Cinta Tapi Beda

Cinta Tapi Beda
Episode Empat


__ADS_3

Setelah kami berdua berputar-putar tak tentu arah menggunakan sepeda motor, akhirnya Rendi berhenti disebuah tempat makan, aku yang sedari tadi terus membuntutinya pun merasa kesal.


" Muter-muter gak jelas!" umpatku sambil melepaskan helm yang menempel di kepalaku, Rendi tertawa kecil.


" Ya maap "


" Mau ngapain sih, udah sore tau " kataku lagi sambil melirik jam ditangan.


" Ya gak papa, Yuk " katanya seraya melangkah masuk kedalam tempat makan tersebut. Meskipun masih kesal aku tetap mengikutinya dari belakang. Kami berdua memilih tempat duduk tepat dibawah kipas angin dengan posisi duduk berhadapan.


" Mau makan apa?" tanya Rendi sambil melihat menu makanan.


" Aku gak laper " jawabku sekenanya.


" Emang kapan makan nya?"


" Tadi siang "


" Loh ini kan udah sore, Berarti belum makan " katanya tersenyum. Huh mentang-mentang senyumnya manis pamer terus, umpatku dalam hati.


" Ayo mau makan apa?" tanya nya lagi.


" Yaudah ikut kamu aja " jawabku sambil memainkan kunci motor.


" Mba nasi bakar 2, gurame asam manis 2 sama es jeruk nya 2 ya " ucap Rendi kepada pelayan.


Selama menunggu pesanan datang, kami berdua masih diam saja. Bahkan aku dan Rendi sibuk dengan hp masing-masing. Tapi kemudian..


" Kok pulang nya sore banget " tanya Rendi lalu meletakkan hp nya di atas meja.


" Iya, pergantian jam "


Rendi mengangguk-angguk.


" Oh ya, ada apa? Katanya mau ngomong sesuatu?" ucapku mulai kearah topik tujuan.


" Eh gini, Kan temen-temen ku mau ngadain acara main ke pantai, Kamu bisa ikut gak?"


Aku diam sejenak. Mulai ku cerna ucapan Rendi. Hah Rendi? Ngajakin aku pergi ke pantai bareng temen-temen nya? Gak salah ni??

__ADS_1


" Heh San, kok malah diem sih "


Sontak saja aku terkejut " Ehh iya, Kapan?"


" Rencana nya minggu ini, Bisa kan?"


" Duh maaf ya Ren, kayak nya aku gak bisa deh "


" Yahh " pungkasnya dengan nada kecewa " Kenapa?" imbuhnya.


" Aku ada tugas Ren, mau nyelesaiin laporan penelitianku di BMT minggu kemarin" jawabku. Maklumlah aku kan mahasiswi Ekonomi, jadi ya beginilah tugas kuliahku,menguras tenaga dan pikiran.


" Jadi gak bisa ni? " tanya Rendi memastikan.


" Maaf ya, lain kali aja "


" Iya deh " jawab Rendi terdengar kecewa.


Kami pun menghentikan obrolan kami, karena makanan yang tadi kami pesan sudah tiba diatas meja dan siap untuk di santap. Sekitar satu jam lebih kami bertemu,akhirnya kami berpisah dan Rendi lah yang membayar makanan tadi.


Untuk pertemuan kali ini, cukup memberikan kesan meskipun keadaan wajah dan penampilanku sudah benar-benar tidak enak dilihat, tapi nyatanya Rendi masih tetap saja memandangi wajahku. Ah jadi malu.


***


Hp ku sejak tadi terus berbunyi. Ita yang sekamar denganku pun seperti nya sudah tidak tahan dengan suara hpku yang terus berdering, sangat bising.


" Saniiii, Ini lo hp mu bunyi terus " teriak Ita.


" Iya, Iya, Bentar lagi selesai" jawabku dari dalam kamar mandi.


" Mandi lama amat " kata Ita setelah aku keluar dari kamar mandi. Aku menyengir kuda.


" Siapa yang nelfon?"


" Gak tau siapa,dari tadi bunyi terus "


Lalu kuambil hp ku dari atas buku. Setelahku lihat ada tujuh panggilan tidak terjawab dari nomor yang sama, ya! Rendi. Wah ada apa ini si Rendi tumben amat, batinku girang. Jujur saja, sejak kami sering bertemu dan Rendi pun begitu baik padaku, aku mulai menyimpan rasa padanya,meski tak pernah kuperlihatkan. Gengsi dong! Hehe.


Aku mengirim pesan kepada Rendi melalui whatsapp.

__ADS_1


[ Ada apa Ren? Maaf tadi gak tau] tulisku. Namun aku tak terus terang padanya kalau aku tadi sedang mandi, bisa-bisa Rendi meledekku karena mandi selepas magrib.


Beberapa saat kemudian whatsapp yang kukirim tadi centang biru dan Rendi sedang mengetik.


" Keluar yuk malam ini?" balasnya.


Mataku terbelalak sebesar jengkol ketika membaca balasan whatsapp dari Rendi. Padahal ini bukan pertama kali nya Rendi mengajakku pergi, tapi sudah yang ke tiga kalinya. Ita terheran melihat ekspresi wajahku.


" Kenapa?" tanya Ita penasaran.


" Rendi ngajakin keluar "


" Yaudah sana siap-siap, kok malah melotot" ujar Ita


"Aku terima nih ajakan nya?"


" Ya terserah kamu, Eh kamu sama Rendi tu ada apa sih?"


" Gak ada papa, cuma temen" kataku sambil mengetik pesan balasan untuk Rendi.


" Yakin? Akrab banget keliatan nya"


Ita memang sudah tau banyak tentang ku dengan Rendi, karena dialah teman yg selalu ku mintai pendapatnya. Meskipun aku tau dia sebenarnya bosan dengan ceritaku yang hanya itu-itu saja.


" Hehe gak taulah Ta, jalani aja, Temenan lebih enak kan?" jawabku sambil memilih baju dari dalam lemari.


" Iya sih, Tapi kamu dan Rendi tu udah dekettttt banget "


" Apasih kamu "


Sesaat aku sudah siap dengan penampilanku dan sebentar lagi Rendi akan datang menjemputku. Hah! malam ini terasa indah karena aku bisa bertemu dengan Rendi lagi. Meskipun jika di hadapan nya aku bersikap cuek bahkan terkadang dingin padanya, tapi dibalik itu semua aku memendam rasa. Rendiiii andai engkau tau,batinku.


Jam di tanganku sudah menunjukkan pukul 7 malam lebih sedikit. Aku masih dengan sabar menunggu Rendi yang belum juga tiba. Beberapa saat hp ku kembali bunyi.


[ Aku udah di depan gerbang.] isi whatsapp itu yang tak lain dari Rendi.


Aku segera bergegas melangkah menuju gerbang depan kosant ku. Jantungku rasanya berdegup lebih kencang,padahal ini bukan pertama kalinya aku berkencan dengan Rendi.


Bersambung....

__ADS_1


Nantikan cerita selanjutnya di Episode Lima.


Terimakasih untuk teman-teman yang sudah membaca. Jangan lupa tinggalkan Komentar,Like dan Favorit untuk notifikasi selanjutnya, eeittsss jangan lupa vote nya juga ya 😊


__ADS_2