Cinta Yang Akhirnya Terungkap

Cinta Yang Akhirnya Terungkap
Meet with bestie


__ADS_3

Di sepertiga malam Davika bangun melaksanakan shalat malam serta istikharah serta memohon petunjuk pilihan mana yang harus dia putuskan. Lalu kembali tertidur menikmati sisa malam yang masih terasa dingin.


Sayup sayup terdengar suara kumandang adzan shubuh. Membuat Davika terjaga dari tidurnya. Entahlah dia bermimpi apa di sisa tidurnya yang singkat itu, tapi ada sesuatu yang menggetarkan hatinya.


Segera beranjak dari kasur dan membuka lemari pakaiannya mencari hijab diantara tumpukan pakaiannya lalu membawanya kemeja rias dan memakainya. Ada ketenangan yang menyusup dalam hatinya, memang sudah beberapa bulan yang lalu dia berniat untuk berhijab seperti Mama nya tapi tekad itu belum bulat. Dia ingin berhijab karna hatinya menginginkan bukan hanya karna sekedar kewajiban atau fashion saja. Orangtuanya selama ini tidak pernah menyuruhnya harus seperti ini atau seperti itu, mereka membebaskan anaknya menentukan fashionnya selama pakaian yang dipakai masih wajar dan sopan.


Dan mulai hari ini dia berniat ingin menutup indah rambutnya. Beruntungnya dia selama ini walau tak memakai hijab tapi pakaian yg ada di lemarinya cukup mendukung untuk tetap ia kenakan karna selama ini memang dia selalu memakai pakaian yg cukup sopan dan tertutup tinggal di mix and match saja supaya cocok dengan hijab yang akan digunakan.


Setelah itu dia segera pergi ke kamar mandi untuk mengambil wudhu dan bersiap shalat. Selesai urusannya dengan sang Pencipta, Davika turun ke bawah untuk membantu Bi Susi asisten rumah tangga yang telah bekerja bersama orangtuanya selama 20 tahun.


Jika ada di rumah Davika selalu menyempatkan waktu ke dapur untuk belajar sedikit demi sedikit agar jika suatu saat nanti dia menjadi seorang istri bisa melayani suaminya sendiri untuk urusan dapur.


Waktu berlalu, Davika saat ini sudah duduk di meja makan menunggu orangtuanya keluar dari kamar. Dia sungguh terlihat sangat cantik dengan balutan hijab di kepalanya ditambah dress simple yang digunakannya menambah kesan anggun.


"Masya Allah, sayang...Davika anak mama kamu cantik banget nak." berseru saat tiba di meja makan menutup mulutnya menatap tak menyangka anak semata wayangnya kini berbalut hijab.


"Woooow... Ada acara atau sengaja berhijab Vik?" tanya Papa.


Tersenyum malu malu "Inshaa Allah Vika mau berhijab mulai hari ini doakan Vika istiqomah ya Pa Ma."


"Alhamdulillah, Papa dan Mama selalu mendoakan yang terbaik untukmu." ucap Papa yang diangguki oleh Mama sebagai tanda setuju.


Sarapan telah selesai sekarang tinggal Davika dan Mama nya, Papa sudah berangkat bekerja. Davika meminta ijin untuk pergi keluar karna dia semalam sudah berjanji bertemu dengan Kania. Dia ingin curhat dengan sahabatnya itu tentang keinginan yang disampaikan kedua orangtuanya semalam.


Pukul 11.00 Davika pergi dari rumahnya menggunakan mobil Ho*da Jazz kesayangannya. Dia berjanji akan bertemu di Cafe tempat langganan mereka.

__ADS_1


Tiba di Cafe, Davika melibat Kania sudah tiba dengan Baby Rafael yang didudukan di kursi khusus. Bocah berusia 1 tahun itu tampak lucu sedang memakan biskuit di tangannya.


"Assalamualaikum." Sapa Davika


Kania mengalihkan pandangannya "Walaikumsalam, ya ampun beb kamu pake hijab??? Cantik banget lho, dari kapan??? perasaan 2 minggu lalu kita ketemu kamu belum hijab an."


"Baru mulai hari ini ,hehheeh...Doa kan ya agar istiqomah sepertimu." ya Kania sudah berhijab semenjak dia menikah dan sekarang sudah tak se bar bar dulu sampai berani nembak cowok, hihihihi...oooops🙊


"Kalau udah niat Inshaa Allah lancar beb, gimana kabar kamu sehat?? Om tante gimana kabarnya?"


