
Arvi menarik Davika agar bersandar padanya. Menikmati secangkir teh berdua di pagi hari dengan suasana baru diantara mereka setelah ungkapan cinta terungkap semalam.
"Aku kadang masih ga percaya sekarang kamu jadi istri aku." ucap Arvi.
"Apalagi aku, ga pernah nyangka."
"Masih aneh juga kadang denger kamu manggil mas bukan Arvi...oh iya kapan mulai kerja lagi?"
"Tiga hari lagi mulai masuk lagi, kalau mas kapan?" tanya Davika.
"Aku cuma ijin sama bang Arkan sampai papa sembuh, sekarang papa udah keluar dari rumah sakit. Mungkin aku berangkat hari minggu malam, karena Senin pagi nya ada meeting penting." jawab Arvi.
"Berarti empat hari lagi ya??"
"Iya, aku gak bisa pindah ke Bandung sayang karena kerjaan aku di Jakarta."
"Aku juga untuk sekarang gak bisa pindah ke Jakarta mas, kasian papa baru sembuh dan ga ada yang nemenin juga." jawab Davika bingung, di satu sisi dia tau kewajibannya mengikuti suaminya namun sebagai seorang anak satu satu nya dia pun tak mungkin meninggalkan papa nya yang baru sembuh terlebih mereka baru kehilangan orang yang di cintai.
"Aku gak keberatan kamu mau stay di Bandung, cuma aku gak bisa stay di Bandung, aku cuma bisa pulang weekend aja." ucap Arvi pengertian.
"Aku juga gak apa apa mas, tapi maaf ya kamu jadi mesti bolak balik." ucap Davika merasa sungkan.
__ADS_1
"Gak apa apa sayang, untuk sementara sekarang begini dulu aja." jawab Arvi.
❤❤❤
Hari hari berlalu mereka lalui dengan penuh cinta, tiba saat nya Davika mulai lagi mengabdikan dirinya sebagai bagian dari pelayan kesehatan masyarakat. Pertama kali lagi Davika bekerja setelah cuti, dia mendapatkan jadwal masuk siang hari pukul dua. Siang itu Arvi melarang Davika mengendarai mobilnya sendiri, mumpung dirinya masih ada di Bandung, Arvi ingin mengantarkan Davika ke rumah sakit.
"Udah cantik nih, istri siapa sih?" ucap Arvi saat melihat Davika menuruni tangga telah siap berangkat.
"Istri orang." jawab Davika sambil tersenyum. "Papa mana mas?" tanya Davika.
"Papa tidur siang di kamarnya, udah tau kok kamu mau masuk kerja." jawab Arvi.
Mereka berdua pun menaiki mobil dan meninggalkan rumah. Kedua nya berbincang bincang sepanjang perjalanan menuju rumah sakit.
"Nah udah sampai ini, ga kerasa." ucap Arvi.
"Makasih mas, aku kerja dulu ya." ucap Davika sambil mengulurkan tangannya.
Arvi pun menerima uluran tangan itu di cium tangannya oleh sang istri namun tak Arvi tak melepaskan tangan Davika setelah itu di genggamnya erat.
"Sampai jam berapa??"
__ADS_1
"Sampai jam tujuh mas." jawab Davika.
"Hufftttt... lama amat sih, kan aku lagi nabung rindu lusa mesti balik ke Jakarta." keluh Arvi.
"Maaf yaaa tapi gimana dong, nanti aku langsung pulang kok."
"Ngga ngga, tunggu aku nanti di jemput lagi."
"Gak apa apa mas, nanti kamu capek bolak balik terus. Aku bisa pakai taksi kok." ucap Davika tak enak hati membuat suaminya pulang pergi menjemput.
"Gak capek, anything for you, aku ga ngapa ngapain juga. Oh iya aku pulang ke rumah lama aku ya, selama aku di Bandung belum liat kesana." ucap Arvi yang memang selama ini tinggal di rumah Davika dan sebelumnya menginap di hotel.
"Iya mas, kamu hati hati di jalan nya kabarin kalau udah sampe."
"Ok.. selamat bekerja bu dokter cantik." ucap Arvi menyemangati lalu mencium kening Davika.
"Iya mas, makasih udah di anterin." Davika pun keluar dari mobil, lalu Arvi pun pergi meninggalkan parkiran rumah sakit.
*****
Happy fasting everyone😉
__ADS_1