
Sudah 10 menit berlalu sejak aku membaca pesan whatsapp dari Rendi, namun belum juga aku balas. Aku bingung harus membalas apa dan memulai dari mana.
" Sani? Udah tidur ya? Kok cuma di baca doang?" Rendi kembali mengirim pesan.
" Eh belum kok."
" Kamu marah ya, kamu enggak suka ya sama omonganku tadi?"
Wah, aku jadi bingung ini harus bagaimana. Aku juga tidak ingin Rendi salah sangka karena whatsapp nya tak kunjung ku balas.
" Aku bingung Ren." balasku
" Bingung kenapa San? Kalau kamu gk suka ya enggak papa kok, aku enggak maksa."
" Bukan gitu Ren."
" Terus apa?"
" Aku bingung mau ngomong apa dan harus bagaimana."
" Kenapa harus bingung. Kamu tinggal ungkapin isi hati kamu, kalaupun kamu enggak suka juga aku enggak papa kok."
" Iya Ren." balasku singkat karena aku benar-benar diliputi rasa kebingungan.
" Iya apa San?"
__ADS_1
Aku masih ragu untuk mengatakan " Iya Ren aku juga suka sama kamu" sampai beberapa kali kalimat itu aku tulis kemudian ku hapus lagi terus saja begitu hingga berkali-kali. Sampai akhirnya Rendi mengirim whatsapp lagi.
" Apa sebenar nya kamu itu udah punya pacar San?"
* Degg..
Kok Rendi malah berpikiran demikian,batinku. Beberapa saat aku mulai memantabkan hati dan mengumpulkan segenap keberanian ku untuk mengatakan 'Iya' padanya. Aku mulai menekan keyboard whatsapp dan menulis..
" Iya Ren, sebenarnya aku agak malu sih. Tapi aku juga suka kok sama kamu." kutekan tombol kirim. *plongg
Lega sekali rasanya sudah mengatakan hal yang sebenarnya pada Rendi, meskipun masih ada rasa malu yang meliputi diriku.
Dua menit berlalu pesan yang aku kirim pada Rendi belum juga bercentang biru, aku semakin was-was menunggu balasan darinya.
Beberapa saat kemudian
" Iyalah serius." jawabku
" Jadi kita sekarang pacaran?"
" Menurut mu?" aku malah balik bertanya.
" Kalau menurutku mulai malam ini kita udah resmi pacaran." balas Rendi dengan emotikon senyum.
Malam ini puncak kebahagiaanku terasa begitu sempurna. Tapi aku masih merasa seperti mimpi jika aku dan Rendi sekarang sudah resmi berpacaran. Ah Rendi ku sayang.
__ADS_1
" Hehe iya."
" Aku bersyukur, Ya udah sekarang kamu tidur udah malem." ujar Rendi padaku.
" Iya kamu juga."
" Oke, selamat tidur sayang." balas Rendi membuatku berbunga-bunga.
Hah malam ini aku bisa tidur sangat nyenyak dengan perasaan bahagia tiada tara.
***
Hari-hari terus berlalu. Hubungan ku dan Rendi sudah memasuki bulan ke 6. Selama ini hubungan kami berjalan dengan baik,meskipun kadang diselingi dengan pertengkaran kecil, tapi itu menurutku wajar dalam setiap hubungan.
Namun semakin aku mengenal Rendi, aku semakin menangkap hal yg berbeda darinya, aku mulai mencurigai sesuatu. Bukan curiga dengan Rendi karena dia punya gadis lain atau hal semacam nya. Namun ini lebih menjurus keurusan pribadi yang sebenarnya tak perlu aku campuri. Tapi selama aku berpacaran dengan nya, aku semakin merasa aneh saja.
Misal nya saja setiap hari minggu. Setiap hari minggu pagi hingga siang Rendi tidak pernah mengabariku. Dia akan menghubungi sekitar pukul 2 siang dan itu selalu terjadi pada hari minggu. Seperti hal nya lagi setiap hari jum'at aku selalu menyuruhnya untuk pergi ke masjid, untuk menjalankan ibadah sholat jum'at seperti kaum pria pada umumnya. Tapi Rendi selalu berkelit, dia selalu saja ada alasan untuk menolak perintahku. Sekali dua kali aku masih bisa menerima setiap alasan yang dia berikan,tapi seiring berjalan nya waktu aku semakin merasa aneh dan curiga.
Bahkan aku sempat berpikir jika ternyata selama ini Rendi bukanlah orang muslim. Tapi sesegera mungkin ku tepis pikiran anehku ini.
Beberapa waktu lalu tepatnya di hari minggu, teman sekelasku pernah tidak sengaja melihat Rendi keluar dari sebuah tempat peribadatan umat nasrani. Tapi dia tidak begitu yakin jika itu Rendi, namun dari gelagat dan postur tubuh nya itu memang benar Rendi. Saat aku mendengar cerita dari temanku itu, awalnya aku tidak percaya. Aku berpikir mungkin saja temanku ini salah melihat, atau bisa jadi orang yang ia lihat adalah orang yg hanya mirip dengan Rendi.
Sebenarnya aku ingin bertanya langsung pada Rendi, tapi aku rasa itu kurang sopan. Ah aku jadi bingung sekarang.
Bersambung....
__ADS_1
Nantikan cerita selanjutnya di Episode Delapan.
Terimakasih untuk teman-teman yang sudah membaca. Jangan lupa tinggalkan Komentar,Like dan Favorit untuk notifikasi selanjutnya, eeittsss jangan lupa vote nya juga ya 😊