini semua punya tante?" tanyaku .


Mendengar pertanyaanku Om Hengki dan tante malah tertawa. Aku terheran-heran melihat keduanya kompak menertawai pertanyaanku.


" Kaya banget kalau semua ini punya tante " jawab tante disertai dengan tawa.


" Bukan " jawab Om Hengki menimpali. Melihat ekspresi wajah keduanya, aku pun ikut terkekeh.


Setelah menempuh perjalanan sekitar 15 menit karena kami bertiga berjalan kaki. Kami bertiga pun tiba dirumah dan menuju halaman belakang. Disana kutemui kucing peliharaan tante sedang bersantai-santai menikmati hembusan angin yang sepoi-sepoi. Maklumlah sejak menikah 3 tahun yang lalu,sampai saat ini Om dan tanteku belum juga di karuniai anak. Untuk mengusir rasa sepi nya, mereka pun memelihara kucing, dulu jumlah nya ada 3 ekor tapi sekarang tinggal seekor saja. Dikarenakan yang satu sudah mati dan satu nya lagi hilang tidak kembali.


" Nanti malam bakar jagung " ucap Om Hengki meletakkan karung berisi jagung tersebut di teras belakang, tepat nya di samping kursi panjang yg terbuat dari anyaman rotan.


" Gep, udah makan belum kamu " Ujar tanteku kepada kucing peliharaan nya, si Gepi. Yang di tanyai pun hanya diam seraya mengibas-ibas ekor nya yang panjang.


" Huh si Gepi ini malesan banget " timpal Om Hengki.

__ADS_1


" Enggak papa ya Gep, penting mau jaga rumah" ujar tante membela.


Aku pun turut hanyut dengan suasana rumah tante yang begitu damai. Lalu kamipun mencuci tangan di kran belakang, sebelum akhir nya masuk kedalam rumah kemudian mandi dan melaksanakan sholat dzuhur.


Aktifitas hari ini cukup membuatku lelah. Maklumlah aku tidak biasa bertani,jadi pekerjaan seperti ini sangat menguras tenaga bagiku. Padahal di kebun tadi aku hanya membantu memetik jagung yang sudah tua. Setelah sholat dzuhur dan makan siang, aku pun beristirahat di kamar sambil meluruskan badan, penat sekali rasanya. Kuambil hpku di atas meja dekat tempat tidur.


" Istirahat San, Nanti malam kan mau bakar jagung " ucap tante dari luar kamar.


" Iya tan "


Aku pun masih asik memainkan hp yang ada di tanganku. Kemudian aku membuka facebookku yang memang sudah lama sekali tidak kubuka. Saat masuk ke halaman pertama facebook, aku tertuju pada sebuah nama yang meminta pertemanan padaku. Akun tersebut bernama Rendi Lukas dengan foto profil seorang laki-laki duduk disebuah kursi. Entah kenapa aku sangat penasaran dengan akun tersebut. Sebelum aku mengkonfirmasi pertemanan nya, aku sempat melihat-lihat wall akun facebook itu. Setelah ku dapati, wajah dari foto profil itu sangat tidak asing bagiku. Beberapa saat aku baru ingat, Inikan Cowok yang waktu itu dirumah tante, gumamku dalam hati. Kemudian aku mengeluarkan jurus stalking sampai ke akar-akar nya, dasar aku yg sudah sangat penasaran. Dan ternyata tidak salah lagi, cowok ini yang waktu itu dirumah tante dan dia pun turut membantuku kala itu. Lalu aku mengkonfirmasi pertemanan nya, beberapa saat aku sudah mulai bosan berselancar di media sosial, jadi ku putuskan saja untuk istirahat dan tidur siang.


Jam di dinding kamar menunjukkan pukul setengah dua siang, dan aku mencoba memejamkan mataku meskipun udara nya begitu panas siang ini. Walaupun begitu, aku yang sudah lelah dengan aktifitasku hari ini dapat tertidur juga dengan lelap.


Bersambung....

__ADS_1


Nantikan cerita selanjutnya di Episode Tiga.


Terimakasih untuk teman-teman yang sudah membaca. Jangan lupa tinggalkan Komentar,Like dan Favorit untuk notifikasi selanjutnya, eeittsss jangan lupa vote nya juga ya 😊


__ADS_2