Cinta Yang Akhirnya Terungkap

Cinta Yang Akhirnya Terungkap
Dulu sekarang dan selamanya


__ADS_3

Selesai menunaikan ibadah shalat magrib, Davika dan Arvi turun ke bawah untuk makan malam, Davika terlebih dahulu ke kamar papa nya memanggil beliau untuk makan malam lalu bersama sama berjalan ke ruang makan. Menyantap makan malam dengan perasaan yang berbeda karna untuk pertama kali nya Davika dan papa makan tanpa mama disana dan untuk pertama kalinya Arvi bergabung disana dengan status baru sebagai suaminya.


Davika dan Arvi pamit pada papa usai makan malam. Arvi mengendarai mobil dengan kecepatan sedang menuju villa nya tadi sebelum berangkat dia sudah menghubungi pekerja nya menanyakan apakah permintaannya sudah selesai dilaksanakan atau belum, dan syukurlah persiapannya sudah rampung hanya tinggal menunggu kedatangan mereka.


Di mobil Arvi sengaja menyuruh Davika untuk tidur selama perjalanan, Davika yang memang belum mengantuk akhirnya tidur sampai tempat tujuan mereka. Arvi membangunkan Davika saat mobil sudah terparkir sempurna di pekarangan villa.


"Vika.... bangun kita sudah sampai." ucap Arvi pelan sambil mengusap punggung tangan Davika.


"Heeeeemmmm...kita dimana mas??" ucap Davika menggeliat pelan.


"Kita sudah sampai di villa, ayo turun."


"Villa siapa mas? kok kesini bukannya mau ke tempat saudara mas?" tanya Davika.

__ADS_1


"Villa ku, maaf yaa.. Ayo turun dulu nanti aku jelaskan."


Davika dan Arvi pun turun dari mobil Arvi menggandeng tangan Davika menuju pintu, penjaga villa nya sudah dia minta pulang ketika dia datang barusan tak lupa mengucapkan terima kasih serta memberinya bonus.


Pertama kali membuka pintu di suguhkan dengan pencahayaan lampu kecil kecil menempel di dinding yang tampak sengaja dibuat redup namun masih tampak jelas untuk melihat sekitar memberi kesan romantis. Tampak lampu hias kecil yang melintang di dinding disana tergantung foto foto, Davika mendekat untuk melihat dengan jelas siapa dalam foto itu.


Davika tercengang kaget foto foto yang menggantung itu adalah gambar dirinya semasa masih SMA diambil dari berbagai angel namun semua foto itu sepertinya di ambil diam diam tanpa di sadarinya.


"Ini.....????" tanya Davika tergagap sambil menunjuk foto foto itu.


"Tapi kenapa?"


"Sini biar tau jawabannya, tapi tutup matanya ya." ajak Arvi menutup mata Davika dengan kedua tangannya dan membimbing langkah Davika menuju bagian samping villa yang berada kolam renang disana.

__ADS_1


Membuka pintu kaca penghubung antara ruangan dalam dan kolam renang. Lalu membuka kedua tangannya yang menutup mata Davika.


Davika mengerjapkan kedua matanya dan memfokuskan penglihatannya,lalu ia menutup mulutnya dengan tangannya. Bagaikan mimpi yang menjadi nyata yang saat ini di lihatnya. Kolam renang itu saat ini di penuhi kelopak bunga berwarna merah dan di bagian tengahnya ada kelopak bunga yang berbeda berbentuk I ❤ U, sekeliling kolam renangnya dihias dengan lilin semua terlihat sangat romantis, udara sejuk nan dingin kota Lembang menambah ke romantisan malam itu.


"Davika???" panggil Arvi dibelakangnya yang sudah menggengam buket bunga yang cantik.


"Ii..iiya." jawab Davika membalikan tubuhnya, dibuat kaget kembali oleh suaminya."


"Davika Maharani istriku, malam ini aku ingin membuat pengakuan kepadamu. Sedari awal kita bertemu, entah kenapa aku merasa ada yang berbeda tapi karena saat itu aku masihlah seorang remaja ingusan yang merasa senang hati digandrungi banyak perempuan sehingga aku tak menyadari rasa berbeda itu. Aku merasa nyaman setiap kali berdekatan denganmu dan bercerita denganmu, aku senang memandangmu dengan berbagai ekspresimu, senyummu maupun kesalmu. Hingga saat kita akan berpisah karena aku pindah ke Jakarta disitulah hatiku menyadari rasa berbeda selama ini yang tak pernah aku rasakan pada perempuan manapun, rasa itu adalah rasa cinta, rasa sayang, rasa ingin memiliki. Aku sempat goyah dan ingin menetap di Bandung, aku sempat ingin menyatakan semua rasa itu padamu waktu itu, tapi aku pikirkan lagi. Aku urungkan semua pikiran itu, aku memilih pergi ke Jakarta fokus pada kuliah serta belajar ikut mengelola perusahaan bersama Bang Arkan. Selain fokus pada kedua hal itu, aku pun menyiapkan diriku agar pantas untuk mu. Karena niat aku pergi untuk kembali datang meminangmu, memilikimu selamanya, dan mengikatmu dengan pernikahan. Aku selalu berdoa dan meminta pada Allah semoga kamu menjadi jodohku. Hingga aku memutuskan datang ke Bandung bertemu denganmu, saat kita bertemu di cafe sebelum musibah menimpa mama papa, saat itu aku berniat menyatakan cinta dan melamarmu. Namun sebelum menyampaikan niatku, kamu terlebih dahulu berkata akan menikah, ingat aku memecahkan gelas?? Karena aku benar benar kaget dan tak siap, tapi ketika aku pulang dengan tak tahu dirinya aku masih meminta merayu pada Allah agar menjadikan kamu jodohku. Maka saat papa meminta aku menikahimu aku langsung bersedia, aku bersyukur Allah mendengar doa ku di detik detik terakhir keputus asaanku." ucap Arvi panjang lebar menyatakan perasaannya.


Arvi berlutut menjadikan satu kaki sebagai tumpuannya "Davika Maharani aku mencintaimu dulu, sekarang dan selamanya. Maukah kamu menjalani sisa hidupmu bersamaku selama nya? Menjadi istri dikala suka maupun duka?? Menjadi ibu untuk anak anak kita nanti?" ucap Arvi sambil memberikan buket bunga yang dia pegang.


********

__ADS_1


Happy fasting everyone 😉


Jangan lupa favorite, comment, like dan vote ya wahai para readerss!!!!!!!!❤❤❤


__ADS_2