"Alhamdulillah kami semua sehat, si ganteng keliatannya makin pinter aja nih aktif banget deh..kabar kamu dan suami gimana?" sembari mencubit pelan gemas melihat baby Rafael.


"Alhamdulillah aku dan mas Randy sehat... kamu ada apa?? kemaren gelisah bener kedengarannya di telepon." ucap Kania penasaran yang tiba tiba menerima telepon dengan suara gelisah dan galau dari sang sahabat.


"Iya aku bingung beb sebenarnya, semalam mama dan papa cerita ingin menjodohkan aku dengan anak sahabat mama."


"Aku belum menjawabnya, mereka tidak memaksakan kehendak menyerahkan kembali kepadaku mau atau tidak tak jadi masalah untuk orangtuaku. Menurutmu bagaimana?"


Menggeleng pelan "Aku tak bisa memberi saran menerima atau menolak. Aku tau orangtuamu pasti telah mempertimbangkan ini semua dengan matang. Apa kamu masih mencintai nya?"


"Rasa ini tak pernah berkurang sedikitpun selama ini walau sekarang terpisah jarak dan amat sangat jarang bertemu beb." Davika menghela nafas berat. Kania memang sudah mengetahui sejak dulu mereka masuk kuliah bahwa sahabatnya itu ternyata mencintai Arvi dari zaman SMA, pria yang dulu pernah ia sukai dan menolaknya.


"Aku gemasssss sama kalian berdua ya ampun.. Kenapa kamu ga pernah bilang sama dia sih beb?? kalian dekat dari dulu.. Aku yakin dia juga memiliki perasaan yang sama sepertimu."


"Itu kan baru penilaianmu aja beb kalau dia memiliki perasaan yg sama sepertiku." elak Davika.

__ADS_1


"Ya ampun Vikaaaaa....... terus kenapa ga kamu nyatain aja perasaan kamu?"


"Aku ga bisa Kania .. udah stop bahas Arvi sekarang back to topic.."


"Ok.. sekarang kamu mau gimana beb?"


Menarik nafas dan berpikir sejenak. Beruntung baby Rafael saat ini sudah terlelap di Baby Stroller nya sehingga tidak mengganggu percakapan antara 2 sahabat itu.


"Mungkin aku akan menerima tawaran orangtuaku, aku tak sanggup menolak permintaan mereka. Mengingat mereka pasti kecewa jika aku menolak walaupun pasti takkan menunjukannya di depanku." putus Davika..


Menggenggam tangan sahabatnya menyalurkan kekuatan "Vik, aku hanya bisa mendoakanmu semoga ini jalan terbaik yang Allah kasih untukmu dan bisa membuatmu bahagia. Jika itu keputusanmu berarti mulai saat ini kamu harus berusaha mengikhlaskan perasaan cinta yang kamu miliki untuk dia."


"Iya aku akan mengikhlaskan perasaanku semoga bisa. Aku akan pasrahkan hatiku mengikuti takdir yang digariskan untukku. Mungkin dia memang bukan jodohku."


Saling berpelukan dan Davika meluapkan tangisan di pundak Kania untuk sekedar meringankan hatinya.


hiks....hikss...hikss...


Sulit memang jika kita dihadapkan pada pilihan yang seperti ini. Nyatanya mau bertahan pun tak cukup alasan, karna selama ini ia hanya memendam perasaannya. Davika dan Arvi hanya sekedar bersahabat selama ini. Arvi tak pernah menyatakan dia mencintainya atau menginginkan ia untuk jadi miliknya.


Davika bukan seorang perempuan yang akan terang terangan menunjukan kalau ia mencintai laki laki itu. Dia selama ini hanya menunggu tanggannya di genggam dan hatinya di raih. Nyatanya 10 tahun ia memendam dan menunggu namun sampai saat ini tak ada yg terjadi hubungan diantara mereka masih sama seperti dulu hanya sebatas sahabat yang bertukar cerita sesekali berkeluh kesah.


Susah emang ya jadi Davika😁😁


*saranghae❤

__ADS_1


dont forget like,subscribe,and coment😄😄😄kaya youtube aja ya ...hihihi✌*


__ADS_2