Cinta Yang Akhirnya Terungkap

Cinta Yang Akhirnya Terungkap
Duka Davika


__ADS_3

Langkah kaki mereka pun berhenti tepat di depan pintu Unit Gawat Darurat dimana Kania berada sedang menangis di pelukan suaminya.


"Assalamualaikum, Kania. Ada apa kenapa menangis?" tanya Davika.


Kania pun replek melepas pelukan Randy lalu menoleh kepada Davika yang datang bersama Arvi secara bergantian. Dia bingung ingin berbicara apa, ingatan ia berputar ke beberapa waktu yang lalu.


Flashback On


Kania sedang berada di rumahnya menemani anak nya yang sedang bermain dengan asisten rumah tangga nya Bi Ati. Suami nya tak ada sedang bekerja. Kegiatan dia setiap hari nya begini setelah sarapan dan suaminya bekerja akan menemani anaknya.


Sedang asik bertiga bermain, lalu bunyi telepon rumahnya terdengar. Bi Ati pun berdiri, berjalan dan mengangkat telepon itu.


Kringgg ...Kringggg...


"Assalamualaikum." ucap Bi Ati.


"Waalaikumsalam, bi ini saya, ibu ada ga?" kata seseorang di sebrang telepon sana.


Bi Ati mengenal suara ini "Ini bapak? Ibu ada sebentar saya panggilkan pak."


"Iya bi."

__ADS_1


Kania pun mendekat setelah tadi Bi Ati menghampirinya dan mengatakan bahwa yang menelepon suaminya.


"Assalamualaikum Mas, ada apa?"


"Waalaikumsalam sayang, Mas tadi menelepon ke ponselmu tapi tak diangkat. Sayang kamu ke rumah sakit ya sekarang, sama hubungi sahabatmu juga Davika suruh ia ke rumah sakit juga." ucap Randy panjang lebar pada sang istri.


"Maaf Mas ponselku di kamar sedang di charge, aku di ruang tv main sama Rafael dan Bi Ati. Ada apa Mas tumben menyuruhku ke rumah sakit dengan Davika?"


"Tak apa sayang, nanti kuberitahu setelah sampai disini sayang."


"Ada apa Mas ayo katakan dahulu jangan membuatku khawatir, apa terjadi sesuatu denganmu?" ucap Kania yang tiba tiba menjadi khawatir pada suaminya.


"Mas tidak apa apa sayang, ok Mas katakan kenapa menyuruhmu kesini bersama Davika. Tapi sayang harus kuat ya mendengarnya dan ingat segera hubungi sahabatmu!!?"


"Tadi selesai visit pasien ke ruangan ruangan, Mas ingin bertemu ada perlu dengan Adit kebetulan dia sedang jadi Dokter Jaga di Unit Gawat Darurat. Saat Mas sampai Unit Gawat Darurat bersamaan dengan datangnya 3 orang korban kecelakaan, dua orang diantaranya Mas merasa kenal, Mas mendekat untuk memastikan ternyata dugaan Mas benar mengenali mereka. Mereka adalah orangtua Davika." Randy menghentikan ucapannya ingin mendengar terlebih dahulu respon istrinya.


"Innalillahi Mas, lalu sekarang bagaimana keadaan om dan tante?"


"Sayang kuatkan hatimu, ibunya Davika meninggal saat baru tiba di Unit Gawat Darurat. Bapaknya saat ini sedang diberi pertolongan oleh Adit."


Seketika Kania menangis tersedu, meluruh duduk dilantai tubuhnya terasa lemas. Sepersekian menit ia pun menyadarkan dirinya ia harus kuat masih ada yang harus ia lakukan. Kania berdiri pelan dan mengambil gagang telepon yang tadi terlepas, suaminya masih berada di sebrang sana menunggu istrinya. Randy tau pasti istrinya itu shock mendengar berita ini.

__ADS_1


"Mas?" terdengar kembali oleh Randy suara sang istri disertai isakan.


"Iya sayang, kuatkan dan tabahkan hatimu. Sekarang hubungi sahabatmu ya, Mas akan bantu urus segala Administrasi disini. Mas tunggu disini ya, kamu jangan bawa mobil sendiri. Mas sudah pesankan taksi barusan mungkin sebentar lagi sampai." ucap Randy, ditengah kekalutan yang melanda sewaktu istrinya tadi tak bersuara ia sempat membuka aplikasi transportasi online dan memesankan taksi untuk istrinya.


"Iya Mas." disimpan gagang teleponnya. Dia pergi berlari ke kamar, Bi Ati yang melihat majikannya menangis tak jadi mendekat karena tadi saat ia mencoba untuk melangkah mendekat majikannya memberi isyarat agar tetap ditempatnya menemani Rafael yang sedang asik bermain.


Di dalam kamar Kania terduduk di samping ranjangnya ia menangis tergugu, hingga akhirnya ia merasa sedikit lebih baik. Diambil ponselnya yang sedang di charge, terlihat beberapa panggilan tak terjawab dari suaminya tadi Randy bilang sempat menghubungi ponselnya. Lalu ia menekan kontak sahabatnya itu, ia hanya akan memberi tahu Davika untuk ke rumah sakit tanpa mengatakan alasannya karena ia takut terjadi apa apa nanti di jalan pada sahabatnya itu.


Selesai menghubungi sahabatnya, dia pun keluar dari kamar mendekati Bi Ati dan Rafael. Mengatakan pada Bi Ati bahwa ia akan ke rumah sakit karena orangtua Davika kecelakaan. Lalu tak lama taksi yang di pesan suaminya tiba , Kania pun pergi.


Setibanya di rumah sakit tempat sang suami bekerja, Kania berjalan menuju Unit Gawat Darurat terlihat di depan sana ada suaminya sedang duduk di kursi tunggu.


"Mas" panggil Kania seraya berlari saat jarak mereka sudah dekat.


Randy pun berdiri menyambut Kania, memeluknya memberi kekuatan. Dia tau istrinya itu pasti sangat sedih, orangtua Davika sudah seperti orangtua sendiri bagi istrinya itu.


"Sabar sayang, kamu harus lebih kuat demi Davika." ucap Randy sambil mengusap usap kepala serta punggung Kania.


Flashback off..


"Kania ada apa? Siapa yang masuk Unit Gawat Darurat?" Davika bisa memahami situasi ini, pasti ada sesuatu terjadi. Sedari tadi sahabatnya itu masih diam belum menjawab pertanyaannya.

__ADS_1


**********


Apa yang terjadi selanjutnya???????


__ADS_2