Cinta Yang Akhirnya Terungkap

Cinta Yang Akhirnya Terungkap
Awal mula


__ADS_3

Jika ada yang bilang persahabatan antara dua orang lawan jenis tanpa ada rasa sedikitpun diantara mereka itu bohong.


Karena aku salah satunya.


Aku Davika Maharani siswi salah satu SMA favorit di kotaku. Pertama masuk kelas hanya mengenal satu sahabatku sejak kecil bernama Kania Putri, semua berjalan lancar hari demi hari aku semakin akrab dan punya banyak teman baru. Tapi ada satu laki laki yang bernama Arvi Akbar cukup menggetarkan hatiku pertama kali saat pelajaran Kesenian dia menyanyikan 1 lagu yang berjudul Pergi Untuk Kembali karna dia mencuri pandang menatapku sambil tersenyum.


"Suaramu bagus" sambil mengangkat jempolku saat dia selesai bernyanyi dan duduk disebrangku.


"Iya dong" dia tersenyum mengedipkan matanya.


Hari berganti hari minggu berganti minggu dan bulan berganti bulan tak terasa sekarang sebentar lagi akan tiba hari kelulusan SMA. Aku semakin dekat dengannya, dia selalu menceritakan pacar pacarnya yang selalu berganti ganti hanya supaya ga dibilang jomblo oleh genk nya sungguh klise. Jika ditanya apa tidak ada yang kamu suka benar benar dia jawab tidak aku hanya memberi kesempatan mereka yang menyatakan cinta padaku. Oh sungguh keterlaluan memang dia, tapi siapa yang tidak mau dengannya yang berparas tampan,tinggi, dan pintar.


Lalu kenapa aku tidak berpacaran dengannya??


Karena aku masih ingat, pada hari itu saat aku dan Kania sedang duduk santai sambil mengerjakan tugas di rumahku.....


"Vik, menurutmu gimana kalau cewe nyatain perasaan duluan ke cowo?" tanya Kania.


"What??????jangan bilang kamu lagi suka sama cowo?siapa ko ga pernah cerita??apa aku mengenalnya??" seketika kaget dan menghentikan tanganku yanh sedang menulis.


"Emmmm....kamu sangat mengenalnya dan aku lihat dia cukup dekat denganmu selalu mengajakmu berbincang dan"


Aku memotong ucapannya "wait wait jangan bilang kamu suka sama Arvi????"


Dia merona malu malu dan menganggukan kepalanya "Hmmm kamu benar"

__ADS_1


"Ya Tuhan bagaimana bisa kami menyukai laki laki yang sama" pekikku dalam hati.


"Vik...Vika....woooy ko malah bengong sih" teriaknya


"iya iya maaf aku kaget aja" sambil menghembuskan nafas pelan.


"Vik, apa kamu menyukainya juga??secara kalian terlihat akrab." tanyanya sambil menundukan kepala nya


"Kami memang dekat, dia selalu bercerita tentang pacar pacar nya. Dia sudah menganggapku sahabatnya."dan mana mungkin aku menjadi pacarnya lanjutku dalam hati.


"Menurutmu bagaimana dia?" kembali menatapku dengan sumringah


"Dia baik walaupun berganti ganti pacar tapi dia bukan lelaki brengsek yang akan melewati batasnya, jika kamu menyukainya berusalah karna aku pun tidak tau tipe perempuan seperti apa yang akan membuatnya jatuh cinta. Selama ini dia hanya untuk bersenang senang saja dan tidak benar benar mencintai pacar pacarnya. Apa kamu siap?" jelasku panjang lebar karena jauh dalam hatiku tak rela jika sahabatku ini nanti sakit hati karena seorang Arvi Akbar.


"Ih kamu nih, well jadi sekarang mau nyatain cinta?? Dia sekarang lagi ga punya pacar seminggu yang lalu baru putus." tanyaku menghentikan tawanya.


Menganggukan kepala "Iya besok aku akan coba bicara dengannya, kamu doain aku ya."


"Aku selalu doakan yang terbaik untukmu."


Pov Arvi On


Keesokan harinya sepulang sekolah seperti biasa aku berjalan keparkiran motor sembari menengkok kanan kiri mencari Davika tapi tak kutemukan batang hidungnya setelah jam terakhir dia langsung menghilang dari kelas tak seperti biasanya padahal kami selalu berjalan bersama sama dengan sahabatnya juga yang bernama Kania.


"Ar..Ar..Ar..." aku melihat ke belakang karena mendengar ada yang memanggilku.

__ADS_1


"Eh Kania, mana Vika??" tanyaku setelah dia berhasil mensejajarkan langkahnya.


"Vika tadi ada urusan keluarga katanya makanya buru buru pulang"


"Oh gitu kirain kemana tumben tuh anak ngilang ga bilang bilang"


Dia mencekal tanganku "Ada yang mau aku bicarain, bisa kita mampir dulu ke Cafe depan Sekolah sekarang?"


"Boleh..Aku juga laper nih kita sambil makan" berjalan kembali sampai akhirnya kami sampai di Cafe dan duduk..


Duduk berdua saling berhadapan lalu memesan makanan dan minuman. Sejenak aku melihat ponsel ku dan mengabari Davika bahwa aku sedang bersama sahabatnya serta menyanyakan kenapa pergi tanpa pamit.


"Ar.. ada yang ingin kusampaikan,,mmmm aku menyukaimu maukah kamu menjadi pacarku??"


Seketika membuatku mengalihkan pandangan dari ponsel dan menatapnya. Bingung..itulah yang kurasakan. Bagaimana bisa dia suka padaku selama ini aku tak pernah memberinya perhatian atau tebar pesona padanya.


"Kania.....Aku berterima kasih kamu jujur padaku, tapi maaf aku tak bisa membalas perasaanmu dan tak bisa menjadi pacarmu." dengan hati hati aku menjawabnya.


Matanya berkaca kaca "Kenapa?? Aku tidak kalah cantik dan seksi seperti pacar pacarmu dahulu?"


"Kamu memang cantik dan menarik, tapi maaf aku tak bisa menerimamu. Kamu pasti tau cerita cerita aku dari sahabatmu, aku tak pernah benar benar mencintai mereka. Dan karena kamu sahabatnya Davika aku tidak mau sampai nanti kamu merasa sakit hati olehku. Jika itu terjadi pasti Davika akan marah dan menjauhiku karena menyakiti sahabat tersayangnya"


"Kenapa kamu tidak mau Vika marah dan menjauh apa kamu mencintainya???" tanya nya begitu jelas


"Aku........

__ADS_1


__ADS_2